Daftar 10 Hobi yang Diyakini Bisa Bantu Panjang Umur
Sejumlah hobi bukan hanya membantu mengisi waktu luang, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan tubuh dan memperpanjang usia harapan hidup.
Aktivitas yang melibatkan gerak tubuh, stimulasi otak, kreativitas, hingga interaksi sosial diketahui membantu menjaga fungsi fisik dan kognitif seiring bertambahnya usia.
Kebiasaan ini juga berperan menekan risiko penyakit kronis, menjaga kesehatan mental, serta meningkatkan rasa tujuan dan kepuasan hidup.
Tak heran jika para ahli kesehatan dan penuaan menilai hobi bukan lagi sekadar pilihan gaya hidup, melainkan bagian penting dari strategi hidup sehat dan berumur panjang.
Melansir berbagai sumber, berikut sejumlah hobi yang sering dikaitkan dengan umur panjang:
1. Berkebun
Berkebun kerap disebut sebagai salah satu hobi yang mendukung umur panjang karena menggabungkan aktivitas fisik ringan, stimulasi mental, dan rasa memiliki tujuan.
Mengutip Good Housekeeping, Direktur Stanford Longevity Center Deborah Kado menilai berkebun membantu seseorang tetap aktif sekaligus terhubung dengan proses merawat dan menumbuhkan sesuatu. Aktivitas ini juga terbukti dapat menurunkan stres, membantu mengontrol tekanan darah, serta meningkatkan suasana hati.
2. Aktivitas fisik teratur
Gerak tubuh menjadi salah satu fondasi utama penuaan sehat. Aktivitas fisik mencakup latihan kekuatan atau resistance training untuk menjaga massa otot, kesehatan otak, dan kestabilan gula darah.
Selain latihan beban, aktivitas seperti berjalan kaki, berenang, menari, atau mendaki juga dinilai efektif. Olahraga rutin sering membuat seseorang merasa lebih baik secara emosional setelah menjalaninya.
3. Menyanyi atau bermain alat musik
Menyanyi dan bermain musik tak hanya menyenangkan, tetapi juga menstimulasi otak. Aktivitas ini melibatkan memori melalui proses menghafal lirik lagu serta mempelajari kunci atau not alat musik.
Keterlibatan dalam aktivitas musik dapat membantu menjaga fungsi kognitif dan memperlambat penuaan otak. Selain itu, musik juga memberi ruang ekspresi emosi yang sehat.
4. Menjadi relawan (volunteer)
Menjadi relawan memberi rasa tujuan dan makna hidup, dua hal yang sering dikaitkan dengan umur panjang. Studi dalam Journal of Health Psychology menemukan bahwa orang berusia 70 tahun ke atas yang rutin menjadi relawan cenderung memiliki harapan hidup lebih panjang dibandingkan mereka yang tidak.
Aktivitas ini juga dapat meningkatkan kesehatan mental, menurunkan rasa kesepian, dan memperkuat koneksi sosial.
5. Seni dan kerajinan tangan
Melukis, merajut, memotret, atau membuat kerajinan tangan dapat menstimulasi otak dan kreativitas. Aktivitas kreatif melibatkan fokus, perencanaan, dan imajinasi yang berkontribusi pada kesehatan kognitif.
Kegiatan seni membantu menjaga ketajaman mental dan dapat mengurangi risiko penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia.
6. Membaca
Melansir Your Tango, membaca mampu menjaga kesehatan otak jangka panjang. Orang yang gemar membaca memiliki risiko kematian lebih rendah dibandingkan nonpembaca, terlepas dari jenis bacaan yang dipilih.
Membaca tidak harus selalu buku berat atau akademis. Bacaan yang memberi hiburan dan relaksasi juga tetap bermanfaat karena menjaga otak aktif dan mengurangi stres.
7. Meditasi dan mindfulness
Meditasi membantu menurunkan stres kronis yang diketahui berdampak buruk pada kesehatan jantung dan sistem imun. Aktivitas ini juga melatih kesadaran emosi serta membantu regulasi respons tubuh terhadap tekanan.
Meski membutuhkan konsistensi, meditasi dinilai membantu menjaga ketahanan mental dan emosional dalam jangka panjang.
8. Belajar bahasa baru
Belajar bahasa baru dapat menantang otak untuk terus beradaptasi. Aktivitas ini melibatkan memori, konsentrasi, dan pemecahan masalah, yang semuanya penting untuk menjaga fungsi kognitif.
Belajar tidak harus melalui pendidikan formal. Paparan bahasa lewat film, musik, atau interaksi sosial juga memberi manfaat serupa.
9. Jalan-jalan di alam
Menghabiskan waktu dengan berjalan kaki di alam terbuka dapat memberi dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental. Aktivitas ini tidak hanya melibatkan gerakan tubuh yang baik untuk otot dan jantung, tetapi juga membantu menurunkan hormon stres.
Paparan cahaya alami dan udara segar turut berperan dalam menjaga metabolisme dan daya tahan tubuh. Selain itu, berjalan di alam membantu seseorang belajar menghargai hal-hal kecil yang ditemui sepanjang perjalanan.
10. Junk journaling
Junk journaling atau kebiasaan menyusun jurnal dari potongan kertas, foto, tiket, stiker, dan berbagai benda lainnya merupakan aktivitas kreatif yang merangsang otak sekaligus menenangkan pikiran.
Hobi ini mendorong seseorang untuk terus menjelajahi tempat baru sambil menyimpan kenangan yang bermakna. Meluangkan beberapa menit hingga beberapa jam untuk menulis jurnal dapat membantu seseorang lebih menghargai detail-detail kecil dalam hidup.
(nga/tis)