Jakarta, CNN Indonesia -- Selamat menyambut Idulfitri! Setelah menahan rindu dua tahun tak mudik ke kampung halaman, rasanya perjuangan terus ketat protokol kesehatan terbayar sehingga masyarakat bisa mudik dan menikmati liburan bersama keluarga.
Namun bukan berarti Anda bisa santai begitu saja ketika bersilaturahmi dengan keluarga sebab virus masih beredar di mana-mana.
Apalagi kegiatan silaturahmi dan sungkem selama perayaan Idulfitri juga acap kali dilakukan dalam jarak dekat. Suasana keakraban dengan keluarga dan handai taulan juga acap kali mendorong masyarakat menjadi lengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu apa saja yang musti dilakukan agar tetap aman dari Covid saat lebaran?
1. Batasi Jumlah Kunjungan
Sebelum pandemi, kita bebas bersilaturahmi Idulfitri dan cakupannya cukup luas. Anda mungkin bisa mengunjungi semua rumah saudara dan menyicip menu-menu Lebaran di sana.
Meski relatif lebih aman, ada baiknya kunjungan dalam rangka silaturahmi dibatasi. Barangkali Anda cukup mengunjungi keluarga atau kerabat yang diprioritaskan.
2. Tetap kenakan masker
Karena dianggap memiliki gejala lebih ringan, orang kerap menyepelekan varian Omicron. Penggunaan masker pun tidak seketat saat marak kasus Covid-19 akibat varian Delta.
Padahal masker jadi salah satu senjata utama melindungi diri sekaligus melindungi keluarga dan kerabat dari penularan. Pastikan masker benar-benar menutupi hidung dan mulut.
Hindari momen-momen ketika membuka masker di dalam ruangan yang penuh orang, seperti mencicipi hidangan atau kue lebaran.
3. Pastikan tangan bersih
Pastikan tangan dalam keadaan bersih apalagi saat sungkem. Sebelum sungkem, sebaiknya cuci tangan apalagi jika Anda sebelumnya dari luar rumah. Seminimal-minimalnya, gunakan hand sanitizer.
Kalau memungkinkan, sebaiknya ganti pakaian terlebih dahulu setelah salat Ied berjamaah. Ini akan memberikan kenyamanan dan keamanan ekstra selain cuci tangan.
Etika Batuk dan Bersin
Menjaga etika batuk dan bersin menjadi salah satu panduan berlebaran aman saat pandemi. (iStockphoto/Rifka Hayati)
4. Bawa hand sanitizer
Kadang cuci tangan tidak memungkinkan dilakukan sehingga Anda memerlukan hand sanitizer. Ini sangat praktis apalagi saat sungkem pada lebih dari satu orang tua.
Penggunaan hand sanitizer sebelum sungkem akan menjaga agar tidak terjadi transfer kuman dari satu tangan ke tangan lain. Pun hand sanitizer praktis digunakan anak-anak yang ingin segera bersantap setelah sungkem.
5. Perhatikan etika batuk dan bersin
Di masa pandemi, terasa menakutkan saat berdekatan dengan mereka yang batuk atau bersin. Wajar, karena Covid-19 ditularkan via tetesan cairan atau droplet orang yang terinfeksi.
Sebaiknya Anda memperhatikan etika batuk dan bersin yakni menutup hidung dan mulut dengan tisu agar cairan tidak menyebar. Kemudian saat batuk atau bersin dan dalam kondisi mengenakan masker, masker jangan sampai dilonggarkan atau dibuka.
6. Sarung tangan tidak disarankan
Sarung tangan dianggap mampu melindungi diri dari virus. Padahal sarung tangan justru akan menjadi wadah penampung virus juga kuman-kuman lain.
Bayangkan, Anda mengenakan sarung tangan lalu bersalaman dengan beberapa orang. Kuman-kuman bakal terkumpul dan bermigrasi pada orang-orang yang disalami.
7. Zakat fitrah cukup transfer
Zakat fitrah umum dimasukkan amplop dan diberikan pada hari Lebaran. Namun sebenarnya zakat jenis ini bisa ditunaikan sejak awal puasa dan paling lambat sebelum salat Ied.
Untuk mengurangi kontak fisik, sebaiknya zakat fitrah dibayarkan via transfer perbankan atau aplikasi pembayaran tertentu.