PARIS FASHION WEEK

Daniel Roseberry dan Couture Sintesis Siap Pakai Schiaparelli

Fandi Stuerz | CNN Indonesia
Jumat, 30 Sep 2022 11:00 WIB
Daniel Roseberry mencoba membangkitkan lagi tradisi infusi couture di ready-to-wear. Daniel Roseberry mencoba membangkitkan lagi tradisi infusi couture di ready-to-wear.(Fandi Stuerz)
Paris, CNN Indonesia --

Dahulu, seni pembuatan pakaian dan kontruksi garmen hanya bisa dinikmati (dan dikembangkan) oleh kaum aristokrat.

Ide dan kebutuhan untuk pakaian siap pakai baru berkembang seiring dengan adanya modernisasi teknik pembuatan kain dan mesin jahit mengikuti era revolusi industri di Prancis, dan dengannya, membuka kesempatan bagi industri koleksi siap pakai untuk berkembang.

Awalnya, koleksi siap pakai (ready-to-wear, atau prêt-à-porter dalam bahasa Prancis) terinspirasi dari koleksi haute couture yang kaku, menjadi produk turunan atau bahkan produk sisa.

Dengan munculnya desainer-desainer yang hanya memproduksi koleksi siap pakai, esensi dari couture tidak serta merta hilang, namun kebanyakan menjadikan koleksi siap pakai terlihat generik dan pasaran.

Daniel Roseberry mencoba membangkitkan lagi tradisi infusi couture di ready-to-wear. Ia memanfaatkan ide-ide dari koleksi haute couture-nya sejak dia mengepalai Schiaparelli di tahun 2019 (setelah tutup di tahun 1954, Schiaparelli mendapatkan gelar 'haute couture' kembali di tahun 2017).

Ia menggabungkannya dengan observasi dari kehidupan sehari-hari perempuan di resort Porto Ercole di Italia, dan membuat koleksi yang merupakan sintesis yang kompleks namun tetap relevan dan tidak terlalu 'di awang-awang' atau tak terjamah bagi mayoritas layaknya haute couture.

"Bagi saya, ini adalah kesempatan kepada para pengagum (Schiaparelli) sesuatu yang bisa dikenakan sehari-hari namun tetap extraordinary", ucapnya melalui pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com. 

Daniel Roseberry dan Couture Sintetis di SchiaparelliFoto: Jixxy Greco
Daniel Roseberry dan Couture Sintetis di Schiaparelli

Koleksi siap pakai kreasi Daniel Roseberry ini merupakan koleksi ready-to-wear yang tidak tampak seperti kreasi turunan dari couture, dan lebih seperti sebuah koleksi lanjutan, di mana inti sari couture yang merupakan 'payung' memiliki trickle-down effect dan dikembangkan menjadi koleksi siap pakai yang kuat, baik dari elemen-elemen yang kasat mata seperti jahitan dan sulaman emas maupun dari spirit dan ide fantasi yang menjadi bagian dari ritual dressing up di pagi hari.

"Pemakai ready-to-wear mungkin saja terikat pada pertimbangan kepraktisan tertentu, tetapi bukan berarti mereka tidak berhak untuk berfantasi seperti halnya mereka yang membeli couture," lanjutnya.

Ada setelan-setelan tailleur dengan siluet klasik, namun di Schiaparelli, mereka penuh dengan hiasan kancing bermotif surealis seperti mata, gembok, koin, hingga puting. Sebuah setelan berwarna merah dihiasi ribuan payet hitam yang kontras berbentuk kerumunan semut.

Dress suit yang resmi dibuat dengan hemline berbentuk meteran berwarna keemasan. Celana kulot dipotong dengan baik sehingga tampak nyaris tanpa jahitan, serta tampilan double denim berupa celana jeans dan jaket bertabur payet emas di tempat-tempat tak biasa, seperti di belahan pantat dan trompe l'oeil bermotif helai-helai rambut yang berkibar di bagian punggung.

Gaun-gaun malam konservatif berbahan sutera dibuat dengan twist - atasan off-shoulder dipasangkan dengan pencil skirt, gaun satin menyapu lantai berwarna ungu dihiasi intasia keemasan bermotif tubuh perempuan, membuatnya seperti potret rontgen, hingga mantel malam berlengan lebar yang seluruhnya diselimuti payet keemasan.

Dan tentu saja, perhiasan tidak pernah absen dari koleksi Schiaparelli, mulai dari kalung panjang yang dikenakan terbalik di punggung (untuk melengkapi backless dress berwarna hitam), bangle berbentuk daun telinga, hingga kacamata tak tembus pandang keemasan, dan liontin jumbo yang dicetak menurut lekukan wajah muse dari Daniel Roseberry, model asal Amerika Maggie Maurer.

"Perhiasan adalah sebuah elemen herois dalam hidup perempuan. Sebuah perhiasan yang baik dan inventif akan selamanya hidup", terangnya akan kekagumannya pada perhiasan yang unik, termsuk kegemarannya mengunjungi pasar antik Paul Bert Serpette di Paris.

Di sana, ia mengaku sering menemukan item yang berasal dari awal abad ke-20, seperti perhiasan emas yang dibuat dari teknik tatah, batu-batu kaca warna-warni, hingga perhiasan-perhiasan yang berbentuk anatomis yang karena kualitas kekekalan yang dimilikinya, bisa saja dibuat baru-baru ini.

(chs/chs)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER