Tak Perlu Khawatir, Ini 5 Cara Mengatasi Anak yang Mudah Cemas
Mengetahui cara mengatasi anak mudah cemas sangat penting bagi semua orang tua. Apalagi, jika Anda sering melihat anak mudah merasa tertekan ketika menghadapi situasi ataupun orang baru.
Kecemasan sebenarnya merupakan respons alami tubuh ketika seseorang merasa berada dalam bahaya. Namun, jika rasa cemas mulai mengganggu tidur, sekolah, pertemanan, atau aktivitas yang biasanya disukai anak, orang tua perlu memberikan perhatian lebih.
Cara mengatasi anak mudah cemas menurut ahli
Setidaknya, ada beberapa cara mengatasi kecemasan pada anak. Berikut di antaranya, merangkum berbagai sumber.
1. Dengarkan dan validasi perasaannya
Mengutip Psychology Today, hindari merespons ketakutan anak secara negatif. Misalnya, mengatakan bahwa ketakutan yang dialami si kecil tidak masuk akal.
Tunjukkan bahwa orang tua memahami perasaannya, misalnya dengan mengatakan, "Mama tahu kamu takut, dan mama akan menemani kamu melewatinya."
Validasi bukan berarti menyetujui ketakutan anak. Orang tua tetap dapat menunjukkan bahwa situasi tersebut bisa dihadapi tanpa memperkuat anggapan bahwa anak memang sedang berada dalam bahaya.
2. Jangan selalu menghindarkan anak dari pemicunya
Cara mengatasi anak yang mudah cemas lainnya adalah tidak menjauhkan si kecil dari hal-hal atau pemicu yang membuatnya ketakutan.
Membawa anak keluar dari situasi yang membuatnya cemas memang bisa membuatnya tenang untuk sementara. Namun, terlalu sering melakukan hal tersebut dapat membuat anak semakin percaya bahwa situasi tersebut harus dihindari.
Sebaliknya, bantu anak menghadapi ketakutannya secara bertahap. Mulailah dari langkah kecil yang masih mampu dilakukan anak dan berikan apresiasi ketika mereka berhasil mencobanya.
3. Berikan ekspektasi yang realistis
Orang tua tidak perlu memastikan bahwa sesuatu yang ditakuti anak pasti salah. Lebih baik, yakinkan bahwa anak mampu menghadapi apa pun yang terjadi.
Misalnya, daripada berkata "Kamu pasti tidak akan gagal", orang tua dapat mengatakan, "Memang mungkin terasa menegangkan, tetapi kamu bisa mencoba dan menghadapinya".
4. Bantu anak menghadapi ketidakpastian
Anak yang cemas mungkin ingin memastikan segala sesuatu berjalan sesuai rencana. Orang tua dapat membantu dengan membicarakan kemungkinan yang terjadi dan menyusun rencana sederhana jika ketakutannya benar-benar muncul.
Cara ini membuat anak belajar bahwa mereka tetap memiliki pilihan ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan.
5. Jadilah contoh dalam mengelola kecemasan
Anak banyak belajar dari cara orang tua menghadapi situasi sulit. Karena itu, tunjukkan bahwa merasa cemas adalah hal yang wajar dan dapat dikelola tanpa langsung menghindari masalah.
Kapan anak butuh bantuan profesional?
Jika kecemasan terus memburuk, mengganggu tidur, sekolah, makan, atau aktivitas sehari-hari, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional.
Pendampingan sejak awal dapat membantu mengetahui penyebab kecemasan sekaligus menentukan cara penanganan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Dengan begitu, si kecil dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri.
Itu dia ulasan lengkap mengenai cara mengatasi anak mudah cemas. Semoga informasi ini bermanfaat untukmu.
(han/asr)