HARI AIDS SEDUNIA

Sejarah dan Makna Pita Merah Hari AIDS Sedunia

tim | CNN Indonesia
Rabu, 01 Dec 2021 12:05 WIB
Peringatan Hari AIDS Sedunia tidak lepas dari pita merah. Apa arti pita merah? Peringatan Hari AIDS Sedunia tidak lepas dari pita merah. Apa arti pita merah? ( Istockphoto/Vasyl Dolmatov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peringatan Hari AIDS Sedunia tidak lepas dari pita merah. Pita dilipat hingga menyerupai huruf V terbalik dan disematkan di dada atau kerah busana. Ini bukan hiasan semata tetapi mengandung sejarah dan makna.

Pada 1988, kelompok profesional seni mendirikan Visual AIDS sebagai tanggapan terhadap dampak AIDS terhadap komunitas seni dan wadah untuk mengorganisir seniman, lembaga seni dan penonton seni demi aksi langsung terhadap AIDS.

Dilansir dari laman Visual AIDS, pada 1991 kelompok ini menciptakan simbol bermakna di puncak krisis AIDS. Simbol digunakan untuk menunjukkan dukungan dan kasih sayang bagi mereka yang hidup dengan AIDS juga para pendamping mereka (caregiver). Proyek ini diberi nama 'The Ribbon Project' yang kini lebih dikenal dengan 'Red Ribbon' alias pita merah.


Warna merah dipilih karena berhubungan dengan darah dan gagasan akan gairah. Tidak hanya kemarahan tetapi juga cinta. Pita dipilih karena mudah dibuat ulang dan dikenakan. Instruksi aslinya berbunyi 'potong pita merah sepanjang 6 inci, lalu lipat di bagian atas menjadi bentuk 'V' terbalik. Gunakan peniti untuk menempelkannya pada pakaian.'

Gerakan dengan pita merah semakin luas. Kelompok seniman bersama-sama dengan teman, para pendukung memotong, melipat pita untuk distribusi nasional. Saat permintaan makin besar, kelompok lain dilibatkan termasuk pembentukan Armory Ribbon Bee Project yang diinisiasi oleh seniman Hope Sandow dan Frank Moore. Di sini para perempuan tunawisma di Park Avenue Shelter dibayar tiap minggu untuk membuat pita.

Perlahan pita merah menjajah karpet merah gelaran-gelaran bergengsi. Pada Juni 1991, Visual AIDS bermitra dengan Broadway Cares and Equity Fights AIDS untuk menyematkan pita merah pada para tamu dan pembawa acara Tony Awards ke-45. Acara ini dipilih untuk meningkatkan kesadaran akan AIDS dan dampaknya terhadap para seniman.

Jeremy Iron jadi presenter pertama yang mengenakan pita merah. Kemudian simbol pita merah seketika populer sebagai simbol internasional kesadaran AIDS. Dari sini, pita merah pun dikenakan di gelaran Oscar, Emmy, dan Grammy. Para selebriti, musisi, atlet, artis, dan politisi juga kencang mengenakan pita merah di berbagai kesempatan.

Pita merah kemudian menyambangi Eropa dalam skala massal pada masa Paskah 1992. Sebanyak lebih dari 100 ribu pita merah dibagikan selama Freddie Mercury AIDS Awareness Tribute Concert di stadium Wembley. Acara disiarkan di televisi sehingga bisa dipastikan lebih dari 1 miliar orang dari berbagai belahan dunia mengenali simbol pita merah. Putri Diana pun membuat pita merah semakin banyak dikenakan berkat kepeduliannya terhadap ODHA.

"Fakta bahwa itu ditiru secara luas sungguh menakjubkan. Kami tidak percaya," kata Allan Frame, salah satu seniman Visual AIDS yang terlibat dalam pembuatan simbol pita, mengutip dari laman UNAIDS.

Hari ini, pita merah dikenakan sebagai simbol solidaritas dan dukungan internasional terhadap ODHIV/ODHA. Pita merah jadi cara sederhana dan ambil untuk melawan stigma seputar AIDS.

(els/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER