7 Penyebab Tumit Kaki Pecah-Pecah dan Cara Mengatasinya
CNN Indonesia
Kamis, 10 Feb 2022 08:35 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Dengan mengetahui penyebab kaki pecah-pecah, membantu mencegah dan mengatasinya agar tidak semakin parah. (iStockphoto/majivecka)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kaki pecah-pecah terutama di bagian tumit adalah masalah kulit yang dapat dialami siapa saja. Dengan mengetahui penyebab kaki pecah-pecah, membantu mencegah dan mengatasinya agar tidak semakin parah.
Tumit pecah-pecah selain membuat kaki jadi tak enak dipandang, juga menimbulkan rasa yang tidak nyaman bahkan menyakitkan.
Umumnya, kaki pecah-pecah disebabkan oleh kondisi kulit yang kering kemudian terjadi penebalan. Tekanan dan gesekan yang terus-menerus mengakibatkan retak sehingga terjadilah pecah-pecah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab Kaki Pecah-Pecah
Ilustrasi. Penyebab kaki pecah-pecah (Stockphoto/kaarsten)
1. Kulit kering
Penyebab kaki pecah-pecah yang paling sering dialami adalah kondisi kulit kering. Hal itu dikarenakan jumlah kelenjar keringat pada kaki yang terlalu sedikit, sehingga kulit kehilangan elastisitasnya dan lebih rentan pecah.
2. Terlalu lama terkena air
Tak hanya dalam kondisi kering, kaki yang sering terkena air atau berada di dalam kondisi lembap yang terlalu lama juga bisa menyebabkan tumit kaki menjadi pecah-pecah.
Ketika dalam kondisi yang rentan terkena air misalnya mencuci pakaian, sebisa mungkin kenakan alas kaki yang anti-air.
3. Kaki berkeringat dan lembap
Kerap menggunakan sepatu rapat dan tertutup membuat keringat di sekitar area kaki tidak menguap. Hal ini jika dibiarkan waktu lama akan membuat kondisi kulit di telapak kaki menjadi lembap.
Kondisi lembap dapat memicu perkembangan kalus atau kapalan pada kaki. Ketika kapalan, kulit akan menebal dan bisa mengakibatkan kulit pecah-pecah.
Untuk itu, pilih alas kaki dengan material yang breathable, sehingga tetap nyaman dan tidak menahan keringat ketika digunakan dalam waktu lama.
3. Menggunakan alas kaki yang tidak tepat
Salah satu penyebab kaki pecah-pecah adalah mengenakan alas kaki yang tidak tepat (Foto: greyerbaby/morgueFile)
Sepatu yang tidak pas seperti terlalu longgar atau terlalu ketat, dan bantalan kaki yang keras bisa menimbulkan gesekan konstan. Hal ini bisa menyebabkan kulit pada bagian tumit menebal lalu mengeras kemudian menjadi pecah-pecah.
4. Sering mandi air panas
Air panas dapat mengikis kelembapan kulit, termasuk pada tumit. Hindari sering-sering mandi menggunakan air panas, termasuk untuk merendam kaki.
5. Berdiri terlalu lama
Sering berdiri untuk waktu yang lama baik itu di permukaan lantai yang keras maupun alas kaki yang keras dapat menjadi penyebab kaki pecah-pecah.
Jika tidak memungkinkan, hindari kebiasaan berdiri terlalu lama. Anda juga dapat menyiasatinya dengan menggunakan alas kaki yang empuk khususnya pada bagian bantalan kaki dan tumit.
Sebaliknya, hindari sepatu atau sandal bersol tipis karena dapat membuat memperburuk kondisinya.
6. Diabetes dan obesitas
Mengutip Everyday Health, masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko tumit kaki pecah-pecah adalah diabetes dan obesitas. Gula darah yang tak terkontrol dapat membuat kulit kering.
Orang dengan diabetes sebaiknya rutin mengecek kondisi kulit dan kakinya untuk meminimalisasi terjadinya luka, pecah-pecah, dan infeksi.
Sementara pada penderita obesitas, membuat kaki harus menopang beban tubuh berlebih. Tekanan pada bantalan lemak di kaki akan semakin besar sehingga mengakibatkan kulit tumit pecah.
7. Kurang asupan vitamin dan mineral
Ilustrasi. Penyebab kaki pecah-pecah adalah kurang asupan nutrisi (iStock/carlosgaw)
Ketika kulit pada bagian kaki mulai mengering, periksa ulang asupan vitamin dan mineral harian Anda sudah terpenuhi atau belum. Ketika tubuh kekurangan nutrisi penting seperti zinc, vitamin A, E, B3, dan asam lemak omega-3 dapat menyebabkan tumit pecah.
Cara mengatasi kaki pecah-pecah lanjut halaman dua...
Untuk mengatasi masalah kaki yang pecah-pecah tentu harus diawali dengan menjaga kelembapan kulit sehingga tidak kering dan mengeras. Berikut 5 hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kaki pecah-pecah.
1. Oleskan pelembap
Telapak kaki seringkali terlewatkan saat mengoleskan pelembap. Pilih krim pelembap yang mengandung emolien atau humektan untuk mengatasi kulit kering dan pecah-pecah.
Emolien bisa memulihkan kelembapan pada kaki, mengisi celah di antara pecahan kulit, serta menjadikannya halus dan lembut. Sementara humektan dapat menembus lapisan kulit luar dan mengunci kelembapan kulit.
2. Oleskan minyak zaitun
Ilustrasi. Cara mengatasi kaki pecah-pecah dengan mengoleskan minyak untuk memberikan kelembapan (stevepb/Pixabay)
Selain menggunakan krim pelembap, minyak alami dapat memberikan kelembapan yang sangat dibutuhkan oleh kulit kaki. Minyak mampu menyerap lebih cepat ke dalam kulit.
Jenis minyak alami yang digunakan antara lain minyak zaitun, minyak argan, minyak jojoba, atau minyak alpukat. Vitamin E pada minyak alami tersebut membantu melembapkan kulit kering dan mengatasi kaki pecah-pecah.
3. Gunakan sabun yang tepat
Pilihlah sabun dengan kandungan yang ringan dan membuat kulit lembut. Hindari menggunakan sabun dengan kandungan keras yang mengandung parfum, alkohol, atau acid yang justru menghilangkan minyak alami pada kulit dan membuat kaki semakin kering.
4. Lakukan scrub
Ilustrasi. Cara mengatasi kaki pecah-pecah dengan rutin melakukan scrub (iStockphoto/Wand_Prapan)
Perawatan kaki bisa dimulai dengan melakukan scrub rutin untuk mengangkat sel kulit mati dan kulit yang kasar dan kering. Anda bisa merendam kaki terlebih dulu dengan air hangat selama 15 menit agar bagian kulit yang kering dan pecah-pecah melunak.
Setelah itu, gosokkan kaki yang pecah dengan scrub atau batu apung dengan lembut. Merendam kaki sekaligus menggosoknya dapat membantu menipiskan kapalan dan mencegah retak lebih dalam.
5. Minum banyak air
Bila tubuh tidak cukup terhidrasi, tak hanya tenggorokan yang terasa kering, namun juga kulit. Untuk itu, minum air putih setidaknya 8 gelas sehari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan menjaga kelembapan kulit.
Demikian penyebab kaki pecah-pecah dan cara mengatasinya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kaki pecah-pecah terutama di bagian tumit adalah masalah kulit yang dapat dialami siapa saja. Dengan mengetahui penyebab kaki pecah-pecah, membantu mencegah dan mengatasinya agar tidak semakin parah.
Tumit pecah-pecah selain membuat kaki jadi tak enak dipandang, juga menimbulkan rasa yang tidak nyaman bahkan menyakitkan.
Umumnya, kaki pecah-pecah disebabkan oleh kondisi kulit yang kering kemudian terjadi penebalan. Tekanan dan gesekan yang terus-menerus mengakibatkan retak sehingga terjadilah pecah-pecah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab Kaki Pecah-Pecah
Ilustrasi. Penyebab kaki pecah-pecah (Stockphoto/kaarsten)
1. Kulit kering
Penyebab kaki pecah-pecah yang paling sering dialami adalah kondisi kulit kering. Hal itu dikarenakan jumlah kelenjar keringat pada kaki yang terlalu sedikit, sehingga kulit kehilangan elastisitasnya dan lebih rentan pecah.
2. Terlalu lama terkena air
Tak hanya dalam kondisi kering, kaki yang sering terkena air atau berada di dalam kondisi lembap yang terlalu lama juga bisa menyebabkan tumit kaki menjadi pecah-pecah.
Ketika dalam kondisi yang rentan terkena air misalnya mencuci pakaian, sebisa mungkin kenakan alas kaki yang anti-air.
3. Kaki berkeringat dan lembap
Kerap menggunakan sepatu rapat dan tertutup membuat keringat di sekitar area kaki tidak menguap. Hal ini jika dibiarkan waktu lama akan membuat kondisi kulit di telapak kaki menjadi lembap.
Kondisi lembap dapat memicu perkembangan kalus atau kapalan pada kaki. Ketika kapalan, kulit akan menebal dan bisa mengakibatkan kulit pecah-pecah.
Untuk itu, pilih alas kaki dengan material yang breathable, sehingga tetap nyaman dan tidak menahan keringat ketika digunakan dalam waktu lama.
3. Menggunakan alas kaki yang tidak tepat
Salah satu penyebab kaki pecah-pecah adalah mengenakan alas kaki yang tidak tepat (Foto: greyerbaby/morgueFile)
Sepatu yang tidak pas seperti terlalu longgar atau terlalu ketat, dan bantalan kaki yang keras bisa menimbulkan gesekan konstan. Hal ini bisa menyebabkan kulit pada bagian tumit menebal lalu mengeras kemudian menjadi pecah-pecah.
4. Sering mandi air panas
Air panas dapat mengikis kelembapan kulit, termasuk pada tumit. Hindari sering-sering mandi menggunakan air panas, termasuk untuk merendam kaki.
5. Berdiri terlalu lama
Sering berdiri untuk waktu yang lama baik itu di permukaan lantai yang keras maupun alas kaki yang keras dapat menjadi penyebab kaki pecah-pecah.
Jika tidak memungkinkan, hindari kebiasaan berdiri terlalu lama. Anda juga dapat menyiasatinya dengan menggunakan alas kaki yang empuk khususnya pada bagian bantalan kaki dan tumit.
Sebaliknya, hindari sepatu atau sandal bersol tipis karena dapat membuat memperburuk kondisinya.
6. Diabetes dan obesitas
Mengutip Everyday Health, masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko tumit kaki pecah-pecah adalah diabetes dan obesitas. Gula darah yang tak terkontrol dapat membuat kulit kering.
Orang dengan diabetes sebaiknya rutin mengecek kondisi kulit dan kakinya untuk meminimalisasi terjadinya luka, pecah-pecah, dan infeksi.
Sementara pada penderita obesitas, membuat kaki harus menopang beban tubuh berlebih. Tekanan pada bantalan lemak di kaki akan semakin besar sehingga mengakibatkan kulit tumit pecah.
7. Kurang asupan vitamin dan mineral
Ilustrasi. Penyebab kaki pecah-pecah adalah kurang asupan nutrisi (iStock/carlosgaw)
Ketika kulit pada bagian kaki mulai mengering, periksa ulang asupan vitamin dan mineral harian Anda sudah terpenuhi atau belum. Ketika tubuh kekurangan nutrisi penting seperti zinc, vitamin A, E, B3, dan asam lemak omega-3 dapat menyebabkan tumit pecah.
Cara mengatasi kaki pecah-pecah lanjut halaman dua...
Cara Mengatasi Kaki Pecah-Pecah
Ilustrasi. Cara mengatasi kaki pecah-pecah (iStockphoto)
Untuk mengatasi masalah kaki yang pecah-pecah tentu harus diawali dengan menjaga kelembapan kulit sehingga tidak kering dan mengeras. Berikut 5 hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kaki pecah-pecah.
1. Oleskan pelembap
Telapak kaki seringkali terlewatkan saat mengoleskan pelembap. Pilih krim pelembap yang mengandung emolien atau humektan untuk mengatasi kulit kering dan pecah-pecah.
Emolien bisa memulihkan kelembapan pada kaki, mengisi celah di antara pecahan kulit, serta menjadikannya halus dan lembut. Sementara humektan dapat menembus lapisan kulit luar dan mengunci kelembapan kulit.
2. Oleskan minyak zaitun
Ilustrasi. Cara mengatasi kaki pecah-pecah dengan mengoleskan minyak untuk memberikan kelembapan (stevepb/Pixabay)
Selain menggunakan krim pelembap, minyak alami dapat memberikan kelembapan yang sangat dibutuhkan oleh kulit kaki. Minyak mampu menyerap lebih cepat ke dalam kulit.
Jenis minyak alami yang digunakan antara lain minyak zaitun, minyak argan, minyak jojoba, atau minyak alpukat. Vitamin E pada minyak alami tersebut membantu melembapkan kulit kering dan mengatasi kaki pecah-pecah.
3. Gunakan sabun yang tepat
Pilihlah sabun dengan kandungan yang ringan dan membuat kulit lembut. Hindari menggunakan sabun dengan kandungan keras yang mengandung parfum, alkohol, atau acid yang justru menghilangkan minyak alami pada kulit dan membuat kaki semakin kering.
4. Lakukan scrub
Ilustrasi. Cara mengatasi kaki pecah-pecah dengan rutin melakukan scrub (iStockphoto/Wand_Prapan)
Perawatan kaki bisa dimulai dengan melakukan scrub rutin untuk mengangkat sel kulit mati dan kulit yang kasar dan kering. Anda bisa merendam kaki terlebih dulu dengan air hangat selama 15 menit agar bagian kulit yang kering dan pecah-pecah melunak.
Setelah itu, gosokkan kaki yang pecah dengan scrub atau batu apung dengan lembut. Merendam kaki sekaligus menggosoknya dapat membantu menipiskan kapalan dan mencegah retak lebih dalam.
5. Minum banyak air
Bila tubuh tidak cukup terhidrasi, tak hanya tenggorokan yang terasa kering, namun juga kulit. Untuk itu, minum air putih setidaknya 8 gelas sehari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan menjaga kelembapan kulit.
Demikian penyebab kaki pecah-pecah dan cara mengatasinya.