Jangan Pencet Jerawat di Hidung, Bisa Berakibat Fatal hingga Kematian

CNN Indonesia
Selasa, 17 Mar 2026 07:45 WIB
Memencet jerawat di area tertentu, seperti di dalam hidung, tidak bisa dianggap sepele. Kondisi ini bisa memicu infeksi yang berisiko fatal.
Ilustrasi. Memencet jerawat di area tertentu, seperti di dalam hidung, tidak bisa dianggap sepele. (iStockphoto/Pornpak Khunatorn)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pengguna media sosial viral usai membagikan kisah pilu kematian suaminya yang berawal karena memencet jerawat.

Faktanya, memencet jerawat tak bisa dianggap sepele. Kondisi ini bisa memicu infeksi yang berisiko fatal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian yang hampir serupa pernah dialami seorang wanita asal Amerika Serikat (AS), Alisha Monaco. Mengutip CTV News, ia mengalami pembengkakan ekstrem di salah satu wajahnya diiringi rasa sakit usai memecahkan jerawat di bawah lubang hidungnya. Area ini dikenal dengan istilah 'triangle death' atau 'segitiga kematian'.

Yang dimaksud dengan 'triangle death' adalah merujuk pada area dari sudut mulut hingga bagian di antara kedua alis. Tepat di tengah segitiga itu, terdapat sinus kavernosa, yang menampung saraf dan pembuluh darah penting yang membawa aliran darah kembali ke otak.

"Pembuluh darah ke otak ini tidak memiliki katup. Jadi aliran darah itu bisa dua arah. Bakteri dari tempat jerawat itu atau infeksi apa pun di area segitiga bisa menyebar langsung ke otak," ujar dermatolog dr I Gusti Nyoman Darmapura, Kamis (22/1), mengutip detikhealth.

Dengan demikian, jika permukaan kulit terinfeksi, misalnya karena memencet jerawat, infeksi bisa menyebar hingga menyebabkan kematian.

"Area segitiga tadi, jangan memencet jerawat. Sering kali banyak kejadian mau ke acara penting, ada jerawat di daerah itu, malah dipencet. Itu perlu dihindari," tegas Darma.

Hindari memencet jerawat di area segitiga kematian itu, apalagi menggunakan tangan atau alat yang tidak steril.

Darma juga mengimbau agar memperhatikan tanda-tanda adanya peradangan seperti kemerahan, pembengkakan, rasa nyeri, hingga munculnya nanah.

"Apabila muncul kemerahan sampai demam, jangan tunda ke dokter," pungkas dia.

(asr) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]