Jangan Gonta-ganti Pasangan Kalau Tak Mau Kena Kutil Kelamin Wanita

tim | CNN Indonesia
Rabu, 15 Jun 2022 19:50 WIB
Jangan pikir penyakit kelamin cuma mengintai pria. Wanita juga rentan alami masalah penyakit kelamin seperti genital warts atau kutil kelamin. Jangan pikir penyakit kelamin cuma mengintai pria. Wanita juga rentan alami masalah penyakit kelamin seperti genital warts atau kutil kelamin.( iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jangan pikir penyakit kelamin cuma mengintai pria. Wanita juga rentan alami masalah penyakit kelamin seperti genital warts atau kutil kelamin.

Masalah penyakit kelamin ini terutama menyerang wanita yang aktif secara seksual dan gemar berganti pasangan. Tak cuma itu, penyakit ini juga bisa menyerang wanita yang tidak menjaga kebersihan dan kesehatan organ intimnya.

"Kutil kelamin ini di Indonesia punya banyak nama, dari mulai jengger ayam sampai penyakit kembang kol karena bentuknya memang mirip kembang kol apalagi kalau sudah tumbuh banyak di area kelamin wanita," kata dokter spesialis kulit dan kelamin dari Klinik Pramudia Amelia Soebyanto dalam webinar Kupas tuntas Genital Warts pada perempuan, Rabu (15/6).

Sepanjang 2001 hingga 2012 saja kasus genital warts atau kutil kelamin ini bisa mencapai 120 kasus per 100 ribu setiap tahunnya. Rata-rata penyakit kutil kelamin ini dialami oleh wanita usia 24 tahun.


Di Indonesia, kasus infeksi menular Seksual (IMS) yang dilaporkan oleh 12 Rumah Sakit Pendidikan mulai tahun 2007 hingga 2011 juga menunjukkan bahwa angka kejadian genital warts menduduki peringkat tiga terbesar dari keseluruhan penyakit kelamin yang dilaporkan.

"Dengan distribusi terbanyak ditemukan pada perempuan sebanyak 62,5 persen usia 25-45 tahun," kata dia.

Amelia mengakui hingga saat ini belum ada data akurat yang terbaru terkait penularan penyakit kutil kelamin ini.

"Untuk data terbaru memang belum ada, tapi bisa dipastikan kutil kelamin ini masuk tiga besar penyakit kelamin yang banyak diderita di Indonesia, terutama wanita," kata dia.

Bukan cuma itu, Amelia juga menyebut penyakit ini tidak bisa sembuh sepenuhnya jika pasien tidak mengubah gaya hidup mereka. Risiko kambuh sangat besar jika orang tersebut hobi berganti pasangan atau melakukan seks bebas.

"Untuk menghindari penyakit ini hanya satu, setia saja dengan satu pasangan dan konsen dengan kebersihan masing-masing, harus terbuka juga dengan partner seks Anda," kata dia.

(tst/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER