11 Makanan yang Bikin Lendir Makin Menumpuk, Hindari saat Batuk
CNN Indonesia
Rabu, 10 Mei 2023 05:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Makanan cepat saja, salah satu makanan yang bikin lendir semakin menumpuk. (achmadbiz/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tak hanya mengganggu, penumpukan lendir di paru-paru juga berbahaya bagi kesehatan. Penumpukan lendir membuat seseorang batuk terus menerus hingga napas tidak terasa lega.
Ada banyak hal yang bisa meningkatkan produksi lendir dalam tubuh. Salah satunya adalah makanan. Ada sejumlah makanan yang diketahui dapat menumpukkan lendir.
Lendir adalah zat kental yang melapisi saluran pernapasan. Sebenarnya, lendir memainkan peran yang sangat penting karena membantu melindungi paru-paru dari infeksi dan partikel asing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lendir akan menjadi masalah jika menumpuk terlalu banyak, terlalu kental, sehingga dapat membuat saluran pernapasan terasa tidak nyaman.
Untungnya, Anda dapat mengontrol produksi lendir hanya dengan memperhatikan konsumsi makanan sehari-hari.
Melansir berbagai sumber, berikut beberapa makanan yang menumpukkan lendir berlebih dalam tubuh.
1. Roti
Roti disebut dapat menyebabkan peningkatan produksi lendir. Sebuah studi menemukan bahwa konsumsi roti dikaitkan dengan rinosinusitis kronis.
Studi tersebut menemukan bahwa orang yang makan lebih dari dua potong roti putih per hari memiliki tingkat gejala yang lebih tinggi.
2. Daging olahan
Daging olahan terdiri dari daging yang telah diolah dengan cara tertentu. Pengolahan membuat daging awet dan meningkatkan rasa. Sosis dan nugget adalah salah duanya.
Para peneliti menemukan bahwa makan daging olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Kondisi ini membuat seseorang sulit bernapas.
Studi tersebut menemukan bahwa untuk setiap 10 gram daging olahan yang dimakan per hari, risiko PPOK meningkat sebesar 7 persen. Salah satu efek samping PPOK yang tidak menguntungkan adalah produksi lendir berlebih.
3. Gula
Ilustrasi. Gula, salah satu bahan makanan yang bikin lendir semakin menumpuk. (iStockphoto/Photosiber)
Sebuah penelitian tahun 2014 menemukan hubungan antara konsumsi gula dan peningkatan produksi lendir. Penelitian tersebut mengamati efek gula pada lendir hidung orang sehat dan penderita asma.
Ditemukan bahwa kedua kelompok itu menghasilkan lebih banyak lendir setelah makan gula.
Studi tersebut juga menemukan bahwa penderita asma memiliki respons yang lebih besar terhadap gula, menghasilkan lebih banyak lendir daripada peserta yang sehat. Hal ini menunjukkan bahwa gula dapat memperburuk gejala asma.
4. Susu
Meski dikenal akan sumber kalsium dan nutrisi lainnya, susu juga terbukti menyebabkan produksi lendir berlebih.
Sebuah studi tahun 2001 menemukan bahwa minum susu meningkatkan produksi lendir di hidung dan tenggorokan. Peserta studi yang minum susu ditemukan memiliki lebih banyak lendir di hidung mereka saat membuang ingus.
5. Makanan cepat saji
Studi menemukan bahwa konsumsi makanan cepat saji dikaitkan dengan peningkatan risiko asma. Studi tersebut menemukan bahwa untuk setiap tambahan porsi makanan cepat saji yang dikonsumsi per minggu, risiko asma meningkat sebesar 18 persen.
Salah satu efek samping asma adalah produksi lendir yang berlebihan.
Simak beberapa makanan lain yang bikin lendir semakin menumpuk di halaman berikutnya..
6. Soda
Sama seperti makanan cepat saji, soda juga dikaitkan dengan peningkatan risiko asma. Para peneliti menemukan bahwa untuk setiap gelas soda yang diminum per minggu dapat meningkatkan risiko asma sebesar 21 persen.
7. Keju
Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa keju menyebabkan pelepasan histamin dalam tubuh, sehingga dapat menghasilkan lendir lebih banyak.
Para peneliti menemukan bahwa orang yang makan keju empat kali atau lebih dalam seminggu hampir dua kali lebih mungkin mengalami hidung tersumbat dibandingkan mereka yang tidak makan keju sama sekali.
Jadi, jika Anda ingin menghindari hidung tersumbat dan produksi lendir berlebih, sebaiknya lewati konsumsi keju.
Beberapa peneliti meyakini bahwa telur dapat menyebabkan peningkatan produksi lendir dalam tubuh. Salah satu teori menyebut bahwa khasiat dalam telur dapat memicu produksi histamin yang menyebabkan produksi lendir berlebih.
Tak hanya itu, telur juga mengandung protein yang disebut ovalbumin, yang dapat menyebabkan reaksi kekebalan pada beberapa orang. Ketika tubuh menganggap protein ini sebagai ancaman, ia menciptakan antibodi untuk menyerangnya. Antibodi ini juga menyebabkan peradangan, yang dapat memicu peningkatan produksi lendir.
9. Jagung
Beberapa peneliti percaya bahwa jagung dapat menyebabkan peningkatan produksi lendir. Studi menemukan bahwa konsumsi jagung dapat meningkatkan produksi lendir bersamaan dengan lebih banyak bersin, hidung gatal, dan pilek.
10. Makanan asin
Sodium menyebabkan peradangan pada tubuh sehingga membuat produksi lendir meningkat sebagai mekanisme pertahanan tubuh alami. Penelitian menemukan bahwa peserta yang konsumsi makanan asin memiliki lebih banyak lendir.
Natrium juga dikaitkan dengan peningkatan penyakit pilek yang dialami seseorang.
Cokelat rupanya juga dapat menjadi makanan penyebab lendir menumpuk, terutama pada orang dengan riwayat GERD.
Cokelat dapat melemahkan sfingter esofagus bagian bawah dan atas. Sfingter ini berfungsi sebagai penjaga gerbang yang memastikan makanan dan cairan mengalir ke arah yang benar (ke bawah) dan mencegah asam lambung memasuki kerongkongan.
Kondisi ini dapat mengakibatkan sakit tenggorokan, batuk, hingga lendir yang terasa menumpuk.
Jakarta, CNN Indonesia --
Tak hanya mengganggu, penumpukan lendir di paru-paru juga berbahaya bagi kesehatan. Penumpukan lendir membuat seseorang batuk terus menerus hingga napas tidak terasa lega.
Ada banyak hal yang bisa meningkatkan produksi lendir dalam tubuh. Salah satunya adalah makanan. Ada sejumlah makanan yang diketahui dapat menumpukkan lendir.
Lendir adalah zat kental yang melapisi saluran pernapasan. Sebenarnya, lendir memainkan peran yang sangat penting karena membantu melindungi paru-paru dari infeksi dan partikel asing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lendir akan menjadi masalah jika menumpuk terlalu banyak, terlalu kental, sehingga dapat membuat saluran pernapasan terasa tidak nyaman.
Untungnya, Anda dapat mengontrol produksi lendir hanya dengan memperhatikan konsumsi makanan sehari-hari.
Melansir berbagai sumber, berikut beberapa makanan yang menumpukkan lendir berlebih dalam tubuh.
1. Roti
Roti disebut dapat menyebabkan peningkatan produksi lendir. Sebuah studi menemukan bahwa konsumsi roti dikaitkan dengan rinosinusitis kronis.
Studi tersebut menemukan bahwa orang yang makan lebih dari dua potong roti putih per hari memiliki tingkat gejala yang lebih tinggi.
2. Daging olahan
Daging olahan terdiri dari daging yang telah diolah dengan cara tertentu. Pengolahan membuat daging awet dan meningkatkan rasa. Sosis dan nugget adalah salah duanya.
Para peneliti menemukan bahwa makan daging olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Kondisi ini membuat seseorang sulit bernapas.
Studi tersebut menemukan bahwa untuk setiap 10 gram daging olahan yang dimakan per hari, risiko PPOK meningkat sebesar 7 persen. Salah satu efek samping PPOK yang tidak menguntungkan adalah produksi lendir berlebih.
3. Gula
Ilustrasi. Gula, salah satu bahan makanan yang bikin lendir semakin menumpuk. (iStockphoto/Photosiber)
Sebuah penelitian tahun 2014 menemukan hubungan antara konsumsi gula dan peningkatan produksi lendir. Penelitian tersebut mengamati efek gula pada lendir hidung orang sehat dan penderita asma.
Ditemukan bahwa kedua kelompok itu menghasilkan lebih banyak lendir setelah makan gula.
Studi tersebut juga menemukan bahwa penderita asma memiliki respons yang lebih besar terhadap gula, menghasilkan lebih banyak lendir daripada peserta yang sehat. Hal ini menunjukkan bahwa gula dapat memperburuk gejala asma.
4. Susu
Meski dikenal akan sumber kalsium dan nutrisi lainnya, susu juga terbukti menyebabkan produksi lendir berlebih.
Sebuah studi tahun 2001 menemukan bahwa minum susu meningkatkan produksi lendir di hidung dan tenggorokan. Peserta studi yang minum susu ditemukan memiliki lebih banyak lendir di hidung mereka saat membuang ingus.
5. Makanan cepat saji
Studi menemukan bahwa konsumsi makanan cepat saji dikaitkan dengan peningkatan risiko asma. Studi tersebut menemukan bahwa untuk setiap tambahan porsi makanan cepat saji yang dikonsumsi per minggu, risiko asma meningkat sebesar 18 persen.
Salah satu efek samping asma adalah produksi lendir yang berlebihan.
Simak beberapa makanan lain yang bikin lendir semakin menumpuk di halaman berikutnya..
Minuman bersoda hingga cokelat
Ilustrasi. Keju, salah satu makanan yang bikin lendir semakin menumpuk. (Splitshire)
6. Soda
Sama seperti makanan cepat saji, soda juga dikaitkan dengan peningkatan risiko asma. Para peneliti menemukan bahwa untuk setiap gelas soda yang diminum per minggu dapat meningkatkan risiko asma sebesar 21 persen.
7. Keju
Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa keju menyebabkan pelepasan histamin dalam tubuh, sehingga dapat menghasilkan lendir lebih banyak.
Para peneliti menemukan bahwa orang yang makan keju empat kali atau lebih dalam seminggu hampir dua kali lebih mungkin mengalami hidung tersumbat dibandingkan mereka yang tidak makan keju sama sekali.
Jadi, jika Anda ingin menghindari hidung tersumbat dan produksi lendir berlebih, sebaiknya lewati konsumsi keju.
Beberapa peneliti meyakini bahwa telur dapat menyebabkan peningkatan produksi lendir dalam tubuh. Salah satu teori menyebut bahwa khasiat dalam telur dapat memicu produksi histamin yang menyebabkan produksi lendir berlebih.
Tak hanya itu, telur juga mengandung protein yang disebut ovalbumin, yang dapat menyebabkan reaksi kekebalan pada beberapa orang. Ketika tubuh menganggap protein ini sebagai ancaman, ia menciptakan antibodi untuk menyerangnya. Antibodi ini juga menyebabkan peradangan, yang dapat memicu peningkatan produksi lendir.
9. Jagung
Beberapa peneliti percaya bahwa jagung dapat menyebabkan peningkatan produksi lendir. Studi menemukan bahwa konsumsi jagung dapat meningkatkan produksi lendir bersamaan dengan lebih banyak bersin, hidung gatal, dan pilek.
10. Makanan asin
Sodium menyebabkan peradangan pada tubuh sehingga membuat produksi lendir meningkat sebagai mekanisme pertahanan tubuh alami. Penelitian menemukan bahwa peserta yang konsumsi makanan asin memiliki lebih banyak lendir.
Natrium juga dikaitkan dengan peningkatan penyakit pilek yang dialami seseorang.
Cokelat rupanya juga dapat menjadi makanan penyebab lendir menumpuk, terutama pada orang dengan riwayat GERD.
Cokelat dapat melemahkan sfingter esofagus bagian bawah dan atas. Sfingter ini berfungsi sebagai penjaga gerbang yang memastikan makanan dan cairan mengalir ke arah yang benar (ke bawah) dan mencegah asam lambung memasuki kerongkongan.
Kondisi ini dapat mengakibatkan sakit tenggorokan, batuk, hingga lendir yang terasa menumpuk.