HARI AIDS SEDUNIA

Hari AIDS Sedunia: Tingkatkan Ketahanan Hadapi Tantangan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 01/12/2020 07:29 WIB
Di tengah pandemi, penanganan HIV-AIDS menghadapi berbagai tantangan. Diperlukan ketahanan yang tinggi untuk mengatasinya. Ilustrasi. Di tengah pandemi, penanganan HIV-AIDS menghadapi berbagai tantangan. (Istockphoto/Vasyl Dolmatov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setiap tahun, Hari AIDS Sedunia diperingati pada 1 Desember. Momen ini menjadi pengingat bahwa HIV-AIDS masih jadi salah satu masalah utama kesehatan global.

Dalam mengatasi AIDS, dunia sesungguhnya telah membuat kemajuan signifikan sejak akhir 1990-an. Namun, hingga saat ini, AIDS masih saja jadi masalah kesehatan global yang utama.

Seperti banyak masalah kesehatan lainnya, AIDS juga menghadapi berbagai tantangan di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, pada peringatan kali ini, Hari AIDS Sedunia 2020 mengambil tema 'Resilience and Impact', mengingatkan komunitas AIDS di dunia untuk meningkatkan ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan.


"Hari ini, ketahanan yang telah membawa kita sejauh ini sedang diuji dengan cara yang baru dan berbeda. Ketahanan diperlukan untuk menghadapi tantangan lanskap kesehatan global yang berubah dengan cepat, dan untuk bertahan dalam menghadapi ketidakpastian," tulis catatan dalam laman AIDS 2020.

Mengutip laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), layanan pencegahan, pengujian, pengobatan, dan perawatan HIV-AIDS di dunia mengalami gangguan di tengah pandemi. Gangguan terutama muncul di negara-negara dengan sistem kesehatan yang rapuh.

Padahal, setiap gangguan dan perlambatan dalam penyediaan layanan ini akan membuat banyak orang ditempatkan dalam kelompok rentan risiko infeksi HIV dan meningkatkan kematian akibat AIDS.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (PMI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melakukan renungan dengan menyalakan lilin saat memperingati hari Aids Sedunia di depan kampus Unismuh Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (1/12) malam. Aksi tersebut bertujuan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pemberantasan dan pencegahan penyakit HIV AIDS dan juga penyadaran kepada masyarakat agar tidak mendiskriminasi penderita HIV AIDS. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/pd/16Ilustrasi. Di tengah pandemi, orang dengan HIV-AIDS (ODHA) menghadapi sejumlah tantangan. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Pada kesempatan kali ini, WHO bergabung dengan mitra untuk memberikan penghormatan kepada semua orang yang bekerja untuk tetap menyediakan layanan HIV. WHO juga menyerukan para pemimpin negara untuk menggalang solidaritas global demi mempertahankan layanan penting HIV selama pandemi Covid-19 dan seterusnya.

"Ini adalah seruan untuk fokus pada kelompok rentan dan memperluas cakupan ke anak-anak dan remaja," tulis WHO.

WHO mengatakan, dunia perlu memastikan kelanjutan penyediaan layanan HIV untuk kelompok anak, remaja, dan populasi kunci. Populasi kunci termasuk di antaranya pengguna narkoba, orang yang berhubungan seksual dengan sesama jenis, pekerja seks komersial, transgender, dan kelompok narapidana di Lapas yang rentan terinfeksi HIV.

"Kita semua dapat berkontribusi pada upaya penanggulangan AIDS dan menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih sehat," tulis WHO.

Hingga tahun 2019, WHO mencatat ada sekitar 38 juta orang dengan HIV-AIDS, dengan sekitar 690 ribu dilaporkan meninggal dunia. WHO juga mencatat sebanyak 1,7 juta kasus baru HIV pada 2019.

Sementara di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 349.882 orang hidup dengan HIV-AIDS pada 2019 lalu. Pada tahun ini, Kemenkes mencatat kasus HIV baru sebanyak 21.220 dengan 70 persen di antaranya terjadi pada kelompok usia produktif (25-49 tahun).

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, yang dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit. Pada tahap akhir, infeksi HIV bisa berujung dengan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) yang bisa menyebabkan kematian.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK