Kenali Gejala dan Penyebab Amandel pada Anak serta Remaja

tim | CNN Indonesia
Senin, 03 Okt 2022 16:30 WIB
Radang amandel merupakan infeksi yang terjadi pada tonsil yang umumnya dialami anak-anak dan remaja. Berikut gejala dan penyebab amandel pada anak dan remaja. Ilustrasi. Gejala dan penyebab amandel pada anak dan remaja. (Foto: iStockphoto/Ridofranz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Radang amandel atau disebut juga tonsilitis merupakan infeksi yang terjadi pada tonsil yang umumnya banyak terjadi pada anak-anak dan remaja. Gejala dan penyebab amandel sendiri bervariasi.

Namun, terkadang penderitanya tidak menyadari jika sedang mengalami amandel dan mengira hanya sakit tenggorokan atau pilek biasa. Beberapa orang bahkan mungkin akan membiarkan rasa tidak nyaman ini.

Rasa sakit akibat amandel perlu segera diatasi dengan penanganan yang tepat agar tidak semakin parah. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui apa saja gejala serta penyebab radang amandel terutama pada anak dan remaja. 

Gejala Amandel

Ilustrasi batukIlustrasi. Kenali gejala dan penyebab amandel, salah satunya sulit menelan (Foto: iStock/Prostock-Studio)

Melansir laman Mayoclinic, gejala amandel paling sering menyerang anak-anak hingga remaja. Adapun tanda dan gejala umum amandel meliputi:

  • Amandel berwarna merah dan bengkak
  • Terdapat lapisan berwarna putih, kuning, atau bercak pada amandel
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit atau sulit menelan
  • Demam
  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher
  • Suara serak
  • Bau mulut
  • Sakit perut
  • Sakit leher atau leher terasa kaku
  • Sakit kepala

Penyebab Amandel

ilustrasi anak sakitIlustrasi. Penyebab amandel pada anak (Foto: iStockphoto/Suzi Media Production)

Radang ini memiliki gejala yang bervariasi, biasanya ditandai dengan batuk, sakit kepala, nyeri saat menelan, mual, sakit di sekitar leher, dan juga demam.

Radang amandel juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Gejala radang amandel karena bakteri memiliki perbedaan dengan amandel yang disebabkan oleh virus. Berikut ini beberapa penyebab amandel.

1. Virus

Melansir laman Prevention.com, Clare Morrison, M.D., dokter umum dan penasihat medis di MedExpress mengatakan amandel akibat infeksi virus umum terjadi.

Ada beberapa jenis virus yang dapat memengaruhi amandel dan memicu pembengkakan-influenza, adenovirus, Epstein-Barr (mono), dan herpes simpleks.

Umumnya, virus ini cenderung berjalan seiring dengan gejala pilek, seperti demam, sakit kepala, pilek, sakit tenggorokan. Ketika tonsilitis disebabkan oleh virus, biasanya akan hilang setelah tubuh melawan infeksi, yakni sekitar 10 hari.

Saat tubuh Anda dalam mode "pertempuran", hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah menenangkan tenggorokan Anda dengan banyak minum air putih, berkumur air garam, dan mengonsumsi tablet asetaminofen atau ibuprofen jika dibutuhkan.

2. Bakteri

Radang tenggorokan juga dapat menjadi penyebab terjadinya amandel. Radang tenggorokan adalah infeksi bakteri yang dapat menyebabkan amandel bengkak dan peradangan pada anak dan remaja.

Radang tenggorokan ini membuat penderitanya kesulitan membuka mulut, menelan, dan mengalami bau mulut. Jika tidak diobati, tonsilitis bakteri dapat menyebabkan infeksi yang parah, yang menyebabkan nanah terkumpul di sekitar kapsul amandel.

"Infeksi ini mungkin memerlukan antibiotik intravena dan prosedur drainase untuk menghilangkan abses," kata Brad DeSilva, M.D., otolaryngologist di The Ohio State University Wexner Medical Center.

Radang sendiri terkadang kerap dikaitkan dengan sinusitis, infeksi telinga, dan pneumonia, dan sulit untuk mengetahui apakah amandel yang bengkak adalah dampak dari infeksi virus atau bakteri.

Jika gejalanya tak kunjung hilang, ia merekomendasikan agar melakukan tes radang untuk menentukan apakah antibiotik diperlukan.

3. Asam lambung

Refluks laringofaringeal atau LPR adalah masalah yang timbul saat asam lambung naik dan masuk ke tenggorokan. Ketika asam lambung naik dan masuk ke tenggorokan, rasa terbakar dan iritasi kronis dapat menyebabkan amandel yang sakit dan bengkak.

Saat ini terjadi Anda akan merasa kesulitan menelan atau batuk yang tidak kunjung berhenti. Untuk mengatasinya, hindari faktor yang memperburuk keadaan, seperti makanan dan minuman asam atau pedas, kafein, dan alkohol.

Selain itu, sebaiknya tidur dengan bantal yang cukup tinggi untuk menjaga tubuh Anda tetap tegak, mengonsumsi antasida sesuai kebutuhan, dan menghindari penggunaan ikat pinggang yang ketat.

4. Alergi

Iritasi lingkungan seperti alergen, debu, dan polusi pada orang yang memiliki alergi dapat menyebabkan iritasi dan peradangan tenggorokan, tetapi biasanya tidak menyebabkan pembengkakan amandel yang signifikan.

Namun, iritasi ini dapat memicu peradangan di saluran napas bagian atas, paru-paru, dan kerongkongan, yang menyebabkan amandel bengkak.

Menurut American Academy of Otolaryngology, efek samping lain yang dapat menyebabkan amandel bengkak adalah post-nasal drip (rasa lendir yang mengalir di bagian belakang tenggorokan).

Iritasi tenggorokan yang dipicunya juga dapat menyebabkan jaringan di tenggorokan membengkak, termasuk amandel.

Diperlukan pemeriksaan telinga, hidung, dan tenggorokan oleh seorang spesialis untuk mengetahui penyebabnya dan memulai perawatan yang tepat.

5. Usia

ilustrasi anak sakitIlustrasi. Penyebab amandel, salah satunya usia (Foto: iStock/Krisada tepkulmanont)

Amandel memang dapat terjadi pada siapa saja, tetapi anak-anak dan remaja lebih berisiko mengalaminya. Radang amandel memang paling sering menyerang anak-anak dan remaja.

Hal itu karena tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri yang paling sering terjadi pada anak-anak usia 5 hingga 15 tahun.

Selain itu, anak di usia sekolah yang sering terpapar kuman, berhubungan dekat dengan teman sebayanya, dan sering terpapar virus atau bakteri yang dapat menyebabkan tonsilitis juga rentan terkena radang amandel.

Radang amandel juga akan menurun setelah pubertas karena pengaruh fungsi sistem kekebalan tubuh. Itulah sebabnya kasus tonsilitis yang jarang terjadi pada orang dewasa dan lebih sering menyerang anak-anak.

Cara Mencegah Penyebaran Amandel

Cara terbaik untuk mencegah terjadinya penyakit amandel adalah dengan menjaga kebersihan, seperti:

  • Mencuci tangan setelah beraktivitas, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.
  • Menghindari berbagi makanan dan peralatan makan seperti gelas minum, botol air, atau sendok.
  • Mengganti sikat gigi setelah didiagnosis menderita tonsilitis.

Untuk membantu anak Anda mencegah penyebaran infeksi bakteri atau virus ke orang lain:

  • Menjaga anak Anda di rumah saat dia sakit.
  • Menanyakan kepada dokter Anda kapan anak Anda boleh kembali ke sekolah.
  • Mengajari anak Anda untuk batuk atau bersin ke tisu atau ke sikunya.
  • Mengajari anak Anda untuk mencuci tangan setelah bersin atau batuk.

Demikian gejala dan penyebab amandel pada anak dan remaja. Semoga informasi ini dapat bermanfaat.

(juh/juh)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER