Waspada 5 Penyakit Akibat Banjir, Ditularkan Lewat Air
CNN Indonesia
Selasa, 24 Mei 2022 13:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Ada beberapa penyakit akibat banjir yang bisa timbul dalam kondisi seperti banjir rob Semarang. (CNN Indonesia/ Damar)
Jakarta, CNN Indonesia --
Banjir robyang disebabkan oleh naiknya permukaan air laut melanda kawasan Semarang, Jawa Tengah. Banjir bahkan meluas ke beberapa daerah di sekitarnya seperti Demak.
Selain mewaspadai banjir, Anda juga perlu berhati-hati terhadap risiko berbagai penyakityang disebabkan oleh banjir.
Kondisi banjir sendiri memang diketahui rentan menimbulkan sejumlah penyakit. Banjir membuat lingkungan menjadi lebih kotor dari biasanya dan menjadi tempat yang tepat bagi kuman untuk berkembang biak.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa banjir bisa meningkatkan risiko penyakit infeksi. Khususnya, yang disebabkan oleh kontaminasi fasilitas air minum.
Berikut beberapa di antaranya.
1. Leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Virus ini ditemukan pada hewan pengerat seperti tikus dan anjing.
Penyakit ini bisa ditularkan langsung oleh air yang terkontaminasi bakteri. Sebagaimana diketahui, kondisi seperti banjir rob Semarang bisa membuat air membawa banyak benda kotor seperti kotoran.
Ilustrasi. Ada beberapa penyakit akibat banjir yang bisa timbul dalam kondisi seperti banjir rob Semarang. (Istockphoto/ Paul Bradbury)
Penyakit ini akan menimbulkan gejala seperti berikut:
- demam tinggi; - sakit kepala; - mual dan muntah; - diare; - mata merah; - nyeri otot; - sakit perut; - bintik merah pada kulit.
Gejala leptospirosis umumnya muncul dua hari hingga empat pekan setelah terpapar bakteri.
2. Diare
Bukan rahasia lagi, diare jadi salah satu penyakit akibat banjir yang paling umum. Seseorang bisa dikatakan diare jika buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari.
Selain itu, diare juga biasanya ditandai dengan tekstur feses yang lebih encer.
Air yang tidak bersih atau terkontaminasi menjadi salah satu faktor risiko diare.
Simak penyakit akibat banjir lainnya di halaman berikutnya..
3. Kolera
Sama seperti dua di atas, kolera adalah penyakit yang menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri. Penyakit ini disebabkan oleh Vibrio cholerae yang biasa ditemukan di lingkungan kotor, seperti saat banjir.
Diare menjadi salah satu gejala utama kolera. Selain diare, pasien juga biasanya mengalami mual, muntah, dan kram perut.
Segera temui dokter jika mengalami gejala dehidrasi seperti mulut kering, sangat haus, tubuh lesu, dan lain-lain.
Tetanus adalah penyakit infeksi bakteri yang menyebabkan otot terasa kaku. Jika tak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa menyebat ke seluruh tubuh.
Meski tidak menyebabkan secara langsung, namun banjir menjadi salah satu faktor risiko tetanus.
Bakteri penyebab tetanus bisa ditemukan di air banjir. Bakteri ini bisa masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka yang tak sengaja terendam banjir.
Untuk itu, saat banjir melanda, segera bersihkan luka dan tutup dengan baik. Usahakan agar luka terbuka tidak berkontak langsung dengan air banjir.
5. Hepatitis A
Penyakit akibat banjir selanjutnya adalah hepatitis A. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini menyerang organ hati.
Penyakit ini bisa ditularkan melalui makanan dan air minum yang terkontaminasi virus yang berkembang dalam lingkungan kotor, salah satunya seperti pada kondisi banjir rob Semarang.
Jakarta, CNN Indonesia --
Banjir robyang disebabkan oleh naiknya permukaan air laut melanda kawasan Semarang, Jawa Tengah. Banjir bahkan meluas ke beberapa daerah di sekitarnya seperti Demak.
Selain mewaspadai banjir, Anda juga perlu berhati-hati terhadap risiko berbagai penyakityang disebabkan oleh banjir.
Kondisi banjir sendiri memang diketahui rentan menimbulkan sejumlah penyakit. Banjir membuat lingkungan menjadi lebih kotor dari biasanya dan menjadi tempat yang tepat bagi kuman untuk berkembang biak.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa banjir bisa meningkatkan risiko penyakit infeksi. Khususnya, yang disebabkan oleh kontaminasi fasilitas air minum.
Berikut beberapa di antaranya.
1. Leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Virus ini ditemukan pada hewan pengerat seperti tikus dan anjing.
Penyakit ini bisa ditularkan langsung oleh air yang terkontaminasi bakteri. Sebagaimana diketahui, kondisi seperti banjir rob Semarang bisa membuat air membawa banyak benda kotor seperti kotoran.
Ilustrasi. Ada beberapa penyakit akibat banjir yang bisa timbul dalam kondisi seperti banjir rob Semarang. (Istockphoto/ Paul Bradbury)
Penyakit ini akan menimbulkan gejala seperti berikut:
- demam tinggi; - sakit kepala; - mual dan muntah; - diare; - mata merah; - nyeri otot; - sakit perut; - bintik merah pada kulit.
Gejala leptospirosis umumnya muncul dua hari hingga empat pekan setelah terpapar bakteri.
2. Diare
Bukan rahasia lagi, diare jadi salah satu penyakit akibat banjir yang paling umum. Seseorang bisa dikatakan diare jika buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari.
Selain itu, diare juga biasanya ditandai dengan tekstur feses yang lebih encer.
Air yang tidak bersih atau terkontaminasi menjadi salah satu faktor risiko diare.
Simak penyakit akibat banjir lainnya di halaman berikutnya..
Waspada 5 Penyakit Akibat Banjir, Ditularkan Lewat Air Minum
Ilustrasi. Ada beberapa penyakit yang bisa timbul akibat kondisi seperti banjir rob Semarang. (iStock/AgFang)
3. Kolera
Sama seperti dua di atas, kolera adalah penyakit yang menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri. Penyakit ini disebabkan oleh Vibrio cholerae yang biasa ditemukan di lingkungan kotor, seperti saat banjir.
Diare menjadi salah satu gejala utama kolera. Selain diare, pasien juga biasanya mengalami mual, muntah, dan kram perut.
Segera temui dokter jika mengalami gejala dehidrasi seperti mulut kering, sangat haus, tubuh lesu, dan lain-lain.
Tetanus adalah penyakit infeksi bakteri yang menyebabkan otot terasa kaku. Jika tak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa menyebat ke seluruh tubuh.
Meski tidak menyebabkan secara langsung, namun banjir menjadi salah satu faktor risiko tetanus.
Bakteri penyebab tetanus bisa ditemukan di air banjir. Bakteri ini bisa masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka yang tak sengaja terendam banjir.
Untuk itu, saat banjir melanda, segera bersihkan luka dan tutup dengan baik. Usahakan agar luka terbuka tidak berkontak langsung dengan air banjir.
5. Hepatitis A
Penyakit akibat banjir selanjutnya adalah hepatitis A. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini menyerang organ hati.
Penyakit ini bisa ditularkan melalui makanan dan air minum yang terkontaminasi virus yang berkembang dalam lingkungan kotor, salah satunya seperti pada kondisi banjir rob Semarang.