Kata Ahli Gizi, Oat Milk Bukan Alternatif Terbaik Susu Sapi

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Jan 2026 01:00 WIB
Jadi alternatif susu sapi, susu oat ternyata tak lebih baik ketimbang jenis susu lainnya. Ini penjelasan dari para ahli gizi.
Ilustrasi. Jadi alternatif susu sapi, susu oat ternyata tak lebih baik ketimbang jenis susu lainnya. (iStockphoto/carlosgaw)
Jakarta, CNN Indonesia --

Oat milk atau susu oat kerap dipilih sebagai pengganti susu sapi karena dianggap lebih sehat dan ramah bagi orang-orang yang menghindari produk hewani. Namun benarkah alternatif ini lebih baik dari susu sapi?

Sebagai minuman nabati yang dikenal menyehatkan, para ahli gizi justru menilai susu oat justru berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi tanpa pertimbangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini, susu oat dipasarkan sebagai minuman tinggi serat serta diperkaya kalsium dan vitamin D yang baik untuk kesehatan tulang. Meski demikian, para ahli mulai melihat kandungan nutrisi susu oat dari sudut pandang berbeda.

Susu oat tidak lebih baik ketimbang susu nabati lain

Ahli gizi Melissa Rifkin menjelaskan, susu oat mengandung karbohidrat, gula tambahan, dan minyak yang cenderung lebih tinggi dibandingkan jenis susu nabati lain, seperti susu almond.

"Oat milk latte bisa saja menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi secara nutrisi tidak lengkap jika dikonsumsi sendiri," kata Riffkin, seperti dilansir Independent UK.

Rifkin menambahkan, kandungan protein dan lemak dalam susu oat relatif rendah. Padahal, dua nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kestabilan gula darah dan rasa kenyang lebih lama.

Pendapat serupa disampaikan ahli gizi Nour Zibdeh. Menurutnya, tingginya kandungan karbohidrat dalam susu oat dapat memicu lonjakan gula darah, terutama jika diminum pada pagi hari.

"Susu oat, bagaimanapun rendah protein dan lemak dan menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih parah," kata Zibdeh.

Ahli gizi Samantha Cassetty juga mengingatkan soal kandungan karbohidrat dalam susu oat. Ia menyebutkan, satu cangkir susu oat mengandung sekitar 16 gram karbohidrat, hampir setara dengan satu lembar roti.

"Jika Anda sedang membatasi asupan karbohidrat, kandungan ini perlu diperhitungkan bersama makanan lain yang dikonsumsi atau mungkin ingin memilih jenis susu lain yang lebih rendah karbohidrat," kata Cassetty.

Pandangan lebih tegas datang dari Jessie Inchauspe, ahli biokimia asal Prancis yang dikenal sebagai Glucose Goddess. Ia menyebut susu oat memiliki dampak negatif.

"Susu oat terbuat dari oat, dan oat adalah biji-bijian, dan biji-bijian mengandung pati. Saat minum susu oat, Anda minum jus pati. Anda minum jus yang mengandung banyak glukosa. Jadi, hal ini menyebabkan lonjakan glukosa yang besar," katanya.

Jadi, jenis susu mana yang lebih baik?

Menurut Inchauspe, susu sapi ataupun susu dari kacang-kacangan seperti almond, memiliki kandungan protein dan lemak yang lebih baik. Jenis susu ini menjaga kestabilan gula darah dibandingkan susu oat.

Meski begitu, bukan berarti susu oat harus sepenuhnya dihindari. Para ahli menyarankan agar konsumsinya diimbangi dengan makanan tinggi protein, seperti telur atau yogurt untuk membantu menekan lonjakan gula darah.

Selain itu, konsumen disarankan lebih cermat membaca label kemasan. Pilih susu oat tanpa tambahan gula dan tanpa emulsifier berlebihan.

Sebagai alternatif, susu almond atau susu kedelai tanpa pemanis dinilai memiliki keseimbangan nutrisi yang lebih baik. Kandungan protein dan lemaknya relatif lebih tinggi dibandingkan karbohidrat, sehingga lebih ramah bagi pengendalian gula darah.

Susu oat memang bukan pilihan terburuk, tetapi juga bukan alternatif terbaik susu sapi, terutama bagi mereka yang perlu menjaga kadar gula darah. Kunci utamanya, yaitu memahami kandungan nutrisi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh.

(nga/rti)


[Gambas:Video CNN]