9 Perempuan Sukses dan Berpengaruh di Dunia Digital
CNN Indonesia
Rabu, 08 Mar 2023 19:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Tak sedikit perempuan yang telah berkiprah di bidang digital. (iStock/valentinrussanov)
Jakarta, CNN Indonesia --
Hari Perempuan Internasional diperingati di seluruh dunia pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya. Hari ini menjadi momen untuk menghargai prestasi para perempuansekaligus upaya untuk memperjuangkan kesetaraan bagi seluruh perempuan di Indonesia.
Tahun ini, tema perayaan yang diangkat adalah 'DigitALL: Innovation and Technology For Gender'. Tema ini berfokus pada peran teknologi dan pendidikan digital secara global bagi kaum perempuan.
Perempuan memiliki peranan penting dalam upaya membawa perubahan dan peradaban dunia. Peran besar perempuan di berbagai bidang telah banyak berhasil menjadi inspirasi untuk perempuan lain dalam kiprahnya masing-masing, salah satunya adalah bidang teknologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiprah perempuan kini memasuki era yang membuka pintu lebar untuk lebih mudah bergerak maju dan membuka ruang demokrasi lebih besar bagi perempuan untuk memimpin dalam berbagai bidang, termasuk bidang science, technology, engineering, and math (STEM).
Apalagi, kini STEM menjadi salah satu bidang yang populer dan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat di seluruh dunia.
Faktanya, tak sedikit perempuan yang menunjukkan kiprahnya di bidang STEM. Berikut daftar perempuan yang membawa pengaruh besar bagi dunia di bidang teknologi, mengutip berbagai sumber.
1. Marissa Mayer
Marissa Mayer menghabiskan 13 tahun di perusahaan teknologi, yang menjadi sumber sebagian besar kekayaannya. Mengutip Forbes, Mayer merupakan insinyur wanita pertama sekaligus karyawan ke-20 di Google.
Selepas dari sana, ia kemudian mengambil alih posisi CEO Yahoo pada tahun 2012.
Setelah mengundurkan diri sebagai CEO Yahoo pada Juni 2017, Mayer mendirikan inkubator teknologi Lumi Labs, yang berganti nama menjadi Sunshine pada November 2020 dan merilis sebuah aplikasi buku alamat.
2. Susan Lyne
Susan Lyne, co-founder BBG Ventures, salah satu perempuan berprestasi dan berpengaruh di dunia digital. (Getty Images for TechCrunch/Steve Jennings)
Susan Lyne sempat mendirikan BBG Ventures, sebuah firma yang berfokus pada perusahaan konsumen tahap awal dengan pendiri wanita. Ia melompat ke ranah kapitalis ventura setelah menghabiskan karier di perusahaan Amerika Serikat.
Setelah sebelumnya memimpin operasi di The Village Voice, majalah Premiere, ABC Entertainment, dan Martha Stewart Living Omnimedia, Lyne juga kini bertanggung jawab atas Gilt Groupe, perusahaan e-commerce kelas atas yang menarik konsumen trendi yang mencari penawaran desainer.
3. Kara Swisher
Kara Swisher adalah co-executive editor All Things Digital, situs milik Dow Jones yang mencakup media, teknologi, dan Internet.
Wanita berusia 60 tahun ini bisa dibilang jurnalis paling kuat di media digital. Namun sumber kekuatan terbesarnya adalah konferensi "D: All Things Digital" yang diselenggarakan setiap tahun bersama Walt Mossberg untuk The Wall Street Journal.
4. Tina Brown
Tidak hanya menjadi pelopor dalam media, Tina Brown juga merupakan pengusaha berbakat dan cerdas untuk mendapatkan perhatian atas apa pun yang dilakukannya.
Brown bekerja untuk Vanity Fair dan New Yorker. Ia juga menulis biografi terlaris tentang Putri Diana. Lebih dari setahun yang lalu, nama Brown meluas di Internet dengan situs rintisannya bernama The Daily Beast.
Simak perempuan berprestasi di bidang digital lainnya di halaman berikutnya..
5. Kimberly Bryant
Melansir Tech Target, Bryant mendirikan Black Girls Code pada tahun 2011, sebuah organisasi nirlaba San Francisco yang mengekspos gadis kulit berwarna usia 7-17 tahun ke mata pelajaran tentang STEM.
Di sini, anak perempuan dapat mempelajari keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan, utamanya di bidang STEM.
Organisasi tersebut memiliki tujuan untuk mengajar 1 juta gadis kulit hitam untuk membuat kode pada tahun 2040. Saat ini, organisasi tersebut memiliki 16 cabang di seluruh Amerika Serikat dan satu cabang di Johannesburg, Afrika Selatan.
6. Arianna Huffington
Di tahun 2005, saat usianya menginjak 54 tahun, jurnalis dan penulis Arianna Huffington mendirikan perusahaan medianya sendiri, The Huffington Post. Namun, kini ia telah beralih dari media tersebut dan mendirikan Thrive Global.
Startup tersebut diluncurkan pada November 2015. Thrive Global bertujuan untuk mengurangi stres dan kelelahan melalui media dan teknologi.
Esther Dyson memulai kariernya menjadi wartawan untuk Forbes.
Selepas dari Forbes, ia berusaha memuaskan jiwa kewirausahaan dan hasratnya terhadap teknologi digital dengan menjalankan perusahaan riset teknologi EDventure. Perusahaan ini dijalankannya selama 20 tahun sebelum akhir dibeli oleh CNet Networks pada tahun 2004 lalu.
Dyson berinvestasi di perusahaan rintisan dan menjadi sosok penting dalam 23andMe, perusahaan bioteknologi yang berbasih di California, Amerika Serikat.
8. Carol Bartz
Carol Bartz telah membangun Yahoo menjadi perusahaan media digital terkemuka dengan 12 properti peringkat pertama di AS dan ke-8 di dunia.
Di tengah meningkatnya pengawasan investor, Bartz terus mempertahankan kemajuannya di raksasa internet tersebut. Tahun lalu, dia menggandakan pendapatan operasional, margin operasi, dan laba per saham. Kini, ia berencana untuk fokus pada bisnis iklan tampilan online untuk meningkatkan pendapatan.
9. Sheryl Sandberg
Sheryl Sandberg menjabat sebagai Chief Operating Officer Facebook yang kini namanya berubah menjadi Meta. Ia menjabat sejak 2008 hingga 2022 lalu.
Pada Juni 2022, Sandberg mengundurkan diri untuk fokus pada pekerjaan filantropinya.
Sandberg juga merupakan salah satu wanita terkemuka di Silicon Valley. Dia juga tercatat pernah bergabung dengan Google dan membantu meluncurkan divisi AdWords yang menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Hari Perempuan Internasional diperingati di seluruh dunia pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya. Hari ini menjadi momen untuk menghargai prestasi para perempuansekaligus upaya untuk memperjuangkan kesetaraan bagi seluruh perempuan di Indonesia.
Tahun ini, tema perayaan yang diangkat adalah 'DigitALL: Innovation and Technology For Gender'. Tema ini berfokus pada peran teknologi dan pendidikan digital secara global bagi kaum perempuan.
Perempuan memiliki peranan penting dalam upaya membawa perubahan dan peradaban dunia. Peran besar perempuan di berbagai bidang telah banyak berhasil menjadi inspirasi untuk perempuan lain dalam kiprahnya masing-masing, salah satunya adalah bidang teknologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiprah perempuan kini memasuki era yang membuka pintu lebar untuk lebih mudah bergerak maju dan membuka ruang demokrasi lebih besar bagi perempuan untuk memimpin dalam berbagai bidang, termasuk bidang science, technology, engineering, and math (STEM).
Apalagi, kini STEM menjadi salah satu bidang yang populer dan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat di seluruh dunia.
Faktanya, tak sedikit perempuan yang menunjukkan kiprahnya di bidang STEM. Berikut daftar perempuan yang membawa pengaruh besar bagi dunia di bidang teknologi, mengutip berbagai sumber.
1. Marissa Mayer
Marissa Mayer menghabiskan 13 tahun di perusahaan teknologi, yang menjadi sumber sebagian besar kekayaannya. Mengutip Forbes, Mayer merupakan insinyur wanita pertama sekaligus karyawan ke-20 di Google.
Selepas dari sana, ia kemudian mengambil alih posisi CEO Yahoo pada tahun 2012.
Setelah mengundurkan diri sebagai CEO Yahoo pada Juni 2017, Mayer mendirikan inkubator teknologi Lumi Labs, yang berganti nama menjadi Sunshine pada November 2020 dan merilis sebuah aplikasi buku alamat.
2. Susan Lyne
Susan Lyne, co-founder BBG Ventures, salah satu perempuan berprestasi dan berpengaruh di dunia digital. (Getty Images for TechCrunch/Steve Jennings)
Susan Lyne sempat mendirikan BBG Ventures, sebuah firma yang berfokus pada perusahaan konsumen tahap awal dengan pendiri wanita. Ia melompat ke ranah kapitalis ventura setelah menghabiskan karier di perusahaan Amerika Serikat.
Setelah sebelumnya memimpin operasi di The Village Voice, majalah Premiere, ABC Entertainment, dan Martha Stewart Living Omnimedia, Lyne juga kini bertanggung jawab atas Gilt Groupe, perusahaan e-commerce kelas atas yang menarik konsumen trendi yang mencari penawaran desainer.
3. Kara Swisher
Kara Swisher adalah co-executive editor All Things Digital, situs milik Dow Jones yang mencakup media, teknologi, dan Internet.
Wanita berusia 60 tahun ini bisa dibilang jurnalis paling kuat di media digital. Namun sumber kekuatan terbesarnya adalah konferensi "D: All Things Digital" yang diselenggarakan setiap tahun bersama Walt Mossberg untuk The Wall Street Journal.
4. Tina Brown
Tidak hanya menjadi pelopor dalam media, Tina Brown juga merupakan pengusaha berbakat dan cerdas untuk mendapatkan perhatian atas apa pun yang dilakukannya.
Brown bekerja untuk Vanity Fair dan New Yorker. Ia juga menulis biografi terlaris tentang Putri Diana. Lebih dari setahun yang lalu, nama Brown meluas di Internet dengan situs rintisannya bernama The Daily Beast.
Simak perempuan berprestasi di bidang digital lainnya di halaman berikutnya..
Perempuan sukses di dunia digital
Foto: iStock/valentinrussanov
5. Kimberly Bryant
Melansir Tech Target, Bryant mendirikan Black Girls Code pada tahun 2011, sebuah organisasi nirlaba San Francisco yang mengekspos gadis kulit berwarna usia 7-17 tahun ke mata pelajaran tentang STEM.
Di sini, anak perempuan dapat mempelajari keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan, utamanya di bidang STEM.
Organisasi tersebut memiliki tujuan untuk mengajar 1 juta gadis kulit hitam untuk membuat kode pada tahun 2040. Saat ini, organisasi tersebut memiliki 16 cabang di seluruh Amerika Serikat dan satu cabang di Johannesburg, Afrika Selatan.
6. Arianna Huffington
Di tahun 2005, saat usianya menginjak 54 tahun, jurnalis dan penulis Arianna Huffington mendirikan perusahaan medianya sendiri, The Huffington Post. Namun, kini ia telah beralih dari media tersebut dan mendirikan Thrive Global.
Startup tersebut diluncurkan pada November 2015. Thrive Global bertujuan untuk mengurangi stres dan kelelahan melalui media dan teknologi.
Esther Dyson memulai kariernya menjadi wartawan untuk Forbes.
Selepas dari Forbes, ia berusaha memuaskan jiwa kewirausahaan dan hasratnya terhadap teknologi digital dengan menjalankan perusahaan riset teknologi EDventure. Perusahaan ini dijalankannya selama 20 tahun sebelum akhir dibeli oleh CNet Networks pada tahun 2004 lalu.
Dyson berinvestasi di perusahaan rintisan dan menjadi sosok penting dalam 23andMe, perusahaan bioteknologi yang berbasih di California, Amerika Serikat.
8. Carol Bartz
Carol Bartz telah membangun Yahoo menjadi perusahaan media digital terkemuka dengan 12 properti peringkat pertama di AS dan ke-8 di dunia.
Di tengah meningkatnya pengawasan investor, Bartz terus mempertahankan kemajuannya di raksasa internet tersebut. Tahun lalu, dia menggandakan pendapatan operasional, margin operasi, dan laba per saham. Kini, ia berencana untuk fokus pada bisnis iklan tampilan online untuk meningkatkan pendapatan.
9. Sheryl Sandberg
Sheryl Sandberg menjabat sebagai Chief Operating Officer Facebook yang kini namanya berubah menjadi Meta. Ia menjabat sejak 2008 hingga 2022 lalu.
Pada Juni 2022, Sandberg mengundurkan diri untuk fokus pada pekerjaan filantropinya.
Sandberg juga merupakan salah satu wanita terkemuka di Silicon Valley. Dia juga tercatat pernah bergabung dengan Google dan membantu meluncurkan divisi AdWords yang menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.