Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, menganggap bahwa film Avatar 2: Way of Water yang terinspirasi dengan Suku Bajo di Indonesia merupakan sesuatu yang luar biasa.
Terlebih, Avatar 2 kini begitu populer karena banyaknya penonton di seluru dunia yang menyaksikan film tersebut di bioskop. Sandiaga mengatakan, melalui penjelasan sutradara film Avatar 2, James Cameron, masyarakat dunia menjadi lebih mengenal ciri khas budaya Indonesia yang unik.
"Kita baru tahu sesuatu yang sangat luar biasa bahwa film Avatar 2 yang sekarang lagi booming banget, ternyata salah satu dari suku di Indonesia yang dijadikan inspirasi yaitu Suku Bajo," ucap Sandiaga dalam video di akun media sosial Instagram pribadinya, @sandiuno, Jumat (23/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan mereka juga terkenal dengan kekuatan menyelam dan menyelamnya mereka ini agak unik ya, karena mereka yang paling top itu, bisa 13 menit. Bisa 13 menit ini data yang dikutip di Pesona Indonesia, tanpa oksigen. Rupanya memang ini agak spesial, karena mereka memang lahir di laut dan sangat sudah terbiasa gitu," tambahnya.
Dalam unggahannya di Instagram, mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini juga memuji kehebatan Suku Bajo yang banyak hidup di lautan. Sandiaga yakin peluang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara lebih besar setelah fakta Suku Bajo menjadi inspirasi dalam film Avatar 2.
[Gambas:Instagram]
"Suku Bajo tinggal di tepi pantai, rumah-rumah panggung dan atap-atap anyaman. Mereka sangat menyatu dengan alam dan mampu bertahan selama 13 menit saat menyelam di laut, luar biasa," tulis Sandiaga di akun Instagramnya, Jumat (23/12).
"Lewat penjelasan sang sutradara Avatar 2, masyarakat dunia menjadi lebih mengenal Indonesia dengan ciri khas budaya yang unik. Saya optimis ini adalah salah satu cara promosi yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi kita. Menjadi peluang meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara yang otomatis akan menciptakan lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja," imbuhnya.
 Avatar 2: The Way of Water. (20th Century Studios via IMDb) |
Sebelumnya, James Cameron bercerita tentang bagaimana orang laut di Indonesia (Bajo) sebagai salah satu yang menginspirasinya menggarap film populer Avatar 2: Way of Water. Sebelum menggarap film tersebut, Cameron bersama timnya memang melakukan riset lebih dulu terhadap Suku Bajo. Bahkan, Cameron juga tahu tentang arsitektur tempat tinggal khas Suku Bajo seperti rumah panggung di atas laut.
Cerita Sutradara Avatar 2 Saat Tahu soal Suku Bajo
Sutradara Avatar 2, James Cameron. (Getty Images via AFP/TOMMASO BODDI)
"Ada orang laut di Indonesia (Bajo) yang hidup di rumah panggung (di laut) dan di atas rakit dan semacamnya. Kami melihat hal-hal seperti itu, dan kami melihat beberapa desa berbeda dengan way of water (jalur air) yang memakai arsitektur pepohonan lokal," jelas Cameron dalam The Science Behind James Cameron's Avatar: The Way of Water di kanal YouTube National Geographic, dikutip Rabu (21/12/2022).
Dalam film Avatar 2, Cameron mengisahkan adanya Suku Metkayina, salah satu suku Na'vi atau Avatar yang mendiami laut di Pandora. Desa Awa'atlu tempat orang Na'vi Suku Metkayina tinggal digambarkan berada di tepi pantai yang diisi rumah-rumah panggung dan atap-atap anyaman, persis Suku Bajo.
"Semua budaya Na'vi tidak mau menebang pohon, menggergajinya jadi kayu potong, dan membangun bangunan dari kayu itu. Mereka ingin berintegrasi dengan alam dengan cara simbiosis yang alami dan yang menunjukkan rasa syukur atas lingkungan hidup mereka. Jadi kami harus menghadirkan arsitektur khas mereka (di film ini)," paparnya.
Koordinator Kelompok Studi Maritim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dedi Supriadi Adhuri, mengatakan, awalnya orang Bajo memang tinggal di perahu, mengapung di lautan. Namun, semakin ke sini Orang Bajo mulai banyak yang tinggal di daratan.
 Suku Bajo di Kaledupa. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean) |
Orang Bajo sejak lama dikenal sebagai pengembara lautan. Orang Bajo dikenal bisa lebih tahan lama menyelam di air. Mereka disebut-sebut bisa tahan sampai 13 menit di kedalaman 60-70 meter tanpa alat bantu nafas atau oksigen. Apabila tanpa alat bantu nafas, rata-rata manusia awam hanya bisa bertahan 30 sampai 60 detik di dalam air.