Blue Hole, 'Kuburan Penyelam' di Tepi Laut Merah

CNN Indonesia
Jumat, 15 Okt 2021 12:13 WIB
Meski mendapat sebutan sebagai Meski mendapat sebutan sebagai "spot menyelam paling berbahaya di dunia", Blue Hole tetap ramai dikunjungi penyelam di dunia yang penasaran. (iStockphoto/serg269)
Jakarta, CNN Indonesia --

Laut Merah, perairan yang membentang antara benua Afrika dan Asia, sangatlah memesona. Tak hanya soal sejarah dan pemandangan lanskapnya yang dibingkai gunung dan padang pasir, namun juga keindahan bawah lautnya.

Beberapa pesisir Laut Merah di Mesir sudah lama populer sebagai area snorkeling, diving sampai free-diving. Salah satunya ialah Blue Hole di Dahab. Tak hanya elok, perairan di sini juga sering disebut "yang paling mematikan di dunia".

Meski telah banyak kasus hilangnya nyawa saat mengarungi perairannya, Blue Hole di Dahab tetap ramai didatangi penyelam yang penasaran menaklukkan medannya, mirip sensasi yang dicari pendaki di Gunung Everest atau Gunung Kilimanjaro.


Blue Hole adalah lubang bawah laut, dengan lebar sekitar 80 meter dan kedalaman lebih dari 100 meter.

Mengutip RushKult, area "terdangkal" di lubang ini tercatat sekitar 6 meter, yang dinamakan The Saddle. Lalu ada lengkungan mirip terowongan sepanjang 26 meter di kedalaman 55 meter, yang dinamakan The Arch.

Dari The Arch menuju lautan lepas, kedalamannya kembali turun menjadi lebih dari 1.000 meter.

Lanskap bawah laut di Blue Hole berupa karang, sehingga bisa ditemukan banyak kawanan ikan karang di sini.

Kuburan Penyelam

Hingga sepuluh tahun terakhir, sudah tercatat 200 kasus kematian akibat kecelakaan penyelaman di sini, sehingga objek wisata bahari ini menyandang predikat sebagai "kuburan penyelam".

[Gambas:Instagram]



Seorang pria asal Mesir, Tarek Omar, mulai menjelajahi Blue Hole pada tahun 1992. Ia datang karena mendengar legenda kalau Blue Hole menjadi lokasi bunuh diri bagi orang-orang yang enggan dijodohkan dalam pernikahan.

Mengutip The Guardian, Omar menjadi terkenal pada tahun 1997 ketika ia mengeluarkan mayat Conor O'Regan dan Martin Gara dari dalam air, mayat pertama yang ditemukan dari Blue Hole.

Sejak itu, dia telah mengeluarkan lebih dari 20 mayat, sehingga mendapatkan julukan yang mungkin terdengar suram: "pengumpul tulang".

Kematian paling tragis di Blue Hole ialah yang dialami Yuri Lipski, pria Rusia-Israel yang menyelam dengan kamera untuk membuat dokumenter tentang The Arch namun malah mendokumentasikan ajalnya sendiri.

Videonya telah ditonton lebih dari 10 juta kali di Youtube.

Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...



Blue Hole, 'Kuburan Penyelam' di Tepi Laut Merah

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER