7 Oleh-oleh Makanan khas Palembang Selain Pempek dan Tekwan
CNN Indonesia
Sabtu, 12 Feb 2022 16:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Oleh-oleh khas Palembang tak cuma pempek dan tekwan. (Istockphoto/Pepi Perdiansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --
Oleh-oleh khas Palembangberupa makanan tak cuma pempek, tekwan, atau sambal tempoyak. Ada banyak makanankhas dari Palembang lainnya yang bisa Anda jadikan buah tangan.
Supaya oleh-oleh dari Palembang tidak itu-itu saja. Sesekali Anda bisa mencicipi makanan khas lain yang legendaris seperti di bawah ini, merangkum berbagai sumber.
Ikan salai termasuk makanan legendaris sejak zaman dulu. Hingga saat ini, makanan ini masih banyak dicari wisatawan saat berkunjung ke Palembang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenis ikan yang digunakan biasanya patin, lais, baung, atau gabus. Menurut sejarahnya, dahulu kala ikan-ikan tersebut sangat mudah ditemui di setiap sungai sekitaran Palembang.
Ikan salai dimasak dengan metode asap dalam waktu lama agar lebih awet, sehingga menghasilkan warna kecokelatan.
Mengolah aneka ikan salai juga cukup mudah. Bisa digoreng seperti biasa lalu dicocol sambal atau dibuat pindang, gulai, serta sayur ikan.
2. Lempok durian
Ilustrasi. Lempok durian merupakan salah satu oleh-oleh khas Palembang. (iStockphoto/worradirek)
Sekilas, tampilan lempok durian memang mirip dodol pada umumnya berwarna cokelat pekat dengan cita rasa manis legit.
Bahan utama membuat lempok durian adalah daging buah durian serta gula. Keduanya dimasak bersamaan menggunakan kayu bakar dalam waktu lama hingga menyerupai karamel.
Biasanya, lempok durian dimasak turun temurun oleh orang yang menguasai resepnya. Hal ini bermaksud untuk menjaga kualitas rasa lebih autentik.
Ide pembuatan lempok durian Palembang bermula pada 1991 silam, akibat pasokan durian yang melimpah. Supaya tidak busuk, orang-orang di sana mengolahnya menjadi kudapan manis.
Oleh-oleh khas Palembang berikutnya adalah kue 8 jam. Sesuai dengan namanya, kue ini memang dimasak selama delapan jam.
Komposisi utama kue 8 jam terdiri dari tepung terigu, telur ayam, bubuk vanili, margarin, kental manis serta gula pasir, yang dicetak ke dalam loyang berbentuk kotak.
Cita rasa kue 8 jam cenderung manis dan memiliki tekstur kenyal. Dahulu, kue tersebut hanya dapat dinikmati oleh Kesultanan Palembang atau kelompok bangsawan.
Tapi sekarang, kue ini banyak diburu wisatawan untuk dijadikan buah tangan. Sementara oleh penduduk lokal, kue 8 jam kerap disuguhkan sebagai kudapan saat hajat atau lebaran.
Simak oleh-oleh khas Palembang lainnya di halaman berikutnya..
4. Kue maksuba
Kue maksuba atau lapis ala Palembang ini mempunyai makna tersendiri sehingga identik sebagai kue khas hajatan.
Proses mengolah kue maksuba bisa dibilang tidak mudah, sebab harus sangat teliti supaya adonannya tidak gagal.
Bahan dasarnya juga menggunakan telur bebek dalam jumlah besar dan aneka bahan tambahan lain.
Meski tidak memakai bahan pengembang, kue maksuda bisa bertahan sekitar 1 bulan, terutama jika disimpan dalam kulkas.
5. Kemplang
Kemplang merupakan kerupuk yang terbuat dari campuran ikan tenggiri, tepung tapioka, serta garam.
Kerupuk kemplang khas Palembang dibuat tanpa digoreng, melainkan dibakar dan disajikan dengan cocolan sambal.
Sebelumnya, bahan utama kerupuk kemplang menggunakan ikan belida karena bisa menghasilkan rasa lebih gurih alami.
Tapi sayangnya, jenis ikan belida sudah mulai langka sehingga sulit didapat. Padahal, zaman dulu, ikan tersebut sangat mendominasi sungai-sungai di Palembang.
6. Pecah seribu
Ilustrasi. Oleh-oleh khas Palembang tak cuma pempek dan tekwan. (iStockphoto/nawal karimi)
Memiliki nama unik, pecah seribu merupakan sejenis kerupuk ikan yang menyerupai pecahan mangkuk berbentuk bulat.
Proses pembuatan kerupuk pecah seribu juga unik, karena adonannya ditekan-tekan terlebih dulu kemudian digoreng pada minyak panas sampai mengembang.
Sementara untuk bahan baku pecah seribu relatif sama seperti membuat kerupuk pada umumnya.
Harga per kemasan kerupuk ini sangat murah. Cara menikmatinya bisa dengan cuko pempek atau kuah tekwan.
Meskipun memiliki nama sambal, makanan ini bukan seperti sambal pada umumnya dengan tekstur basah.
Sambal lingkung merupakan abon ikan yang dimasak cukup lama sehingga menghasilkan tekstur kering tapi tidak berserat.
Cita rasanya justru jauh dari rasa pedas sambal cabai. Alih-alih pedas, sambal lingkung justru identik dengan rasa gurih serta berempah.
Tidak hanya terkenal di Palembang, sambal lingkung juga menjadi makanan khas di Bangka Belitung.
Deretan oleh-oleh khas Palembang legendaris di atas cukup mudah ditemui. Terutama di toko pusat yang menjajakan makanan khusus buah tangan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Oleh-oleh khas Palembangberupa makanan tak cuma pempek, tekwan, atau sambal tempoyak. Ada banyak makanankhas dari Palembang lainnya yang bisa Anda jadikan buah tangan.
Supaya oleh-oleh dari Palembang tidak itu-itu saja. Sesekali Anda bisa mencicipi makanan khas lain yang legendaris seperti di bawah ini, merangkum berbagai sumber.
Ikan salai termasuk makanan legendaris sejak zaman dulu. Hingga saat ini, makanan ini masih banyak dicari wisatawan saat berkunjung ke Palembang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenis ikan yang digunakan biasanya patin, lais, baung, atau gabus. Menurut sejarahnya, dahulu kala ikan-ikan tersebut sangat mudah ditemui di setiap sungai sekitaran Palembang.
Ikan salai dimasak dengan metode asap dalam waktu lama agar lebih awet, sehingga menghasilkan warna kecokelatan.
Mengolah aneka ikan salai juga cukup mudah. Bisa digoreng seperti biasa lalu dicocol sambal atau dibuat pindang, gulai, serta sayur ikan.
2. Lempok durian
Ilustrasi. Lempok durian merupakan salah satu oleh-oleh khas Palembang. (iStockphoto/worradirek)
Sekilas, tampilan lempok durian memang mirip dodol pada umumnya berwarna cokelat pekat dengan cita rasa manis legit.
Bahan utama membuat lempok durian adalah daging buah durian serta gula. Keduanya dimasak bersamaan menggunakan kayu bakar dalam waktu lama hingga menyerupai karamel.
Biasanya, lempok durian dimasak turun temurun oleh orang yang menguasai resepnya. Hal ini bermaksud untuk menjaga kualitas rasa lebih autentik.
Ide pembuatan lempok durian Palembang bermula pada 1991 silam, akibat pasokan durian yang melimpah. Supaya tidak busuk, orang-orang di sana mengolahnya menjadi kudapan manis.
Oleh-oleh khas Palembang berikutnya adalah kue 8 jam. Sesuai dengan namanya, kue ini memang dimasak selama delapan jam.
Komposisi utama kue 8 jam terdiri dari tepung terigu, telur ayam, bubuk vanili, margarin, kental manis serta gula pasir, yang dicetak ke dalam loyang berbentuk kotak.
Cita rasa kue 8 jam cenderung manis dan memiliki tekstur kenyal. Dahulu, kue tersebut hanya dapat dinikmati oleh Kesultanan Palembang atau kelompok bangsawan.
Tapi sekarang, kue ini banyak diburu wisatawan untuk dijadikan buah tangan. Sementara oleh penduduk lokal, kue 8 jam kerap disuguhkan sebagai kudapan saat hajat atau lebaran.
Simak oleh-oleh khas Palembang lainnya di halaman berikutnya..
Oleh-oleh Makanan khas Palembang Selain Pempek dan Tekwan
Ilustrasi. Oleh-oleh khas Palembang tak cuma pempek dan tekwan. (iStockphoto/Andri Tirta)
4. Kue maksuba
Kue maksuba atau lapis ala Palembang ini mempunyai makna tersendiri sehingga identik sebagai kue khas hajatan.
Proses mengolah kue maksuba bisa dibilang tidak mudah, sebab harus sangat teliti supaya adonannya tidak gagal.
Bahan dasarnya juga menggunakan telur bebek dalam jumlah besar dan aneka bahan tambahan lain.
Meski tidak memakai bahan pengembang, kue maksuda bisa bertahan sekitar 1 bulan, terutama jika disimpan dalam kulkas.
5. Kemplang
Kemplang merupakan kerupuk yang terbuat dari campuran ikan tenggiri, tepung tapioka, serta garam.
Kerupuk kemplang khas Palembang dibuat tanpa digoreng, melainkan dibakar dan disajikan dengan cocolan sambal.
Sebelumnya, bahan utama kerupuk kemplang menggunakan ikan belida karena bisa menghasilkan rasa lebih gurih alami.
Tapi sayangnya, jenis ikan belida sudah mulai langka sehingga sulit didapat. Padahal, zaman dulu, ikan tersebut sangat mendominasi sungai-sungai di Palembang.
6. Pecah seribu
Ilustrasi. Oleh-oleh khas Palembang tak cuma pempek dan tekwan. (iStockphoto/nawal karimi)
Memiliki nama unik, pecah seribu merupakan sejenis kerupuk ikan yang menyerupai pecahan mangkuk berbentuk bulat.
Proses pembuatan kerupuk pecah seribu juga unik, karena adonannya ditekan-tekan terlebih dulu kemudian digoreng pada minyak panas sampai mengembang.
Sementara untuk bahan baku pecah seribu relatif sama seperti membuat kerupuk pada umumnya.
Harga per kemasan kerupuk ini sangat murah. Cara menikmatinya bisa dengan cuko pempek atau kuah tekwan.