Viral Minuman Matcha Disajikan dalam Infus, Ini Kata Dokter

CNN Indonesia
Kamis, 08 Jan 2026 20:15 WIB
Sebuah kedai teh di Bali viral di media sosial usai menghadirkan minuman matcha dengan kemasan menyerupai botol infus.
Ilustrasi. Sebuah kedai teh di Bali viral di media sosial usai menghadirkan minuman matcha dengan kemasan menyerupai botol infus. (iStockphoto/AnnaPustynnikova)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah kedai teh di Bali viral di media sosial usai menghadirkan minuman matcha dengan kemasan menyerupai botol infus.

Gimmick tersebut menuai sorotan publik karena dinilai sensitif dan berpotensi menimbulkan salah persepsi di masyarakat, terutama terkait penggunaan kemasan medis untuk produk konsumsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video yang beredar, kemasan minuman itu terlihat mencantumkan label "D5 Dextrose monohydrate", istilah yang lazim digunakan pada cairan infus medis.

Banyak warganet mempertanyakan apa sebenarnya cairan infus D5 dan apakah aman dijadikan kemasan minuman.

Dokter spesialis penyakit dalam, Profesor Ketut Suastika menjelaskan, infus D5 merupakan cairan infus medis yang mengandung 5 persen dekstrosa atau glukosa dalam air. Cairan ini digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan energi pasien melalui pembuluh darah.

"Infus D5 adalah cairan infus, makanan yang dimasukkan dalam cairan yang bisa langsung dimasukkan melalui pembuluh darah, mengandung dextrose atau glukosa 5 persen. Artinya 5 gram dextrose atau glukosa dalam 100 ml air," ujar Ketut, Selasa (6/1), melansir detikhealth.

Ia menambahkan, cairan tersebut umumnya diberikan kepada pasien yang membutuhkan tambahan kalori, terutama ketika asupan makanan lewat mulut tidak mencukupi atau tidak memungkinkan.

"Biasanya diberikan kepada pasien yang membutuhkan kalori tambahan di samping kalori melalui saluran cerna, lewat makanan normal," sambungnya.

Perlu etika

Terkait penggunaan kemasan infus sebagai wadah minuman, Ketut menilai inovasi pemasaran tetap perlu memperhatikan aspek etika.

Pasalnya, kemasan yang digunakan dalam video viral tersebut mencantumkan nama PT Otsuka Indonesia, perusahaan farmasi yang dikenal memproduksi cairan infus untuk keperluan medis.

saline bag in emergency roomIlustrasi. Sebuah kedai teh di Bali viral di media sosial usai menghadirkan minuman matcha dengan kemasan menyerupai botol infus. (Istockphoto/Thekopmylife)

Menurutnya, penggunaan atribut medis tanpa izin berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

"Sebaiknya gimmick juga ada etikanya, apakah sudah mendapat izin dari Otsuka atau farmasi lain yang memproduksi infus D5," kata Prof Ketut.

Ia juga mengingatkan agar publik tidak keliru memahami fungsi cairan infus dan minuman biasa. Infus, kata dia, merupakan nutrisi yang dimasukkan langsung ke pembuluh darah dengan indikasi medis tertentu, bukan untuk konsumsi oral sehari-hari.

"Harus ada pembelajaran yang baik. Cairan infus adalah nutrisi yang dimasukkan lewat pembuluh darah. Hati-hati dengan minuman biasa, jangan sampai muncul persepsi bahwa matcha bisa dipakai infus," tegasnya.

Di tengah polemik tersebut, PT Otsuka Indonesia turut memberikan klarifikasi. Perusahaan menyatakan, cairan infus yang digunakan dalam kemasan minuman viral tersebut bukan produk mereka. Otsuka menegaskan ada indikasi penyalahgunaan merek dan kemasan cairan infus medis.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam mengemas produk makanan dan minuman, terutama ketika menggunakan simbol atau atribut medis yang memiliki makna serius dan berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.

(nga/asr)


[Gambas:Video CNN]