Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Berhenti Konsumsi Minuman Manis
CNN Indonesia
Rabu, 06 Agu 2025 10:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Ada beberapa fase yang terjadi pada tubuh saat berhenti konsumsi minuman manis. (Istockphoto/photka)
Jakarta, CNN Indonesia --
Minuman manis sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari banyak orang. Apalagi minuman dan kudapan tradisional di Indonesia juga banyak yang menggunakan gula.
Mulai dari jajanan di pinggir jalan seperti es doger hingga hingga minuman kemasan, ada banyak jenis minuman manis kerap dikonsumsi untuk menyegarkan tubuh.
Namun, di balik rasanya yang nikmat, asupan minuman manis yang berlebihan ternyata berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsumsi gula berlebih dari minuman manis bisa memicu obesitas dan diabetes tipe-2. Oleh karena itu, membatasi atau bahkan berhenti konsumsi minuman manis jadi penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Lalu, apa yang akan terjadi pada tubuh saat kamu memutuskan berhenti mengonsumsi minuman manis? Simak penjelasan berikut ini.
Yang terjadi pada tubuh saat berhenti konsumsi minuman manis
Menurut dokter spesialis gizi di RS Melinda Bandung Johanes Casay Chandrawinata, tubuh akan mulai merasakan manfaat positif setelah asupan gula dari minuman manis dikurangi.
"Tubuh akan terasa lebih segar dan sehat karena asupan gula dari minuman manis ini berkurang," ujar Johanes dalam sebuah wawancara dengan CNNIndonesia.com.
Pada awalnya, kamu mungkin akan mengalami rasa lemas dan kurang berenergi. Hal ini wajar terjadi, karena tubuhmu sedang menyesuaikan diri dengan penurunan asupan gula secara drastis.
Gula memang sering digunakan sebagai sumber energi cepat oleh tubuh. Namun, rasa lemas ini bukan berarti gula darahmu rendah secara berbahaya.
"Bukan berarti orang tersebut kekurangan gula darah, karena tubuh yang sehat menjaga ketat kadar gula darah dalam batas normal," ujar Johanes.
Ilustrasi. Pada tahap awal, tubuh akan merasa lemas saat berhenti konsumsi minuman manis. (iStock/PrathanChorruangsak)
Biasanya, setelah 7 hingga 10 hari tanpa minuman manis, tubuh mulai beradaptasi dan kamu akan merasakan energi yang lebih stabil. Pada fase ini, tubuh justru akan terasa lebih bugar dan segar dibandingkan sebelumnya.
Selain itu, berhenti konsumsi minuman manis juga dapat menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida yang tinggi berisiko memicu strok, serangan jantung, dan berbagai masalah kardiovaskular lainnya.
Cara memulai diet bebas gula
Berhenti konsumsi minuman manis memang tidak mudah, terutama jika sudah menjadi kebiasaan lama. Tak cuma minuman manis, makanan manis seperti camilan dan kue juga sama bahayanya.
Kalau ingin mencoba diet bebas gula, kamu bisa mencoba tips dan panduan berikut ini dari Healthline.
Ketimbang langsung berhenti total, mulailah dengan mengurangi konsumsi minuman manis secara perlahan.
Anggap saja minggu-minggu pertama sebagai masa transisi menuju pola makan rendah gula. Dengan cara ini, lidahmu dapat 'dilatih ulang' untuk menikmati rasa yang lebih alami.
Selama masa transisi, kamu masih bisa mengonsumsi gula alami dari buah-buahan yang kaya nutrisi dan serat.
Simak cara memulai diet bebas gula lainnya di halaman berikutnya..
2. Biasakan membaca label
Banyak produk makanan dan minuman mengandung gula tersembunyi yang kita tidak sadari. Oleh karena itu, biasakan membaca label nutrisi dan daftar bahan pada kemasan.
Gula biasanya tercantum dalam satuan gram, dan 4 gram setara dengan satu sendok teh gula. Dengan mengetahui kandungan gula dalam produk, kamu bisa menghindari sumber gula tambahan yang tidak perlu.
Gula memiliki banyak nama yang berbeda dalam daftar bahan makanan. Biasanya diakhiri dengan suku kata '-osa'. Contohnya, glukosa, maltosa, sukrosa, dekstrosa, fruktosa, dan laktosa.
Selain itu, gula juga bisa muncul dalam bentuk molase, agave, sirup jagung, sirup beras, sirup malt, dan konsentrat jus buah.
Mengenali berbagai nama di atas akan memudahkanmu menghindari gula tersembunyi di makanan dan minuman.
4. Pilih varian tanpa gula tambahan
Banyak produk makanan dan minuman tersedia dalam versi manis dan tanpa gula tambahan. Biasanya, produk tanpa gula tambahan diberi label 'unsweetened' atau 'sugar free'.
Meski begitu, tetap perhatikan kandungan gula alami yang mungkin masih ada. Jangan lupa untuk selalu mengecek daftar bahan, jangan langsung terbuai klaim yang tertera pada kemasan.
Minuman manis sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari banyak orang. Apalagi minuman dan kudapan tradisional di Indonesia juga banyak yang menggunakan gula.
Mulai dari jajanan di pinggir jalan seperti es doger hingga hingga minuman kemasan, ada banyak jenis minuman manis kerap dikonsumsi untuk menyegarkan tubuh.
Namun, di balik rasanya yang nikmat, asupan minuman manis yang berlebihan ternyata berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsumsi gula berlebih dari minuman manis bisa memicu obesitas dan diabetes tipe-2. Oleh karena itu, membatasi atau bahkan berhenti konsumsi minuman manis jadi penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Lalu, apa yang akan terjadi pada tubuh saat kamu memutuskan berhenti mengonsumsi minuman manis? Simak penjelasan berikut ini.
Yang terjadi pada tubuh saat berhenti konsumsi minuman manis
Menurut dokter spesialis gizi di RS Melinda Bandung Johanes Casay Chandrawinata, tubuh akan mulai merasakan manfaat positif setelah asupan gula dari minuman manis dikurangi.
"Tubuh akan terasa lebih segar dan sehat karena asupan gula dari minuman manis ini berkurang," ujar Johanes dalam sebuah wawancara dengan CNNIndonesia.com.
Pada awalnya, kamu mungkin akan mengalami rasa lemas dan kurang berenergi. Hal ini wajar terjadi, karena tubuhmu sedang menyesuaikan diri dengan penurunan asupan gula secara drastis.
Gula memang sering digunakan sebagai sumber energi cepat oleh tubuh. Namun, rasa lemas ini bukan berarti gula darahmu rendah secara berbahaya.
"Bukan berarti orang tersebut kekurangan gula darah, karena tubuh yang sehat menjaga ketat kadar gula darah dalam batas normal," ujar Johanes.
Ilustrasi. Pada tahap awal, tubuh akan merasa lemas saat berhenti konsumsi minuman manis. (iStock/PrathanChorruangsak)
Biasanya, setelah 7 hingga 10 hari tanpa minuman manis, tubuh mulai beradaptasi dan kamu akan merasakan energi yang lebih stabil. Pada fase ini, tubuh justru akan terasa lebih bugar dan segar dibandingkan sebelumnya.
Selain itu, berhenti konsumsi minuman manis juga dapat menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida yang tinggi berisiko memicu strok, serangan jantung, dan berbagai masalah kardiovaskular lainnya.
Cara memulai diet bebas gula
Berhenti konsumsi minuman manis memang tidak mudah, terutama jika sudah menjadi kebiasaan lama. Tak cuma minuman manis, makanan manis seperti camilan dan kue juga sama bahayanya.
Kalau ingin mencoba diet bebas gula, kamu bisa mencoba tips dan panduan berikut ini dari Healthline.
Ketimbang langsung berhenti total, mulailah dengan mengurangi konsumsi minuman manis secara perlahan.
Anggap saja minggu-minggu pertama sebagai masa transisi menuju pola makan rendah gula. Dengan cara ini, lidahmu dapat 'dilatih ulang' untuk menikmati rasa yang lebih alami.
Selama masa transisi, kamu masih bisa mengonsumsi gula alami dari buah-buahan yang kaya nutrisi dan serat.
Simak cara memulai diet bebas gula lainnya di halaman berikutnya..
Cara Memulai Diet Bebas Gula
Ilustrasi. Ada beberapa cara untuk memulai diet bebas gula. (Getty Images/PonyWang)
2. Biasakan membaca label
Banyak produk makanan dan minuman mengandung gula tersembunyi yang kita tidak sadari. Oleh karena itu, biasakan membaca label nutrisi dan daftar bahan pada kemasan.
Gula biasanya tercantum dalam satuan gram, dan 4 gram setara dengan satu sendok teh gula. Dengan mengetahui kandungan gula dalam produk, kamu bisa menghindari sumber gula tambahan yang tidak perlu.
Gula memiliki banyak nama yang berbeda dalam daftar bahan makanan. Biasanya diakhiri dengan suku kata '-osa'. Contohnya, glukosa, maltosa, sukrosa, dekstrosa, fruktosa, dan laktosa.
Selain itu, gula juga bisa muncul dalam bentuk molase, agave, sirup jagung, sirup beras, sirup malt, dan konsentrat jus buah.
Mengenali berbagai nama di atas akan memudahkanmu menghindari gula tersembunyi di makanan dan minuman.
4. Pilih varian tanpa gula tambahan
Banyak produk makanan dan minuman tersedia dalam versi manis dan tanpa gula tambahan. Biasanya, produk tanpa gula tambahan diberi label 'unsweetened' atau 'sugar free'.
Meski begitu, tetap perhatikan kandungan gula alami yang mungkin masih ada. Jangan lupa untuk selalu mengecek daftar bahan, jangan langsung terbuai klaim yang tertera pada kemasan.