Studi: Vaksinasi Beri Perlindungan Maksimal pada Penyintas Covid-19

Tim | CNN Indonesia
Minggu, 31 Oct 2021 14:42 WIB
Studi terbaru dari CDC AS menemukan bahwa vaksinasi memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap para penyintas Covid-19. Ilustrasi. Studi terbaru dari CDC AS menemukan bahwa vaksinasi memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap para penyintas Covid-19. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi terbaru menemukan bahwa vaksinasi memberikan perlindungan yang lebih baik pada para penyintas Covid-19. Temuan dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat ini dinilai akan membantu menyelesaikan perdebatan soal pentingnya vaksinasi bagi para penyintas.

"Semua orang yang memenuhi syarat harus mengikuti vaksinasi Covid-19 sesegera mungkin, termasuk orang yang sebelumnya terinfeksi SARS-CoV-2," tulis peneliti dalam laporan mingguan CDC, MMWR, seperti dikutip dari CNN.

Para peneliti mengumpulkan data dari 7 ribu orang yang dirawat di 187 rumah sakit di sembilan negara bagian karena penyakit mirip Covid-19 pada periode Januari-September 2021.


Semua partisipan menjalani tes Covid-19. Ditemukan bahwa mereka yang belum mendapatkan vaksinasi memiliki kemungkinan 5,49 kali lebih besar positif Covid-19 dibandingkan mereka yang telah mendapatkan vaksinasi dalam 3-6 bulan terakhir.

Selain itu, studi juga menemukan, manfaat vaksinasi lebih tinggi pada penerima vaksin Moderna daripada Pfier-BioNTech. Hal ini konsisten dengan temuan sebelumnya yang menyebutkan bahwa vaksin Moderna lebih efektif mencegah perawatan di rumah sakit daripada Pfizer.

Warga mengikuti vaksinasi covid-19 dosis pertama dan kedua di halaman SMPN 53 kawasan Kali Baru, Cilincing, Jakut, Selasa, 26 Oktober 2021. CNN Indonesia/Safir MakkiIlustrasi. Vaksinasi ditemukan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap penyintas Covid-19. (CNN Indonesia/ Safir Makki)

Studi tersebut dirancang untuk membandingkan dua kelompok dengan jenis kekebalan berbedan, yakni kekebalan alami tubuh yang terbentuk karena infeksi dan kekebalan dari vaksinasi.

Direktur CDC, Rochelle Walensky menyebut, temuan ini menjadi bukti tambahan yang menegaskan pentingnya vaksin Covid-19, termasuk bagi penyintas.

"Studi ini menambah lebih banyak bukti yang menunjukkan perlindungan vaksin terhadap penyakit parah dari Covid-19. Cara terbaik untuk menghentikan Covid-19, termasuk kemunculan varian, adalah dengan vaksinasi Covid-19 yang meluas dan dengan tindakan pencegahan penyakit seperti pakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak, dan tetap di rumah saat sakit," kata Walensky.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh spesialis penyakit dalam RS Brawijaya, dr RA Adaninggar Primadia Nariswari. Dia mengatakan, antibodi alami yang terbentuk dari infeksi pada penyintas Covid-19 tidak akan bertahan lama. Paling lama, lanjutnya, antibodi hanya bertahan delapan bulan.

Dokter yang akrab disapa Ning ini menjelaskan, selain antibodi, ada elemen-elemen lain yang mendukung pertahanan tubuh terhadap virus.

Sistem imun memiliki sel memori. Saat datang serangan virus dan antibodi rendah, sel memori punya ingatan atau informasi tentang virus dan mendorong produksi antibodi.

Hanya saja, sel memori pada penyintas hanya mampu bertahan selama 6 bulan. Jumlahnya pun makin surut setelah 3 bulan.

"Maka ada kasus infeksi ulang atau reinfeksi. Laporannya belum jelas itu reinfeksi atau bukan. Perlu dicek lagi virusnya, tapi enggak biasa melakukan genom sequencing. Namun, memang atas dasar itu, penyintas tetap butuh vaksin," jelas Ning beberapa waktu lalu.

(els/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER