Dokter Jelaskan 7 Bahaya Ini, Jika Kamu Sering Menahan Kencing
Menahan buang air kecil kerap dianggap sepele. Banyak orang melakukannya demi menyelesaikan pekerjaan, menghadiri rapat, terjebak macet, atau karena enggan menggunakan toilet umum.
Padahal, jika sudah menjadi kebiasaan, menahan kencing bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Konsultan Urologi Onkologi Eka Hospital MT Haryono, Agus Rizal A.H. Hamid, mengingatkan bahwa buang air kecil merupakan mekanisme alami tubuh untuk membuang sisa limbah yang tidak diperlukan melalui urine.
Dalam kondisi normal, seseorang umumnya buang air kecil sekitar 6-7 kali sehari, tergantung asupan cairan dan kondisi tubuh.
"Kalau sesekali ditahan dan saluran kemih dalam kondisi sehat, biasanya tidak masalah. Kandung kemih orang dewasa bisa menampung hingga sekitar dua gelas urine," jelas Agus Rizal dalam diskusi media yang digelar Eka Hospital, Selasa (13/1).
Namun, cerita akan berbeda jika kebiasaan menahan buang air kecil dilakukan terlalu sering dan berlangsung lama. Risiko gangguan kesehatan pun meningkat.
Bahaya sering menahan buang air kecil
Berikut sejumlah masalah kesehatan yang bisa muncul akibat kebiasaan menahan kencing:
1. Nyeri dan rasa tidak nyaman
Kandung kemih memiliki batas kemampuan menampung urine. Saat dipaksa menahan terlalu lama, otot kandung kemih akan meregang berlebihan dan memicu rasa tidak nyaman hingga nyeri, terutama di perut bagian bawah.
2. Ngompol tanpa disadari
Menahan buang air kecil terlalu lama bisa membuat otot pengontrol saluran kemih kehilangan kendali. Akibatnya, urine bisa keluar tiba-tiba tanpa disadari alias ngompol, bahkan pada orang dewasa.
3. Batu kandung kemih
Menahan kencing dapat membuat proses berkemih tidak tuntas dan menyisakan urine di kandung kemih. Endapan urine yang terjadi berulang kali berisiko memicu terbentuknya batu kandung kemih, yang ditandai nyeri saat kencing, nyeri perut bawah, hingga urine berdarah.
4. Infeksi saluran kemih (ISK)
Urine yang tertahan terlalu lama bisa menjadi media ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, terlebih pada orang dengan gangguan tertentu seperti pembesaran prostat, retensi urine, atau masalah saraf kandung kemih.
5. Inkontinensia urine
Kebiasaan menahan kencing juga dikaitkan dengan risiko inkontinensia urine, yaitu kondisi ketika seseorang tidak mampu menahan buang air kecil. Infeksi berulang dan melemahnya otot kandung kemih bisa menjadi pemicunya.
6. Hidronefrosis
Dalam kondisi tertentu, menahan buang air kecil terlalu lama dapat menyebabkan urine mengalir balik ke ginjal. Akibatnya, ginjal bisa membengkak atau mengalami hidronefrosis, dengan gejala nyeri punggung, jarang kencing, dan nyeri saat berkemih.
7. Infeksi ginjal
Infeksi saluran kemih yang tidak ditangani dengan baik dapat menjalar hingga ke ginjal. Infeksi ginjal membutuhkan penanganan medis segera karena berisiko menyebabkan kerusakan ginjal permanen.
Agus menyarankan agar Anda membiasakan buang air kecil setiap 3-4 jam sekali dan jangan menunda saat sudah terasa ingin kencing. Jika perlu, buat jadwal rutin, misalnya setelah bangun tidur, sebelum dan sesudah jam kerja, atau sebelum bepergian jauh.
"Jika mengalami keluhan seperti frekuensi buang air kecil meningkat, urine berbau tajam atau keruh, muncul darah, hingga nyeri panggul, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Keluhan tersebut bisa menjadi tanda gangguan pada saluran kemih yang membutuhkan penanganan medis," kata dia.
(tis/tis)