Renungan Harian Katolik 29 Mei 2022: Dengarkan dengan Telinga dan Hati
CNN Indonesia
Minggu, 29 Mei 2022 04:19 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Dalam renungan harian Katolik 29 Mei 2022, Anda diajak untuk lebih banyak mendengarkan demi terciptanya komunikasi yang damai. (AFP/LUDOVIC MARIN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Selamat Hari Komunikasi Sosial Sedunia! Berdasarkan pesan Paus Fransiskus awal tahun ini, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengangkat tema "Mendengarkan dengan Telinga Hati" untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-56.
Dalam renungan harian Katolik 29 Mei 2022, Anda diajak untuk lebih banyak mendengarkan demi tercipta komunikasi yang mendamaikan dan menyatukan.
Bacaan I
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah Para Rasul 7: 55-60
Di hadapan Mahkamah Agama Yahudi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; ia melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
Maka katanya, "Sungguh, aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."
Maka berteriak-teriaklah pada anggota mahkamah, dan sambil menutup telinga serentak menyerbu Stefanus.
Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.
Sementara dilempari baru, Stefanus berdoa, "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku!". Dan sambil berlutut Stefanus berseru dengan suara nyaring, "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!". Dan dengan perkataan itu meninggal-lah Stefanus.
Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi para pengikut-Nya, "Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga ada di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang mengutus Aku.
Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku,
supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku, dan bahwa Engkau mengasihi mereka sama seperti Engkau mengasihi Aku.
Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, yakni mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku,
agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.
Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;
dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka, dan Aku akan memberitahukan nama-Mu kepada mereka, dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."
Demikianlah Sabda Tuhan U: Terpujilah Kristus
Simak renungan Katolik 29 Mei 2022 selengkapnya di halaman berikutnya..
Mendengarkan adalah bagian dari komunikasi. Komunikasi tentu tidak akan berjalan sebagaimana mestinya saat salah satu pihak tidak mau mendengarkan. Dengan belajar mendengarkan, iman akan semakin dikuatkan.
Seperti dilansir dari laman resmi Komisi Kateketik KWI, Paus mengutip Santo Paulus dengan catatannya bahwa "iman timbul dari pendengaran". Paus pun beropini untuk "mendengarkan sesuai dengan gaya rendah hati Tuhan".
Apakah memungkinkan buat manusia menirukan gaya rendah hati Tuhan?
Cukup sulit menyelami jalan pikiran Tuhan, apalagi bermodal pikiran manusia yang serba terbatas. Kisah Stefanus sedikit banyak membuktikan bahwa aktivitas mendengarkan memerlukan keterbukaan hati, kasih, dan rasa percaya akan Allah Bapa.
Seringkali yang terjadi adalah orang menuntut untuk terus didengarkan dan jarang atau nyaris tidak pernah mau mendengarkan. Diskusi atau dialog berakhir dengan perang mulut, tidak ada yang mau mengalah.
Paus Fransiskus bersikeras bahwa "mendengarkan adalah unsur pertama yang sangat diperlukan dari dialog dan komunikasi yang baik."
Saat ada kemauan dan praktik mendengarkan yang baik, tercipta komunikasi yang mempersatukan, menciptakan kerukunan, dan kedamaian.
Ini pula yang diungkapkan Yesus dalam Injil di renungan harian Katolik 29 Mei 2022.
"Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku,.."
Jakarta, CNN Indonesia --
Selamat Hari Komunikasi Sosial Sedunia! Berdasarkan pesan Paus Fransiskus awal tahun ini, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengangkat tema "Mendengarkan dengan Telinga Hati" untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-56.
Dalam renungan harian Katolik 29 Mei 2022, Anda diajak untuk lebih banyak mendengarkan demi tercipta komunikasi yang mendamaikan dan menyatukan.
Bacaan I
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah Para Rasul 7: 55-60
Di hadapan Mahkamah Agama Yahudi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; ia melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
Maka katanya, "Sungguh, aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."
Maka berteriak-teriaklah pada anggota mahkamah, dan sambil menutup telinga serentak menyerbu Stefanus.
Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.
Sementara dilempari baru, Stefanus berdoa, "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku!". Dan sambil berlutut Stefanus berseru dengan suara nyaring, "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!". Dan dengan perkataan itu meninggal-lah Stefanus.
Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi para pengikut-Nya, "Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga ada di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang mengutus Aku.
Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku,
supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku, dan bahwa Engkau mengasihi mereka sama seperti Engkau mengasihi Aku.
Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, yakni mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku,
agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.
Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;
dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka, dan Aku akan memberitahukan nama-Mu kepada mereka, dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."
Demikianlah Sabda Tuhan U: Terpujilah Kristus
Simak renungan Katolik 29 Mei 2022 selengkapnya di halaman berikutnya..
Renungan Harian Katolik 29 Mei 2022
Ilustrasi. Dalam renungan harian Katolik 29 Mei 2022, Anda diajak untuk lebih banyak mendengarkan demi terciptanya komunikasi yang damai. (Unsplash/Jeff Sheldon)
Mendengarkan adalah bagian dari komunikasi. Komunikasi tentu tidak akan berjalan sebagaimana mestinya saat salah satu pihak tidak mau mendengarkan. Dengan belajar mendengarkan, iman akan semakin dikuatkan.
Seperti dilansir dari laman resmi Komisi Kateketik KWI, Paus mengutip Santo Paulus dengan catatannya bahwa "iman timbul dari pendengaran". Paus pun beropini untuk "mendengarkan sesuai dengan gaya rendah hati Tuhan".
Apakah memungkinkan buat manusia menirukan gaya rendah hati Tuhan?
Cukup sulit menyelami jalan pikiran Tuhan, apalagi bermodal pikiran manusia yang serba terbatas. Kisah Stefanus sedikit banyak membuktikan bahwa aktivitas mendengarkan memerlukan keterbukaan hati, kasih, dan rasa percaya akan Allah Bapa.
Seringkali yang terjadi adalah orang menuntut untuk terus didengarkan dan jarang atau nyaris tidak pernah mau mendengarkan. Diskusi atau dialog berakhir dengan perang mulut, tidak ada yang mau mengalah.
Paus Fransiskus bersikeras bahwa "mendengarkan adalah unsur pertama yang sangat diperlukan dari dialog dan komunikasi yang baik."
Saat ada kemauan dan praktik mendengarkan yang baik, tercipta komunikasi yang mempersatukan, menciptakan kerukunan, dan kedamaian.
Ini pula yang diungkapkan Yesus dalam Injil di renungan harian Katolik 29 Mei 2022.
"Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku,.."