A to Z: Sejarah, Tabu, sampai Mitos Menstrual Cup
Mitos dan fakta menstrual cup
Tidak hanya masalah nilai budaya, perempuan ragu beralih ke menstrual cup karena sederet mitos atau informasi yang kurang tepat seputar menstrual cup. Apa saja?
1. Pakai menstrual cup bikin mandul
Belakangan sempat ramai dibicarakan bahwa menstrual cup bisa memicu infertilitas atau kemandulan. Namun Andon dengan tegas menyatakan bahwa ini mitos belaka.
"Mungkin idenya bahwa darah haid enggak keluar, sehingga seolah tertimbun di vagian dan naik (refluks) sehingga darah tetap ada di rahim, menyumbat saluran rahim sehingga darah beku. Padahal sih enggak," jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Menstrual cup bisa merenggut keperawanan
Menstrual cup diletakkan jauh di bawah mulut rahim sehingga tidak sampai merusak selaput dara. Namun Andon tetap menyarankan bagi perempuan yang belum menikah untuk memilih ukuran yang pas dan memasukkan menstrual cup tidak terlalu dalam.
3. Darah akan berbalik ke rahim saat menstrual cup penuh
Andon mengatakan darah haid tidak akan refluks atau berbalik ke rahim. Pengguna menstrual cup hanya perlu rutin mengeluarkan dan membuang darah haid. Menstrual cup yang penuh bisa berisiko terjadi kebocoran.
Foto: CNN Indonesia/Timothy LoenInfografis Seberapa Banyak Butuh Uang untuk Beli Pembalut? |
4. Menstrual cup bikin susah buang air kecil
Lubang saluran kencing dan lubang vagina berbeda. Menstrual cup ditempatkan di dalam vagina sehingga tidak akan mengganggu buang air kecil. Namun pemilihan ukuran menstrual cup yang kurang tepat kemungkinan bisa mengganggu buang air kecil.
"Kalau terlalu besar lalu mendorong ke depan, ukuran enggak pas [bisa ganggu buang air kecil]," imbuh Andon.
5. Menstrual cup bikin vagina longgar
Ini tidak akan terjadi. Menstrual cup terbuat dari bahan yang memungkinkan cawan lentur dan tidak sampai membuat vagina longgar. Bahkan penis yang ereksi pun tidak akan sampai membuat vagina longgar. Vagina yang longgar biasanya karena dilewati benda besar semacam kepala bayi saat proses persalinan normal.
6. Pengguna kontrasepsi jenis IUD sebaiknya tidak menggunakan menstrual cup
Andon menduga informasi ini merebak karena saat menggunakan kontrasepsi IUD, darah haid cenderung lebih banyak dari biasanya sehingga menstrual cup tidak mampu menampung. "Padahal sih enggak segitu-gitu amat," katanya.
Pada pengguna IUD, lanjut Andon, mereka biasanya akan protes saat darah haid bertambah banyak. Justru biasanya, menstruasi akan lebih lama karena menggunakan IUD. Kalau biasanya menstruasi cukup 5-6 hari dan hari ketujuh bersih, saat pakai IUD bisa sampai 10 hari. "Namun jumlah darah per harinya enggak jauh lebih banyak, menstrual cup tetap bisa menampung," imbuhnya.
(els/chs)[Gambas:Video CNN]
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen