Jakarta, CNN Indonesia -- Aktor asal Australia Chris Hemsworth melakukan puasa selama lima hari dalam upaya untuk mencegah penuaan dan memperpanjang angka harapan hidup.
Dalam upaya tersebut, aktor yang dikenal luas dengan perannya sebagai Thor itu mengeksplorasi berbagai cara agar manusia dapat hidup lebih lama dengan menghadapi tantangan fisik, seperti berpuasa.
Puasa yang dilakukan Hemsworth didasarkan pada teori ilmiah bahwa puasa dapat menghentikan penyebaran sekresi beracun dari apa yang disebut 'sel zombie'. Nama terakhir diduga merupakan sel dalam tubuh yang dapat mempercepat proses penuaan. Namun, apakah gagasan ini bisa dibuktikan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sel zombie sendiri adalah sel rusak yang telah melalui proses penuaan dan tidak lagi berfungsi. Alih-alih mati, sel-sel ini mengeluarkan protein dan molekul inflamasi yang menginfeksi sel-sel sehat dan membuat mereka menjadi lebih tua. Hal inilah yang mempercepat proses penuaan.
Melansir South China Morning Post, dalam sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan dalam jurnal Nature, ditemukan bahwa menghilangkan sel-sel tua bisa mencegah banyak kerusakan yang diakibatkan oleh usia.
Eksperimen yang dilakukan pada tikus telah mengonfirmasi bahwa sel-sel tua dapat menumpuk di organ yang menua. Jika sel-sel ini dihilangkan, hal ini dapat meringankan atau bahkan mencegah timbulnya penyakit tertentu.
Membasmi sel-sel ini pada tikus telah terbukti dapat memulihkan kebugaran dan fungsi ginjal, memperbaiki tulang rawan yang rusak, dan memperpanjang umur. Salah satu cara potensial untuk menghentikan sel-sel zombie ini untuk melepas molekul berbahaya adalah dengan berpuasa.
Pasalnya, glukosa yang didapat hewan dari makanan memicu triliunan sel dalam tubuh, termasuk sel zombie. Memotong suplai glukosa ke sel-sel yang rusak ini dapat mencegahnya mengeluarkan protein dan molekul berbahaya.
Pada gilirannya, hal tersebut dapat memperlambat proses penuaan dan mencegah penyakit seperti kanker, demensia, dan radang sendi.
Namun, penelitian hingga saat ini baru dilakukan pada tikus, sehingga dampak puasa terhadap penuaan pada manusia masih relatif belum diketahui.
"Dorongan di balik jenis penelitian ini adalah untuk membuat hewan lebih sehat lebih lama, karena kita tahu usia adalah faktor risiko utama untuk berbagai macam penyakit," kata ahli biogerontologi di University of Glasgow, Skotlandia Profesor Colin Selman.
Simak hubungan antara puasa dan umur panjang selengkapnya di halaman berikutnya..
Tak perlu puasa total selama lima hari
Ilustrasi. Puasa ala Chris Hemsworth diklaim membantu mencegah proses penuaan dan memperpanjang usia. (iStockphoto/FarAway)
Hanya saja, berpuasa dengan total selama lima hari mungkin bukan cara yang paling efektif untuk mendapatkan hasil yang positif terhadap penuaan. Puasa jenis ini biasa dikenal dengan istilah puasa intermiten.
Studi pada tikus menemukan bahwa cukup dengan mengurangi asupan makanan atau makan dalam jangka waktu singkat juga bisa memberikan manfaat.
Namun demikian, hasil studi masih terbatas pada tikus. Dampak puasa intermiten dengan proses penuaan pada manusia sendiri masih merupakan hal yang sangat baru.
"Secara umum Anda akan memprediksi bahwa mengurangi jumlah makanan memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan. Tapi, bagaimana tepatnya itu dicapai dan apakah itu bisa tercapai melalui penghilangan sel zombie sendiri masih sulit dipastikan, karena puasa memiliki banyak efek," ucapnya.
Dalam hal berpuasa sendiri, makanan tertentu yang harus dikurangi dan durasi berpuasa yang efektif untuk menghentikan penuaan masih menjadi perdebatan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Allergy and Clinical Immunology menemukan bahwa berbagai bentuk pembatasan diet berpotensi memperlambat imunosesensi atau efek penuaan pada sistem kekebalan tubuh pada tikus.
Berpuasa di sini termasuk hanya mengonsumsi air selama 48 jam atau menjalani diet rendah protein, rendah gula, tinggi lemak, rendah kalori selama 2-5 hari antara periode yang lebih lama dengan pola makan standar.
Meski sejumlah studi mencoba menjawab perdebatan tersebut, namun para ahli tetap sepakat bahwa jalan menuju umur panjang yang terbaik adalah dengan pola makan sehat, berolahraga teratur, tidur nyenyak setiap malam, dan menghindari stres.
[Gambas:Photo CNN]