7 Penyakit Setelah Idul Adha: Kolesterol Tinggi sampai Dehidrasi
CNN Indonesia
Minggu, 17 Jul 2022 13:25 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sejumlah penyakit muncul ketika Anda terlalu banyak mengonsumsi daging. Ada beberapa penyakit setelah Idul Adha yang dialami beberapa orang.(iStock/patrickheagney)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ada beberapa penyakit setelah Idul Adhayang dialami beberapa orang. Penyakit ini kebanyakan disebabkan oleh 'kesalahan' makan ataupun gaya hidup yang sembarangan saat Idul Adha.
Sejumlah penyakit pun muncul ketika Anda terlalu banyak mengonsumsi daging kambing atau daging sapi saat hari raya.
Berikut beberapa penyakit setelah Idul Adha yang kerap muncul:
Kelezatan daging perlu diimbangi dengan kewaspadaan akan kenaikan kadar kolesterol.
Daging kurban termasuk dalam kelompok daging merah seperti daging sapi, daging kambing dan daging domba. Konsumsi daging merah bisa memicu kenaikan kolesterol.
Namun studi yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition membuktikan, baik daging merah dan daging putih (unggas) sama-sama punya dampak kenaikan kolesterol.
Mengutip berbagai sumber, peneliti menyarankan untuk mengurangi konsumsi daging merah dan putih untuk menurunkan kadar kolesterol.
Ada ciri-ciri kolesterol naik usai makan daging kambing di Idul Adha yang menjadi penyakit setelah Idul Adha.
Kelezatan daging perlu diimbangi dengan kewaspadaan akan kenaikan kadar kolesterol. (cegoh/Pixabay)
2. Masalah pencernaan
Salah satu konsekuensi dari makan terlalu banyak daging adalah Anda cenderung makan lebih sedikit makanan lain,termasuk serat. Akibatnya, Anda mungkin merasa kembung, atau menderita sembelit atau diare, akibat pencernaan yang buruk.
Daging mengandung banyak nutrisi, tetapi yang penting hilang adalah serat, suatu bentuk karbohidrat yang tidak dapat dicerna yang penting untuk pencernaan dan pengaturan gula darah.
3. Berat badan naik
Memang benar bahwa diet tinggi protein dapat membantu tujuan penurunan berat badan dengan membantu Anda tetap kenyang lebih lama setelah makan, dan memberikan sedikit keuntungan untuk pembakaran kalori karena termogenesis.
Tetapi jika itu termasuk protein hewani, penting untuk menyadari bahwa jenis daging tertentu bisa sangat padat kalori, artinya mereka mengemas lebih banyak kalori per gigitan daripada makanan lain (seperti sayuran, misalnya).
Jadi, jika Anda mencoba menurunkan berat badan, pilihlah daging sapi dan unggas tanpa lemak, atau ikan, yang semuanya cenderung memiliki lebih sedikit kalori per sajian.
Efek samping lain dari semua protein dalam makanan yang kaya daging adalah dibutuhkannya banyak air tubuh untuk memprosesnya, membuat Anda dehidrasi.
Rekomendasi resmi untuk protein hanya sekitar 0,36 gram per pon berat badan bagi kebanyakan orang yang tidak banyak bergerak yang menjadikan ini sebagai penyakit setelah Idul Adha.
Penelitian secara konsisten mengaitkan konsumsi daging merah dan olahan yang lebih tinggi dengan peningkatan risiko kanker tertentu, serta penyakit kardiovaskular.
Pakar medis dan ahli gizi arus utama terus merekomendasikan makan daging dalam jumlah sedang untuk meminimalkan risiko penyakit kronis.
6. Meningkatkan risiko diabetes tipe-2
Meningkatnya risiko diabetes juga menjadi salah satu dampak konsumsi daging merah berlebih. Hal ini ditemukan dalam sebuah laporan yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine.
"Secara khusus, sebanyak 3,5 ons daging merah atau 1,8 ons daging olahan setiap hari dapat meningkatkan risiko diabetes masing-masing 19 persen dan 51 persen," ujar ahli endokrinologi, Dan Nadeu.
Infografis Kenali Dehidrasi Dengan Air Seni. (Laudy Gracivia0
7. Mengeraskan pembuluh darah
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine menemukan senyawa dalam daging merah yang disebut karnitin dapat memicu aterosklerosis atau pengerasan dan penyumbatan pembuluh darah.
Penelitian ini menemukan bahwa karnitin diubah menjadi senyawa yang merusak jantung, trimetilamina-N-oksida (TMAO), melalui bakteri di usus. Peningkatan kadar karnitin ditemukan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Itulah penyakit setelah Idul Adha yang mungkin menyerang, jadi berhati-hatilah.
Jakarta, CNN Indonesia --
Ada beberapa penyakit setelah Idul Adhayang dialami beberapa orang. Penyakit ini kebanyakan disebabkan oleh 'kesalahan' makan ataupun gaya hidup yang sembarangan saat Idul Adha.
Sejumlah penyakit pun muncul ketika Anda terlalu banyak mengonsumsi daging kambing atau daging sapi saat hari raya.
Berikut beberapa penyakit setelah Idul Adha yang kerap muncul:
Kelezatan daging perlu diimbangi dengan kewaspadaan akan kenaikan kadar kolesterol.
Daging kurban termasuk dalam kelompok daging merah seperti daging sapi, daging kambing dan daging domba. Konsumsi daging merah bisa memicu kenaikan kolesterol.
Namun studi yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition membuktikan, baik daging merah dan daging putih (unggas) sama-sama punya dampak kenaikan kolesterol.
Mengutip berbagai sumber, peneliti menyarankan untuk mengurangi konsumsi daging merah dan putih untuk menurunkan kadar kolesterol.
Ada ciri-ciri kolesterol naik usai makan daging kambing di Idul Adha yang menjadi penyakit setelah Idul Adha.
Kelezatan daging perlu diimbangi dengan kewaspadaan akan kenaikan kadar kolesterol. (cegoh/Pixabay)
2. Masalah pencernaan
Salah satu konsekuensi dari makan terlalu banyak daging adalah Anda cenderung makan lebih sedikit makanan lain,termasuk serat. Akibatnya, Anda mungkin merasa kembung, atau menderita sembelit atau diare, akibat pencernaan yang buruk.
Daging mengandung banyak nutrisi, tetapi yang penting hilang adalah serat, suatu bentuk karbohidrat yang tidak dapat dicerna yang penting untuk pencernaan dan pengaturan gula darah.
3. Berat badan naik
Memang benar bahwa diet tinggi protein dapat membantu tujuan penurunan berat badan dengan membantu Anda tetap kenyang lebih lama setelah makan, dan memberikan sedikit keuntungan untuk pembakaran kalori karena termogenesis.
Tetapi jika itu termasuk protein hewani, penting untuk menyadari bahwa jenis daging tertentu bisa sangat padat kalori, artinya mereka mengemas lebih banyak kalori per gigitan daripada makanan lain (seperti sayuran, misalnya).
Jadi, jika Anda mencoba menurunkan berat badan, pilihlah daging sapi dan unggas tanpa lemak, atau ikan, yang semuanya cenderung memiliki lebih sedikit kalori per sajian.
Banyak minum air supaya tidak dehidrasi. (congerdesign/Pixabay)
4. Dehidrasi
Efek samping lain dari semua protein dalam makanan yang kaya daging adalah dibutuhkannya banyak air tubuh untuk memprosesnya, membuat Anda dehidrasi.
Rekomendasi resmi untuk protein hanya sekitar 0,36 gram per pon berat badan bagi kebanyakan orang yang tidak banyak bergerak yang menjadikan ini sebagai penyakit setelah Idul Adha.
Penelitian secara konsisten mengaitkan konsumsi daging merah dan olahan yang lebih tinggi dengan peningkatan risiko kanker tertentu, serta penyakit kardiovaskular.
Pakar medis dan ahli gizi arus utama terus merekomendasikan makan daging dalam jumlah sedang untuk meminimalkan risiko penyakit kronis.
6. Meningkatkan risiko diabetes tipe-2
Meningkatnya risiko diabetes juga menjadi salah satu dampak konsumsi daging merah berlebih. Hal ini ditemukan dalam sebuah laporan yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine.
"Secara khusus, sebanyak 3,5 ons daging merah atau 1,8 ons daging olahan setiap hari dapat meningkatkan risiko diabetes masing-masing 19 persen dan 51 persen," ujar ahli endokrinologi, Dan Nadeu.
Infografis Kenali Dehidrasi Dengan Air Seni. (Laudy Gracivia0
7. Mengeraskan pembuluh darah
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine menemukan senyawa dalam daging merah yang disebut karnitin dapat memicu aterosklerosis atau pengerasan dan penyumbatan pembuluh darah.
Penelitian ini menemukan bahwa karnitin diubah menjadi senyawa yang merusak jantung, trimetilamina-N-oksida (TMAO), melalui bakteri di usus. Peningkatan kadar karnitin ditemukan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Itulah penyakit setelah Idul Adha yang mungkin menyerang, jadi berhati-hatilah.