7 Cara Atur Pola Makan Tetap Sehat dan Langsing Saat Libur Nataru
CNN Indonesia
Selasa, 28 Des 2021 18:39 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Foto: istockphoto/JimmyFam
Jakarta, CNN Indonesia --
Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi momen menyenangkan berkumpul dengan keluarga dan orang-orang terkasih. Tak lupa berbagai jenis makanan enak juga hadir sebagai pelengkap acara kumpul keluarga yang menambah kehangatan akhir tahun.
Meski demikian, makanan enak dan liburan yang menyenangkan ini bisa jadi bencana jika tidak dikontrol karena membuat berat badan naik drastis. Tak cuma itu, tak kontrol asupan makanan juga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit karena makan berlebihan.
Sebuah penelitian dari British Nutrition Foundation menunjukkan kalori ekstra yang dikonsumsi selama hari raya dapat meningkatkan berat badan rata-rata sekitar 1 kilogram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu penting tetap menjaga diri dan mengontrol asupan makanan selama perayaan libur natal dan tahun baru.
Pakar Gizi Qonita Rachmah membagikan tips cara mudah mengatur pola makan agar tetap sehat dan tidak menambah berat badan selama libur natal dan tahun baru.
Tetap menjalankan jadwal harian makan Anda adalah hal yang harus dilakukan saat libur natal dan tahun baru. Sebuah penelitian menyebutkan orang yang melewatkan sarapan cenderung mengalami over-eating saat makan siang. Over-eating diartikan sebagai konsumsi makanan melebihi 40 persen dari angka kecukupan energi.
"Gunakan anjuran jarak antar makan utama yaitu 4 jam, dan snack di sela-sela jarak antar makan,"kata Qonita dikutip dari siaran pers Lemonilo.
2. Makan buah dan sayur
Buah dan sayuran bisa jadi alternatif cemilan di sela-sela liburan. Anda bisa membuat salad roll dengan berbagai sayuran atau smoothies dan jus buah biasa.
"Selain memiliki energi yang rendah, buah dan sayur kaya serat dan antioksidan yang baik untuk mencegah obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan lain sebagainya," ujar Qonita.
3. Batasi makanan berdensitas energi tinggi
Makanan berlemak dan makanan atau minuman manis bisa dikatakan sebagai makanan berdensitas tinggi. Energi yang terkandung di dalamnya juga cukup tinggi. Selama natal dan tahun baru, usahakan tidak banyak mengonsumsi jenis makanan ini, termasuk fast food.
"Sebisa mungkin tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan siap saji dan berdensitas energi tinggi agar tidak terjadi peningkatan berat badan," kata Qonita.
4. Pilih cemilan yang lebih weight-friendly
Cookies, cupcakes, donat, kue jahe, nastar dan berbagai makanan manis yang terbuat dari tepung sangat mudah ditemukan saat natal dan tahun baru. Meski tampak menggoda, Anda harus mengontrol diri agar tak makan secara berlebihan.
Kata Qonita, Anda bisa mencoba alternatif cemilan lain yang lebih weight-friendly dan bisa dipilih seperti snack bar, cereal cookies rendah gula, roti gandum, olahan ubi atau singkong, keripik tempe, biskuit, kacang-kacangan, dan sayur serta buah-buahan.
5. Mindful eating
Meskipun suasana di rumah terasa hangat dan menyenangkan, Anda harus menerapkan mindful eating. Kata Qonita Anda harus tetap memahami sinyal tubuh. Makan saat perut memang lapar dan secara perlahan.
"Nikmati makanan yang disantap sebagai bentuk syukur kepada sang pencipta," kata dia.
Tak hanya itu, makan perlahan juga bisa membantu proses metabolisme. Anda juga disarankan tidak menonton TV atau bermain ponsel saat makan supaya bisa mengenali sinyal kenyang.
Jangan minum alkohol apalagi saat perut benar-benar kosong. Alkohol bisa meningkatkan nafsu makan dan mengurangi kemampuan mengontrol makanan yang masuk ke tubuh.
7. Tetap bergerak
Hari libur bukan berarti Anda juga libur dari berbagai aktivitas fisik. Olahraga harus tetap dilakukan untuk menjaga keseimbangan tubuh selama libur natal dan tahun baru.
"Saat perayaan natal dan tahun baru, lakukan aktivitas fisik atau gerak tubuh ringan yang tetap mengasyikkan dan bisa dilakukan bersama keluarga, misalnya dansa bersama atau senam bersama selama 30 menit," kata Qonita.
Jakarta, CNN Indonesia --
Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi momen menyenangkan berkumpul dengan keluarga dan orang-orang terkasih. Tak lupa berbagai jenis makanan enak juga hadir sebagai pelengkap acara kumpul keluarga yang menambah kehangatan akhir tahun.
Meski demikian, makanan enak dan liburan yang menyenangkan ini bisa jadi bencana jika tidak dikontrol karena membuat berat badan naik drastis. Tak cuma itu, tak kontrol asupan makanan juga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit karena makan berlebihan.
Sebuah penelitian dari British Nutrition Foundation menunjukkan kalori ekstra yang dikonsumsi selama hari raya dapat meningkatkan berat badan rata-rata sekitar 1 kilogram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu penting tetap menjaga diri dan mengontrol asupan makanan selama perayaan libur natal dan tahun baru.
Pakar Gizi Qonita Rachmah membagikan tips cara mudah mengatur pola makan agar tetap sehat dan tidak menambah berat badan selama libur natal dan tahun baru.
Tetap menjalankan jadwal harian makan Anda adalah hal yang harus dilakukan saat libur natal dan tahun baru. Sebuah penelitian menyebutkan orang yang melewatkan sarapan cenderung mengalami over-eating saat makan siang. Over-eating diartikan sebagai konsumsi makanan melebihi 40 persen dari angka kecukupan energi.
"Gunakan anjuran jarak antar makan utama yaitu 4 jam, dan snack di sela-sela jarak antar makan,"kata Qonita dikutip dari siaran pers Lemonilo.
2. Makan buah dan sayur
Buah dan sayuran bisa jadi alternatif cemilan di sela-sela liburan. Anda bisa membuat salad roll dengan berbagai sayuran atau smoothies dan jus buah biasa.
"Selain memiliki energi yang rendah, buah dan sayur kaya serat dan antioksidan yang baik untuk mencegah obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan lain sebagainya," ujar Qonita.
3. Batasi makanan berdensitas energi tinggi
Makanan berlemak dan makanan atau minuman manis bisa dikatakan sebagai makanan berdensitas tinggi. Energi yang terkandung di dalamnya juga cukup tinggi. Selama natal dan tahun baru, usahakan tidak banyak mengonsumsi jenis makanan ini, termasuk fast food.
"Sebisa mungkin tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan siap saji dan berdensitas energi tinggi agar tidak terjadi peningkatan berat badan," kata Qonita.
Pilah-pilih camilan
Foto: iStock/simon2579
4. Pilih cemilan yang lebih weight-friendly
Cookies, cupcakes, donat, kue jahe, nastar dan berbagai makanan manis yang terbuat dari tepung sangat mudah ditemukan saat natal dan tahun baru. Meski tampak menggoda, Anda harus mengontrol diri agar tak makan secara berlebihan.
Kata Qonita, Anda bisa mencoba alternatif cemilan lain yang lebih weight-friendly dan bisa dipilih seperti snack bar, cereal cookies rendah gula, roti gandum, olahan ubi atau singkong, keripik tempe, biskuit, kacang-kacangan, dan sayur serta buah-buahan.
5. Mindful eating
Meskipun suasana di rumah terasa hangat dan menyenangkan, Anda harus menerapkan mindful eating. Kata Qonita Anda harus tetap memahami sinyal tubuh. Makan saat perut memang lapar dan secara perlahan.
"Nikmati makanan yang disantap sebagai bentuk syukur kepada sang pencipta," kata dia.
Tak hanya itu, makan perlahan juga bisa membantu proses metabolisme. Anda juga disarankan tidak menonton TV atau bermain ponsel saat makan supaya bisa mengenali sinyal kenyang.
Jangan minum alkohol apalagi saat perut benar-benar kosong. Alkohol bisa meningkatkan nafsu makan dan mengurangi kemampuan mengontrol makanan yang masuk ke tubuh.
7. Tetap bergerak
Hari libur bukan berarti Anda juga libur dari berbagai aktivitas fisik. Olahraga harus tetap dilakukan untuk menjaga keseimbangan tubuh selama libur natal dan tahun baru.
"Saat perayaan natal dan tahun baru, lakukan aktivitas fisik atau gerak tubuh ringan yang tetap mengasyikkan dan bisa dilakukan bersama keluarga, misalnya dansa bersama atau senam bersama selama 30 menit," kata Qonita.