Jakarta, CNN Indonesia -- Hawaii tengah dihebohkan dengan bencana kebakaran hutan yang melanda Kota Lahaina di Pulau Maui, Amerika Serikat (AS). Kebakaran tersebut hingga Kamis (10/8) telah menewaskan 53 orang dan jumlahnya berpotensi bertambah.
Kejadian ini juga berdampak kepada para wisatawan yang tengah berkunjung saat kebakaran terjadi di Pulau Maui. Seorang wisatawan bernama Sierra Vega menceritakan bagaimana dia dan keluarganya terpaksa menghabiskan liburannya di tempat penampungan darurat.
Keluarga Vega berencana menghabiskan liburan 10 hari di Pulau Maui. Beranggotakan 5 orang, keluarga ini tiba di Maui pada Selasa (8/8) pagi waktu setempat dan menginap di Honua Kai Resort & Spa di Lahaina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru semalam di Maui, tiba-tiba kebakaran hutan yang diduga disebabkan campuran antara kekeringan, angin kencang, dan tingkat kelembaban yang rendah terjadi. Angin kencang dari Badai Dora mulai mengamuk dan mengubah Lahaina menjadi "zona perang."
Rabu (9/8) pukul 3.30 pagi waktu setempat, alarm berbunyi di hotel dan semua tamu harus mengungsi. "Tidak ada yang memberi kami petunjuk ke mana harus pergi," kata Sierra Vega, seperti dilansir USA Today.
"Asapnya tidak terlihat buruk dari hotel, tapi begitu kami sampai di jalan, api warnanya merah murni," lanjutnya.
Dia mengatakan, sangat menegangkan menavigasi satu jalan keluar dari Lahaina tanpa lampu jalan atau layanan seluler. "Kamu hanya tahu kamu harus tetap tenang," tambah Sierra.
Keluarga ini mencoba mencari hotel lain, tetapi semuanya sudah dipesan. Pagi harinya, keluarga tersebut tiba di tempat penampungan darurat di War Memorial Gymnasium di Wailuku.
Mereka tidak dapat menghubungi hotel untuk mengetahui apakah mereka bisa mendapatkan kembali barang-barang mereka. Keluarga berencana untuk mendapatkan penerbangan dari Maui secepat mungkin.
"Kami merasakan penderitaan pulau itu (Maui)," kata Vega. "Sulit bagi kami hari ini, tetapi kami akan naik pesawat dalam beberapa hari, tetapi kebakaran ini telah menghancurkan kehidupan orang-orang," tuturnya.
Kesaksikan Turis dalam Kebakaran Hebat Pulau Maui Hawaii
Kota Lahaina, Pulau Maui, Hawaii saat bencana kebakaran terjadi. (Reuters/Marco Garcia))
Selain memakan puluhan korban jiwa, ratusan bangunan dan rumah hancur, termasuk semua Kota Lahaina yang bersejarah, dan ribuan penduduk yang mengungsi kehilangan hampir segalanya.
Momen menyelamatkan diri dari kebakaran di Pulau Maui membuat banyak orang trauma. Para turis ikut berebut mencari keselamatan diri.
Banyak turis terpaksa tidur di mobil mereka di mana pun mereka bisa parkir dengan pakaian di punggung karena mereka tidak bisa kembali ke akomodasi mereka di Lahaina. Jalan utama menuju Lahaina terus ditutup untuk turis pada Kamis (10/8).
Sederetan mobil diparkir di pinggir jalan dengan orang-orang menunggu untuk melihat apakah mereka dapat kembali ke kamar hotel mereka pada hari Rabu (9/8). "Kami tidak punya tempat lain untuk pergi," kata salah satu pasangan yang sedang mengunjungi Maui.
Pengunjung lain yang mendarat di Maui pada Rabu (9/8) pagi bahkan tidak meninggalkan bandara dan langsung mengalihkan liburan Maui mereka ke pulau lain yang tidak terpengaruh, seperti Kauai. Beberapa mengatakan mereka akan melanjutkan perjalanan mereka ke Maui, mencari akomodasi di daerah yang masih buka.
Ketika kebakaran terjadi, terdapat sekitar 4.000 wisatawan yang datang ke sana. Pemerintah Pulau Maui sejauh ini mengevakuasi 12.000 warga plus wisatawan. "Sekitar 2.100 orang telah mengungsi," kata pejabat lokal.
Sampai Jumat (11/8), kebakaran masih aktif di tiga tempat, Lahaina, Big Island, dan Pulehu. Pengunjung diminta menjauhi Kota Lahaina. "Ini (Lahaina) bukan tempat yang aman," ujar Letnan Gubernur Hawaii Sylvia Luke.
Lahaina merupakan kota bersejarah di ujung barat barat Pulau Maui, Hawaii. Pusat kota ini punya bangunan dari tahun 1700-an dan masuk dalam daftar tempat bersejarah nasional AS.