Alopecia, Gangguan Autoimun Penyebab Kebotakan Istri Will Smith

Tim | CNN Indonesia
Senin, 28 Mar 2022 13:30 WIB
Potongan rambut istri Will Smith dijadikan lelucon. Padahal, potongan rambut itu diakibatkan oleh alopecia areata yang dideritanya. Apa itu alopecia? Jada Pinkett Smith diketahui mengidap penyakit autoimun alopecia areata yang menyebabkan kerontokan pada rambut. (REUTERS/ERIC GAILLARD)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rambut Jada Pinkett Smith menjadi bahan candaan Chris Rock di atas panggung Oscar 2022. Hal itu lantas membuat sang suami, Will Smith, naik ke panggung dan menampar Chris Rock seketika.

Jada diketahui telah mencukur habis rambutnya. Hal itu dilakukan Jada karena alopecia areata yang dideritanya sejak lama.

Alopecia areata merupakan salah satu penyakit autoimun yang cukup umum.

Apa Itu Alopecia?

Alopecia areata adalah gangguan autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut tidak terduga.

Mengutip Medical News Today, dalam sebagian besar kasus, kerontokan hanya terjadi di beberapa bagian rambut. Jika dilihat dari atas, akan nampak beberapa bolongan pada bagian rambut.

Namun, dalam beberapa kasus yang lebih parah, kondisi ini dapat menyebabkan kerontokan rambut secara total atau yang dikenal dengan alopecia totalis.

Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja. Namun, sebagian besar kasus terjadi sebelum seseorang menginjak usia 30 tahun.

Penyebab Alopecia Areata

Alopecia Areata - Spot Baldness is a condition in which hair is lost from some or all areas of the body.Ilustrasi. Alopecia areata adalah gangguan autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut. (iStockphoto/gopfaster)

Sebagaimana penyakit autoimun lainnya, alopecia terjadi saat sel-sel darah putih menyerang sel-sel di folikel rambut. Kondisi tersebut memperlambat produksi rambut hingga membuatnya menyusut.

Hingga saat ini, tak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menargetkan folikel rambut dengan cara tersebut.

Para ilmuwan menduga faktor genetik turut berperan dalam kondisi ini. Pasalnya, alopecia lebih mungkin terjadi pada seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit tersebut.

Penelitian lain menemukan bahwa banyak orang dengan riwayat keluarga alopecia atau gangguan autoimun lainnya seperti atopi, juga berisiko mengalami alopecia.

Terlepas dari semuanya, hanya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung pandangan bahwa alopecia disebabkan oleh stres. Kasus stres yang ekstrem diklaim berpotensi memicu kondisi tersebut.

Gejala Alopecia Areata

Gejala alopecia areata yang paling menonjol adalah kerontokan rambut. Mulanya kerontokan mungkin hanya terjadi seukuran koin.

Tak hanya itu, setiap area pertumbuhan rambut juga bisa terpengaruh, termasuk janggut dan bulu mata.

Kerontokan rambut bisa terjadi secara tiba-tiba, berkembang hanya dalam beberapa hari atau selama beberapa pekan. Kerontokan juga bisa disertai rasa gatal atau terbakar di area tersebut.

Selain itu, alopecia areata juga dapat memengaruhi kuku pada jari tangan dan kaki. Berikut beberapa perubahan kecil pada kuku:

- muncul bintik dan garis putih;
- kuku jadi kasar;
- kuku jadi tak berkilau;
- kuku jadi tipis dan terbelah.

Perlu diketahui, penyakit ini tidak membuat folikel rambut tidak hancur. Dengan demikian, rambut bisa tumbuh kembali jika peradangan pada folikel mereda.

Sekitar 30 persen orang dengan alopecia areata menemukan bahwa kondisi tersebut bisa menjadi siklus kerontokan yang terjadi secara berulang.

Sekitar 50 persen pasien sembuh dari alopecia areata selama satu tahun. Sementara sekitar 10 persen di antaranya mengembangkan alopecia totalis, yang menyebabkan kerontokan rambut menyeluruh.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER