Studi: Omicron BA.4 dan BA.5 Lolos dari Antibodi Vaksin Sinopharm

CNN Indonesia
Jumat, 24 Jun 2022 09:30 WIB
Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ditemukan lolos dari antibodi yang diberikan vaksin Covid-19 Sinopharm. Ilustrasi. Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ditemukan lolos dari antibodi yang diberikan vaksin Covid-19 Sinopharm. (iStock/eclipse_images)
Jakarta, CNN Indonesia --

Karakteristik subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 masih terus dipelajari. Teranyar, subvarian tersebut ditemukan lolos dari antibodi yang diberikan vaksin Covid-19 Sinopharm.

Hal tersebut ditemukan dalam sebuah penelitian kecil di China. Melansir Reuters, studi menemukan bahwa antibodi penawar terhadap beberapa subvarian Omicron, termasuk BA.4 dan BA.5, sebagian besar tak terdeteksi setelah dua dosis suntikan vaksin Sinopharm.

Vaksin BBIBP-CorV merupakan salah satu dari dua jenis vaksin Sinopharm yang disetujui digunakan di China.


Studi melibatkan sebanyak 25 orang yang menerima dua dosis vaksin tersebut. Ditemukan bahwa aktivitas penetralan terhadap subvarian Omicron tidak terdeteksi.

"Kami menemukan bahwa dua dosis BBIBP-CorV tidak mendorong aktivitas penetral terhadap subvarian omicron," tulis para peneliti dalam hasil studi yang dipublikasikan di jurnal The Lancet.

Beberapa subvarian Omicron tersebut diantaranya:

- BA.1
- BA.2
- BA.2.11
- BA. 2. 12. 1
- BA.2.13
- BA.4/BA.5

Aktivitas penetralisir terhadap subvarian tersebut diamati hanya terjadi pada 24-48 persen subjek penelitian.

Studi juga mengamati 30 subjek pasien yang mendapatkan suntikan vaksin booster alias dosis ketiga dari vaksin lain yang dikembangkan Anhui Zhifei Longcom atau Zififax.

covid omicron variant alert street signIlustrasi. Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ditemukan lolos dari antibodi yang diberikan vaksin Covid-19 Sinopharm. (iStockphoto/franckreporter)

Pada kelompok yang kedua, aktivitas penetralisir ditemukan sedikit meningkat. Aktivitas tersebut diamati terjadi pada 30-53 persen subjek pasien.

Kehadiran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 memang menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Meski gejalanya diduga cukup ringan, namun subvarian ditemukan menular lebih cepat.

Tak cuma itu, subvarian tersebut juga disebut-sebut sebagai 'biang kerok' kembali melonjaknya angka kasus Covid-19 di Indonesia. Hingga saat ini, tercatat 57 pasien terinfeksi Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

(tim/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER