Jakarta, CNN Indonesia -- Ada apa sih di Kulon Progo? Tanda tanya ini muncul saat tahu bahwa 'pintu masuk' Yogyakarta satu ini dianggap jauh dari pusat kota.
Namun, siapa sangka, justru wilayah di barat Sungai Progo ini menyimpan destinasi-destinasi wisata yang apik. Berikut beberapa rekomendasi wisata di Kulon Progo.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Joko Mursito, ada dua kekuatan yang dimiliki Kulon Progo. Kedua kekuatan itu diantaranya alam dan budaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Budaya sangat kuat dan alam sangat mendukung. Itulah modal kami. Kami ingin seperti gudeg yang dikemas dengan kaleng atau spaghetti yang dikemas daun pisang. Maknanya, kami ingin kearifan lokal diangkat betul-betul dengan kemasan internasional atau isi internasional tapi disajikan secara lokal," kata Joko saat ditemui di kompleks Gua Kiskendo, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo, DI Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Rekomendasi Wisata Kulon Progo
Dari sekian banyak destinasi wisata di Kulon Progo, CNNIndonesia.com merekomendasikan beberapa yang wajib dikunjungi.
1. Desa Wisata Purwosari
Rasanya tiap kecamatan di Kabupaten Kulon Progo memiliki desa wisata. Salah satunya adalah Desa Wisata Purwosari.
Desa ini menawarkan paket wisata lengkap mencakup alam, seni, dan budaya. Wisata alam di Desa Purwosari antara lain Gua Kidang Kencana, ayunan langit Watu Jaran, dan kebun teh 'Gumilir'.
Anda juga bisa mengikuti workshop kostum dan tari Angguk Baik khas Kulon Progo, serta mencoba beberapa dolanan bocah [mainan anak] tradisional.
Akan tetapi yang cukup menarik perhatian adalah kulinernya. Desa Wisata Purwosari siap menjamu pengunjung dengan nuk santri.
Nuk santri adalah beberapa porsi nasi yang dibungkus daun pisang, lengkap dengan lauk pauk berupa sayur pepaya muda, sayuran rebus dan bumbu urap yang terbuat dari kelapa muda, tahu dan tempe bumbu bacem, serta peyek wader (sejenis ikan yang diasinkan) sebagai tambahan.
2. Kebun Teh 'Gumilir'
 Ilustrasi. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari) |
Meski tak seluas Kebun Teh Nglinggo, Kebun Teh Gumilir cocok jadi rekomendasi wisata Kulon Progo selanjutnya. Terletak di Desa Wisata Purwosari, di kebun teh ini Anda bisa melakukan tea walk sekaligus melihat proses pengolahan teh hijau secara tradisional.
Sang pemilik, Sarimin bercerita bahwa kebun teh miliknya ini sudah mampu menghantar anaknya lulus perguruan tinggi.
Perjalanannya tidak mudah sebab panen teh sempat tidak dihargai dengan harga layak. Sarimin pun bertekad mengolah kebun teh ini secara mandiri. Semua proses pengolahan dijalankan secara tradisional.
"Saya olah tradisional pakai kuali sangrai [dipanaskan] dengan kayu. Ternyata ada penggemarnya, katanya enak, ada aroma sangit [aroma khas yang tercipta dari kayu yang dibakar]," ujar Sarimin saat ditemui di kediamannya yang bersebelahan dengan kebun teh.
Tiap kilogram teh olahan tradisional ini dihargai Rp200 ribu. Kemudian untuk teh olahan non tradisional atau proses sangrai dengan kuali besi dan kompor dibanderol Rp17.500 per kilogram.
3. Ekowisata Sungai Mudal
 (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari) |
Ingin wisata air paket lengkap? Anda cukup menyambangi Ekowisata Sungai Mudal. Destinasi wisata ini berada di Pedukuhan Banyunganti dan Pedukuhan Gunung Kelir, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo.
Disebut paket lengkap sebab di sini Anda bisa menikmati air terjun, kolam pemandian alami, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak, area berkemah hingga berbagai spot foto 'Instagrammable'. Semuanya bisa diperoleh hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp10 ribu.
Mudal sendiri merupakan sumber mata air yang tak pernah kering meski melewati musim kemarau. Tak heran sumber air ini jadi andalan sumber air bersih warga setempat.
Simak rekomendasi wisata Kulon Progo lainnya di halaman berikutnya..
Rekomendasi Wisata Kulon Progo, Cocok buat Healing
Gua Kiskendo, salah satu rekomendasi wisata Kulon Progo. (CNN Indonesia/Elise Dwi)
4. Gua Kiskendo
Masih di Desa Jatimulyo, Anda sebaiknya meneruskan perjalanan ke Gua Kiskendo. Gua sedalam 1,5 km dari permukaan tanah ini memiliki arsitektur stalaktit dan stalagmit yang indah.
Anda ditantang untuk menaklukkan kontur gua yang beragam, mulai dari jalur menanjak yang curam hingga jalur sempit yang membuat Anda harus berjongkok.
Masyarakat setempat meyakini Gua Kiskendo merupakan lokasi pertarungan Subali melawan Mahesa Sura dan Lembu Sura. Kisahnya disajikan dalam sendratari Subali-Sugriwa yang biasa dihadirkan setiap sebulan sekali di area gerbang utama wisata Gua Kiskendo.
5. Kalibiru
 Suasana di kawasan Kalibiru, salah satu rekomendasi wisata Kulon Progo. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari) |
Tak hanya wisata bawah tanah, Kulon Progo pun menawarkan wisata dari ketinggian, salah satunya Kalibiru. Objek wisata ini terletak di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap.
Untuk menuju ke lokasi, Anda perlu membawa kendaraan sendiri atau menyewa kendaraan dari Kota Yogyakarta atau pusat Kabupaten Kulon Progo.
Kalibiru dikelola langsung oleh kelompok tani setempat. Menurut Walini, salah satu anggota Kelompok Tani Dusun Kalibiru, objek wisata Kalibiru kali pertama dibuka pada 2010. Lokasi ini sempat mencapai puncak popularitas pada 2014 berkat kekuatan media sosial.
"Pandemi itu [aktivitas] wisata setop, lalu mulai lagi Lebaran tahun ini," katanya saat ditemui di Kalibiru.
Kunjungan ke Kalibiru membuat Anda bisa menikmati lanskap Kulon Progo lengkap dengan pemandangan Waduk Sermo. Jangan lupa berfoto di atas pohon sebagai salah satu spot favorit untuk mengabadikan kunjungan. Tak perlu khawatir sebab ada perlengkapan keamanan dan petugas yang siap membantu.
Untuk tiket masuk, Anda cukup mengeluarkan Rp10 ribu. Namun, Anda juga bisa mengambil paket sebesar Rp25 ribu sehingga bisa menikmati semua fasilitas termasuk spot foto.
6. Pantai Glagah
 Menyusuri sekitaran Pantai Glagah dengan mobil jip, salah satu rekomendasi wisata Kulon Progo. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari) |
Pantai Glagah boleh dibilang berbeda dengan pantai-pantai lain di kawasan DI Yogyakarta. Di sini terdapat laguna yang terbentuk dari air laut, yang dipisahkan oleh pemecah ombak.
Air asin di laguna cenderung tenang sebab deburan ombak menghantam gugusan beton seberat 3-5 ton. Di sekitar laguna, wisatawan bisa bersantai sembari menikmati sajian dari warung-warung milik warga. Di malam hari, suasana di sekitar laguna pun jadi lebih syahdu.
Jika ingin sensasi yang lebih menantang, sebaiknya Anda mengambil short trip bersama komunitas jeep wisata setempat, salah satunya komunitas Jeep Wisata Glagah (Jewiga).
Anda bisa menyusuri kawasan sekitar pantai sembari melintasi jalur-jalur tak biasa (off-road). Jeep akan membawa Anda melewati jalur mulai dari gundukan yang cukup tinggi hingga sedikit 'menyicip' air di pinggir laguna.
Biayanya Rp200 ribu per jeep untuk short trip Pantai Glagah, Rp350 ribu untuk yang lengkap dengan jalur off-road. Sementara untuk long trip Kalibiru-Pantai Glagah, jeep bisa disewa dengan harga Rp750 ribu.
"Kalau rame-rame jatuhnya murah. Per jeep bisa 4 orang," jelas Fathul Niam, salah satu anggota komunitas Jewiga di sela long trip ke Kalibiru pada Rabu (15/6).