Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Makan Jagung Setiap Hari?
Daftar Isi
Jagung jadi salah satu sumber karbohidrat pilihan selain nasi. Tapi, apa yang terjadi pada tubuh jika makan jagung setiap hari?
Jagung dikenal sebagai salah satu sumber makanan pokok di sejumlah daerah. Selain karbohidrat, jagung juga mengandung serat dan beragam nutrisi lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Everyday Health, jagung juga merupakan sumber magnesium, fosfor, mangan, selenium, dan tiamin yang baik. Jagung juga mengandung vitamin D yang penting untuk imun tubuh.
Tak cuma itu, dua karotenoid dalam jagung, yakni lutein dan zeaxanthin, dikaitkan dengan kesehatan mata yang lebih baik.
Manfaat makan jagung setiap hari
Dari berbagai nutrisi di atas, tak heran jika makan jagung memberikan banyak manfaat.
Menukil dari Health, berikut beberapa perubahan yang bisa terjadi pada tubuh saat rutin mengonsumsi jagung.
1. Pencernaan lebih lancar
Setengah cangkir jagung matang mengandung sekitar 2 gram (g) serat, terutama serat tak larut yang membantu memperlancar pergerakan usus dan mencegah sembelit.
Serat ini juga mendukung bakteri baik usus yang menghasilkan asam lemak rantai pendek (SCFA), senyawa yang memperkuat lapisan usus dan meredakan peradangan.
2. Kesehatan mata terjaga
Warna kuning cerah pada jagung berasal dari antioksidan karotenoid bernama lutein dan zeaxanthin.
Kedua nutrisi tersebut berperan melindungi kesehatan mata dan dapat menurunkan risiko penyakit mata terkait usia, seperti katarak dan degenerasi makula.
3. Kesehatan jantung terjaga
Jagung juga memberi efek baik bagi jantung. Kandungan seratnya membantu mengurangi penyerapan lemak kolesterol di saluran pencernaan sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat.
Selain itu, jagung mengandung kalium yang membantu menyeimbangkan natrium dan berpotensi menurunkan tekanan darah.
4. Terhindar dari penyakit
Makan jagung setiap hari, terutama jagung berwarna kuning, membuat tubuh mendapatkan lebih banyak antioksidan.
Antioksidan ini bekerja melawan peradangan dan kerusakan sel, sehingga turut menurunkan risiko penyakit kronis seperti jantung dan beberapa jenis kanker.
5. Energi stabil terjaga
Jagung merupakan karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat. Oleh karena itu, jagung mampu memberi energi yang bertahap dan lebih stabil.
Jagung juga mengandung vitamin B yang berperan penting dalam produksi energi harian.
Risiko terlalu banyak makan jagung
Meski kaya akan manfaat, mengonsumsi jagung setiap hari juga membawa beberapa risiko, terutama jika porsinya tidak dikontrol. Sebagai panduan umum, sekitar 1-3 tongkol jagung dianggap sudah cukup.
Berikut beberapa risiko yang bisa terjadi jika kamu terlalu banyak makan jagung.
1. Berpotensi menaikkan gula darah
Ilustrasi. Beberapa risiko bisa muncul jika terlalu banyak makan jagung. (iStockphoto/simpson33) |
Kandungan karbohidratnya yang cukup tinggi membuat penderita diabetes perlu membatasi porsi, misalnya hanya seperempat piring.
2. Produk olahan jagung bisa kurang sehat
Makanan jagung yang sudah diolah, seperti sirup jagung fruktosa tinggi, jagung krim, biasanya mengandung gula, garam, atau lemak berlebih.
3. Alergi jagung
Meski jarang, reaksi alergi terhadap jagung mentah atau matang seperti pembengkakan, ruam, atau gangguan pencernaan dapat terjadi.
(nga/asr)

Ilustrasi. Beberapa risiko bisa muncul jika terlalu banyak makan jagung. (iStockphoto/simpson33)