Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Calista Aldenia kini tengah jadi sorotan. Sosok remaja 17 tahun itu menorehkan prestasi yang membanggakan setelah desain oversize sweater-nya dipakai penyanyi Billie Eilish.
Kala itu Eilish hadir ke konser Olivia Rodrigo mengenakan oversize sweater berwarna hitam. Menariknya, desain sweater itu ternyata dibuat oleh Calista yang saat itu masih berusia 15 tahun. Sweater tersebut menggunakan desain patchwork dan kolase yang tampak menarik perhatian.
"Saya diemail sama pihaknya Billie. Shirley Kurata, dia mau dibuatkan desain untuk Billie tour. Dia minta total delapan item, empat baju empat celana," kata Calista mengawali ceritanya kepada CNNIndonesia.com, Senin (27/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Butuh sekitar dua bulan untuk Calista mengerjakan semua pesanan dari Eilish. Diakuinya bukan sesuatu yang mudah. Padahal saat itu dia juga tengah menghadapi ujian akhir di bangku SMP.
Pihak Eilish pun beberapa kali meminta revisi desain. Kata Calista, memang sempat ada masalah di komunikasi. Waktu itu dia tidak memahami detail permintaan pihak Eilish yang ingin full desain, sementara dia mengira desainnya justru setengah polos.
"Emang saya juga sih waktu itu salah mengartikan. Jadi mereka minta full print sampai belakang saya kira ya bagian belakangnya polos. Waktu dikirim mereka minta revisi, tapi alhamdulillah semua beres," kata Calista.
Calista bahkan mengerjakan semua desain tersebut sendiri. Di usianya yang masih 15 tahun saat itu tentu bukan hal yang mudah.
Bahkan Calista mengaku selama dua bulan dia hanya fokus mengerjakan empat baju dan empat celana yang diminta Eilish. Beberapa kali dia juga harus bolos dari sekolah demi memenuhi empat set pesanan tersebut.
Keempat set custom piece tersebut yakni, 90's Clash Blue Striped Longsleeve, The Shena Ringo Backpatches, The Friday Treat Backpatches. Satu desain lagi tak disebutkan Calista karena masih rahasia untuk dipakai Eilish.
Untuk desainnya sendiri, Calista mengaku semua yang dikirim dan dibuat memang disesuaikan dengan karakter Eilish di hadapan publik. Dia memang sengaja mencocokan karakter seseorang dengan pakaian yang mereka pesan.
"Jadi semua itu (desainnya) dari isi kepala aku semua. Inspirasi semua aku yang pikirin. Dua bulan full pengerjaan. Aku memang sesuaikan sama vibe pemesan, Eilish kan orangnya suka monster gitu, laba-laba jadi disesuaikan," katanya.
Berawal dari Jualan Baju Bekas
Billie Eilish pernah memakai sweater buatan produk lokal Bandung. (Kevin Winter/Getty Images for RADIO.COM /AFP)
Berawal dari Jual Baju Bekas
Usaha Calista hingga desainnya bisa dipakai pelantun 'Bad Guy' Billie Eilish tentu bukan karena faktor keberuntungan. Semua butuh perjuangan. Bahkan mulanya Calista dan keluarga hanya menjual baju bekas di sosial media.
Usaha jual beli baju bekas ini dimulai awal pandemi, sekitar 2020. Usaha itu dibangun oleh ibundanya, Sonia, dengan nama Dressed Like Parents. Seiring waktu, Calista yang turut membantu usaha tersebut ingin membuat sesuatu yang berbeda dengan baju-baju bekas yang mereka jual.
Terinspirasi dari budaya rework di luar negeri, Calista pun mencoba hal serupa. Beberapa sweater polos diberi tambahan berupa patchwork brand terkenal, seperti Nike, Adidas dan nama-nama band beken zaman dulu.
Gaya itu ternyata banyak ditiru sesama penjual. Calista kemudian memutar otak, mencari hal baru yang membuat desainnya bisa berbeda dari yang lain. Akhirnya, dia menciptakan desain-desain baru yang unik untuk ditempelkan di pakaian polos yang mereka jual.
"Jadi aku mikir, apa ya yang menarik. Aku pengen karya aku sendiri dan beda dari yang lain. Akhirnya ya bikin yang seperti itu, dan kita memang untuk satu desain satu baju. Gak ada yang sama," katanya.
Dia pun kerap memamerkan koleksinya di media sosial. Mulai dari TikTok hingga Instagram. Akhirnya baju-baju yang dia buat sampai ke luar negeri dan dipesan Billie Eilish.
"Setelah Billie pesan, memang ada banyak artis dalam maupun luar negeri mengontak kami. Tapi karena aku udah sibuk, mulai mondok juga jadi tidak ada yang di acc. Waktu itu salah satu yang sempat menghubungi ada Daniel Caesar tapi tidak kami acc," katanya.