Indonesia Hanya Punya 2 Jenis Vaksin Hepatitis

CNN Indonesia
Jumat, 13 Mei 2022 18:43 WIB
Penanganan hepatitis sebenarnya telah dilakukan Indonesia sejak lama. Namun, baru ada dua vaksin hepatitis yang tersedia di Indonesia, yakni hepatitis A dan B. Ilustrasi. Baru ada dua vaksin hepatitis yang tersedia di Indonesia, yakni hepatitis A dan B. (iStock/baona)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hepatitis akut masih terus menjadi sorotan. Kehadirannya di tengah masyarakat Indonesia menimbulkan kekhawatiran.

Hepatitis akut pada dasarnya memperlihatkan gejala yang hampir sama dengan jenis hepatitis lainnya. Hanya saja, penyebab hepatitis akut belum diketahui dengan pasti.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu menyebut hepatitis sendiri sebenarnya bukan penyakit baru. Sebelumnya, telah dikenal hepatitis A, B, C, D, dan E. 


"Jadi untuk hepatitis ini sudah lama [penanganannya], bukan hanya saat ini, tapi sudah dari dulu," kata Maxi dalam konferensi pers daring, Kamis (12/5).

Vaksinasi menjadi salah satu cara mencegah hepatitis. Vaksin umumnya diberikan sejak bayi baru lahir secara bertahap.

Kendati demikian, belum semua vaksin untuk masing-masing jenis hepatitis tersedia di Indonesia. Saat ini, yang tersedia hanyalah vaksin untuk hepatitis A dan B.

"Kita memang baru untuk hepatitis B [yang masuk program imunisasi dasar], tapi programnya sudah lama berjalan," kata Maxi.

Vaksin untuk hepatitis B masuk dalam program imunisasi dasar. Artinya, vaksin ini wajib diberikan sejak dini. Sementara vaksin untuk hepatitis A bisa didapatkan secara mandiri di fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Hanya Vaksin Hepatitis B yang Masuk Imunisasi Dasar

hepatitis BIlustrasi. Hanya vaksin hepatitis B yang masuk ke dalam program imunisasi dasar. (iStockphoto/Hailshadow)

Salah satu alasan hanya vaksin hepatitis B yang masuk ke dalam program imunisasi dasar bisa dilihat dari tingkat keparahan penyakit.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa hepatitis A merupakan penyakit yang bersifat 'self limiting disease'. Penyakit ini tidak menyebabkan gangguan kronis seperti kanker hati.

"Hepatitis A adalah penularan melalui fecal oral dan penyakit yang self limiting disease dan tidak menyebabkan penyakit kronik ataupun kanker hati. Penyakit ini tidak berbahaya dan bisa disembuhkan," kata Nadia saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat (13/5).

Sementara hepatitis B tergolong berbahaya dan dapat menyebabkan sirosis hingga kanker hati. Bahkan, kata Nadia, diperkirakan ada 18 juta orang yang terinfeksi Hepatitis B.

Oleh karena itu, imunisasi dengan vaksin hepatitis B masuk dalam daftar imunisasi wajib untuk memproteksi anak dari penyakit tersebut.

Walau demikian, Nadia mempersilakan bagi Anda yang ingin melakukan imunisasi dengan vaksin hepatitis A. Vaksin jenis ini biasanya diberikan dalam dua dosis pada periode usia 2-18 tahun atau orang yang akan bepergian.

"Vaksinnya bisa didapat di faskes swasta dan klinik imunisasi umumnya, tinggal datang dan bilang mau imunisasi vaksin hepatitis A," kata dia.

(tst/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER