Ogah seperti Hawaii, Pantai Kuta, Seminyak, dan Legian Bersolek
CNN Indonesia
Kamis, 29 Sep 2022 11:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pantai Kuta, Bali. (Foto: CNN Indonesia/Artho Viando)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali melakukan penataan obyek wisata Pantai Kuta, Seminyak, Legian atau disebut Pantai Samigita. Ketiga pantai itu bersolek demi membuat wisatawan lebih tertarik datang berkunjung.
Penataan Pantai Samigita ini mengambil konsep blue ekonomi dan eco-arsitektur, dengan melaksanakan pemeliharaan biota laut dan pemberdayaan laut untuk masyarakat setempat.
"Berkenan dengan penataan Pantai Samigita, adalah Seminyak, Legian, Kuta ini, kami harus mengambil langkah berkenaan dengan bangkit cepat tumbuh kuat, mau tidak mau, kita harus memberikan pelayanan yang bagus," kata Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, saat ditemui di Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (28/9).
Menurut Giri Prasta, penataan di kawasan Samigita sangat penting agar pariwisata di Bali khususnya di wilayah Kabupaten Badung, tidak seperti Hawaii.
"Amat sangat penting dong, saya kan tidak mau seperti Hawaii. Kalau Hawaii itu kan ditinggalkan wisatawan mancanegara maupun domestik. Kami, kan harus menunjukkan wajah baru di Kuta," katanya.
Revitalisasi di wilayah Samigita salah satunya untuk mengantisipasi banyak kemacetan. Nantinya juga akan terdapat jalur trem dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, hingga ke wilayah Samigita, dan bakal berlanjut ke wilayah Canggu, di Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali.
"Kami melakukan revitalisasi berkenaan pembangunan di wilayah Samigita ini adalah satu untuk mengantisipasi daripada many-many traffic jams everywhere," terangnya.
Selain itu, dalam penataan Pantai Samigita juga melakukan penataan jalan setapak untuk pejalan kaki, pesepeda maupun kaum disabilitas, penataan juga dilakukan kepada pedagang.
Penataan Pantai Samigita ini ditargetkan rampung pada tahun 2023 dengan menelan dana sekitar Rp 250 miliar. Penataan obyek wisata ini, tidak hanya di kawasan Samigita semata, namun akan berlanjut sampai ke kawasan Canggu.
"Target, kalau tidak ada halangan di 2023. Samigita kita tuntaskan baru nyambung. (Dana) itu mungkin sampai Rp 250 miliar," ungkapnya.
Selain itu, untuk fasilitas dalam penataan wilayah Samigita akan menjaga estetika, keasrian dan penataan kepada masyarakat yang berjualan agar tidak semrawut.
"Fasilitas yang pertama, kami harus menjaga estetika dan keindahan, keasrian dan kita memberikan tempat-tempat kepada masyarakat yang berjualan di situ, tertata dengan baik tidak sembrautan," ujarnya.
Selain penataan itu, pihaknya juga membangun tsunami early system atausistem peringatan dini tsunami di wilayah Samigita. Kemudian, bekerjasama denganBalai Sungai Bali Penida juga telah melaksanakan program stop over di tengah laut, untuk meminimalisir abrasi pantai akibat gelombang besar dari adanya 4 arus laut dan palung.
"Kita juga bangun tsunami early sistem di situ. Ini kita berikan kepada masyarakat internasional maupun lokal. Itu yang terbaik, termasuk juga penataan arus di dalam, di Kuta itu ada empat jenis arus air yang ada. Salah satu contoh dekat-dekat situ, ada palung laut nanti akan ada stop over di tengah pantai di palung laut itu, untuk mengantisipasi tidak besarnya ombak yang keluar, keluar tapi tidak besar sekali," katanya.
"Kita sudah berkoordinasi dengan Balai Sungai Bali Penida, berkenaan dengan abrasi di kawasan Kuta itu, nanti kedepan akan ditambah pasir lagi untuk sepadannya sehingga betul-betul tempat ini luas sekali," ujarnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali melakukan penataan obyek wisata Pantai Kuta, Seminyak, Legian atau disebut Pantai Samigita. Ketiga pantai itu bersolek demi membuat wisatawan lebih tertarik datang berkunjung.
Penataan Pantai Samigita ini mengambil konsep blue ekonomi dan eco-arsitektur, dengan melaksanakan pemeliharaan biota laut dan pemberdayaan laut untuk masyarakat setempat.
"Berkenan dengan penataan Pantai Samigita, adalah Seminyak, Legian, Kuta ini, kami harus mengambil langkah berkenaan dengan bangkit cepat tumbuh kuat, mau tidak mau, kita harus memberikan pelayanan yang bagus," kata Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, saat ditemui di Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (28/9).
Menurut Giri Prasta, penataan di kawasan Samigita sangat penting agar pariwisata di Bali khususnya di wilayah Kabupaten Badung, tidak seperti Hawaii.
"Amat sangat penting dong, saya kan tidak mau seperti Hawaii. Kalau Hawaii itu kan ditinggalkan wisatawan mancanegara maupun domestik. Kami, kan harus menunjukkan wajah baru di Kuta," katanya.
Revitalisasi di wilayah Samigita salah satunya untuk mengantisipasi banyak kemacetan. Nantinya juga akan terdapat jalur trem dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, hingga ke wilayah Samigita, dan bakal berlanjut ke wilayah Canggu, di Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali.
"Kami melakukan revitalisasi berkenaan pembangunan di wilayah Samigita ini adalah satu untuk mengantisipasi daripada many-many traffic jams everywhere," terangnya.
Selain itu, dalam penataan Pantai Samigita juga melakukan penataan jalan setapak untuk pejalan kaki, pesepeda maupun kaum disabilitas, penataan juga dilakukan kepada pedagang.
Target Revitalisasi Rampung 2023
Suasana di Pantai Seminyak. (Foto: cnnindonesia/safirmakki)
Penataan Pantai Samigita ini ditargetkan rampung pada tahun 2023 dengan menelan dana sekitar Rp 250 miliar. Penataan obyek wisata ini, tidak hanya di kawasan Samigita semata, namun akan berlanjut sampai ke kawasan Canggu.
"Target, kalau tidak ada halangan di 2023. Samigita kita tuntaskan baru nyambung. (Dana) itu mungkin sampai Rp 250 miliar," ungkapnya.
Selain itu, untuk fasilitas dalam penataan wilayah Samigita akan menjaga estetika, keasrian dan penataan kepada masyarakat yang berjualan agar tidak semrawut.
"Fasilitas yang pertama, kami harus menjaga estetika dan keindahan, keasrian dan kita memberikan tempat-tempat kepada masyarakat yang berjualan di situ, tertata dengan baik tidak sembrautan," ujarnya.
Selain penataan itu, pihaknya juga membangun tsunami early system atausistem peringatan dini tsunami di wilayah Samigita. Kemudian, bekerjasama denganBalai Sungai Bali Penida juga telah melaksanakan program stop over di tengah laut, untuk meminimalisir abrasi pantai akibat gelombang besar dari adanya 4 arus laut dan palung.
"Kita juga bangun tsunami early sistem di situ. Ini kita berikan kepada masyarakat internasional maupun lokal. Itu yang terbaik, termasuk juga penataan arus di dalam, di Kuta itu ada empat jenis arus air yang ada. Salah satu contoh dekat-dekat situ, ada palung laut nanti akan ada stop over di tengah pantai di palung laut itu, untuk mengantisipasi tidak besarnya ombak yang keluar, keluar tapi tidak besar sekali," katanya.
"Kita sudah berkoordinasi dengan Balai Sungai Bali Penida, berkenaan dengan abrasi di kawasan Kuta itu, nanti kedepan akan ditambah pasir lagi untuk sepadannya sehingga betul-betul tempat ini luas sekali," ujarnya.