Ilustrasi. Ada beberapa kebiasaan yang bisa menjaga paru-paru tetap sehat. (Istockphoto/fizkes)
Jakarta, CNN Indonesia --
Belakangan ini kualitas udara di sejumlah wilayah tengah mengkhawatirkan. Mengacu pada laman IQAir, indeks kualitas udara di kedua wilayah tersebut menunjukkan indikasi tidak sehat.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan paru-paru. Salah satunya adalah menerapkan kebiasaan gaya hidup sehat seperti berhenti merokok dan menghindari polusi udara.
Kualitas udara yang buruk bisa berdampak pada kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, polusi udara membunuh sekitar tujuh juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Polusi udara bisa memicu sejumlah penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, hingga kanker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dengan menerapkan kebiasaan sehat tertentu, Anda dapat menjaga kesehatan paru-paru dengan lebih baik dan menjaganya agar tetap bekerja secara optimal bahkan hingga usia lanjut.
Melansir berbagai sumber, berikut kebiasaan untuk menjaga paru-paru tetap sehat.
1. Berolahraga secara teratur
Olahraga merupakan kunci dari berbagai aspek kesehatan, termasuk bagi kekuatan paru-paru. Mengutip Real Simple, latihan kardiovaskular adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan paru-paru dan hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 20-30 menit sehari.
Jika 20-30 menit mungkin terdengar terlalu berlebihan, Anda bisa memulai dengan berjalan kaki. Pakar kesehatan menyebut berjalan kaki adalah bentuk latihan kardiovaskular yang bagus dan membantu mencapai bagian yang lebih dalam dari paru-paru.
2. Rutin berjemur
Ilustrasi. Rajin berjemur, salah satu kebiasaan menjaga paru-paru tetap sehat. (iStockphoto/nicoletaionescu)
Tak hanya untuk kesehatan tulang, vitamin D juga dikenal penting untuk kesehatan paru-paru. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat menyebabkan defisit pada fungsi paru-paru dan mengubah struktur.
Berjemur dan mendapatkan paparan cahaya matahari adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan asupan vitamin D.
Selain berjemur, Anda juga bisa mendapatkan vitamin D dari ikan berlemak, kuning telur, dan keju.
Simak kebiasaan yang menjaga paru-paru tetap sehat lainnya di halaman berikutnya..
3. Melatih pernapasan
Stres dapat mendatangkan malapetaka pada tubuh, termasuk juga pada sistem pernapasan.
Pernapasan mendalam dan diafragma dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru, terutama setelah pulih dari infeksi saluran pernapasan seperti Covid-19 atau kondisi yang lebih kronis.
4. Tidur yang cukup
Kurang tidur terbukti dapat berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan. Dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh, seseorang menjadi lebih rentan terhadap infeksi di saluran pernapasan.
5. Hindari paparan polusi
Menukil Healthline, paparan polutan di udara dapat merusak paru-paru dan mempercepat penuaan.
Saat masih muda dan kuat, paru-paru dapat dengan mudah melawan racun-racun ini. Namun seiring bertambahnya usia, paru-paru akan kehilangan sebagian daya tahan dan menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.
Beberapa cara untuk menghindari polutan di udara adalah:
- menghindari perokok pasif, - mencoba untuk tidak keluar rumah pada saat puncak polusi udara, - menghindari berolahraga di dekat lalu lintas yang padat, - meminimalkan paparan polutan di udara di tempat kerja, seperti di bidang konstruksi, pertambangan, dan pengelolaan limbah.
6. Berhenti merokok
Anda mungkin sudah tahu bahwa merokok meningkatkan risiko kanker paru-paru. Namun, itu bukan satu-satunya penyakit yang dapat dipicunya.
Merokok dikaitkan dengan sebagian besar penyakit paru-paru, termasuk PPOK, fibrosis paru idiopatik, dan asma.
Merokok juga membuat penyakit-penyakit tersebut menjadi lebih parah. Sebagai contoh, mereka yang merokok memiliki kemungkinan 12 hingga 13 kali lebih besar untuk meninggal akibat PPOK dibandingkan mereka yang tidak merokok.
Demikian beberapa kebiasaan yang menjaga paru-paru tetap sehat.
Jakarta, CNN Indonesia --
Belakangan ini kualitas udara di sejumlah wilayah tengah mengkhawatirkan. Mengacu pada laman IQAir, indeks kualitas udara di kedua wilayah tersebut menunjukkan indikasi tidak sehat.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan paru-paru. Salah satunya adalah menerapkan kebiasaan gaya hidup sehat seperti berhenti merokok dan menghindari polusi udara.
Kualitas udara yang buruk bisa berdampak pada kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, polusi udara membunuh sekitar tujuh juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Polusi udara bisa memicu sejumlah penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, hingga kanker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dengan menerapkan kebiasaan sehat tertentu, Anda dapat menjaga kesehatan paru-paru dengan lebih baik dan menjaganya agar tetap bekerja secara optimal bahkan hingga usia lanjut.
Melansir berbagai sumber, berikut kebiasaan untuk menjaga paru-paru tetap sehat.
1. Berolahraga secara teratur
Olahraga merupakan kunci dari berbagai aspek kesehatan, termasuk bagi kekuatan paru-paru. Mengutip Real Simple, latihan kardiovaskular adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan paru-paru dan hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 20-30 menit sehari.
Jika 20-30 menit mungkin terdengar terlalu berlebihan, Anda bisa memulai dengan berjalan kaki. Pakar kesehatan menyebut berjalan kaki adalah bentuk latihan kardiovaskular yang bagus dan membantu mencapai bagian yang lebih dalam dari paru-paru.
2. Rutin berjemur
Ilustrasi. Rajin berjemur, salah satu kebiasaan menjaga paru-paru tetap sehat. (iStockphoto/nicoletaionescu)
Tak hanya untuk kesehatan tulang, vitamin D juga dikenal penting untuk kesehatan paru-paru. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat menyebabkan defisit pada fungsi paru-paru dan mengubah struktur.
Berjemur dan mendapatkan paparan cahaya matahari adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan asupan vitamin D.
Selain berjemur, Anda juga bisa mendapatkan vitamin D dari ikan berlemak, kuning telur, dan keju.
Simak kebiasaan yang menjaga paru-paru tetap sehat lainnya di halaman berikutnya..
Latih pernapasan hingga hindari polusi
Ilustrasi. Tidur cukup, salah satu kebiasaan untuk menjaga paru-paru tetap sehat. (iStockphoto/marchmeena29)
3. Melatih pernapasan
Stres dapat mendatangkan malapetaka pada tubuh, termasuk juga pada sistem pernapasan.
Pernapasan mendalam dan diafragma dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru, terutama setelah pulih dari infeksi saluran pernapasan seperti Covid-19 atau kondisi yang lebih kronis.
4. Tidur yang cukup
Kurang tidur terbukti dapat berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan. Dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh, seseorang menjadi lebih rentan terhadap infeksi di saluran pernapasan.
5. Hindari paparan polusi
Menukil Healthline, paparan polutan di udara dapat merusak paru-paru dan mempercepat penuaan.
Saat masih muda dan kuat, paru-paru dapat dengan mudah melawan racun-racun ini. Namun seiring bertambahnya usia, paru-paru akan kehilangan sebagian daya tahan dan menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.
Beberapa cara untuk menghindari polutan di udara adalah:
- menghindari perokok pasif, - mencoba untuk tidak keluar rumah pada saat puncak polusi udara, - menghindari berolahraga di dekat lalu lintas yang padat, - meminimalkan paparan polutan di udara di tempat kerja, seperti di bidang konstruksi, pertambangan, dan pengelolaan limbah.
6. Berhenti merokok
Anda mungkin sudah tahu bahwa merokok meningkatkan risiko kanker paru-paru. Namun, itu bukan satu-satunya penyakit yang dapat dipicunya.
Merokok dikaitkan dengan sebagian besar penyakit paru-paru, termasuk PPOK, fibrosis paru idiopatik, dan asma.
Merokok juga membuat penyakit-penyakit tersebut menjadi lebih parah. Sebagai contoh, mereka yang merokok memiliki kemungkinan 12 hingga 13 kali lebih besar untuk meninggal akibat PPOK dibandingkan mereka yang tidak merokok.
Demikian beberapa kebiasaan yang menjaga paru-paru tetap sehat.