Empat Alasan Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri ala Eka Hospital
Berobat ke luar negeri kerap dianggap sebagai jalan terbaik untuk mendapatkan layanan kesehatan berkualitas. Namun anggapan itu perlahan mulai bergeser.
CEO Eka Hospital Group yang juga merupakan Dokter Gigi di Eka Hospital, Rina Setiawati, menegaskan ada setidaknya empat alasan kuat mengapa masyarakat Indonesia kini tak perlu lagi mencari pengobatan ke negara lain.
"Isu yang sering kami dengar adalah kualitas dokter di Indonesia dianggap masih kalah dibandingkan luar negeri. Itu yang kami jawab pertama," kata Rina saat peresmian dan Grand Opening Eka Hospital MT Haryono di Jakarta Barat, Jumat (23/1).
Menurut dia, Eka Hospital secara serius menghadirkan para putra-putri terbaik bangsa di bidang kedokteran. Guru besar, profesor, dokter spesialis, hingga subspesialis dikumpulkan dan didukung dengan fasilitas serta teknologi medis modern agar dapat memberikan layanan optimal bagi pasien.
Alasan kedua berkaitan dengan teknologi. Selain kualitas sumber daya manusia, Eka Hospital melengkapi tenaga medisnya dengan perangkat kedokteran tercanggih.
"Tujuannya sederhana, agar pasien bisa mendapatkan pelayanan terbaik tanpa harus ke luar negeri," ujarnya.
Keluhan lain yang kerap muncul adalah soal komunikasi dokter. Banyak pasien menilai dokter di luar negeri lebih komunikatif dan terbuka.
Untuk menjawab hal tersebut, Eka Hospital mengembangkan konsep Eka Hospital Interdisciplinary Services, yakni pola kerja lintas disiplin dan lintas spesialis yang dibangun melalui clinical meeting untuk menangani kasus-kasus kompleks.
Pendekatan ini memungkinkan pasien mendapatkan penjelasan yang lebih menyeluruh dan terintegrasi.
Alasan keempat adalah kenyamanan. Rina menilai, rumah sakit masa kini bukan hanya tempat mengobati penyakit, tetapi juga ruang untuk pemeriksaan kesehatan dan pencegahan.
Karena itu, Eka Hospital MT Haryono dirancang dengan konsep yang mengutamakan kenyamanan pasien, terutama mereka yang menjalani screening atau pemeriksaan berhari-hari dan memerlukan waktu menginap.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui peresmian cabang ke-9 Eka Hospital Group di kawasan premium MT Haryono, Jakarta. Rumah sakit ini dilengkapi teknologi medis mutakhir, termasuk robot bedah Da Vinci Xi yang telah menjadi gold standard di berbagai rumah sakit dunia.
Berlokasi di koridor strategis Jakarta Selatan, Eka Hospital MT Haryono mengusung desain arsitektur modern dengan interior elegan, didukung tenaga medis multidisiplin yang berpengalaman. Kehadiran robot bedah Da Vinci Xi memungkinkan tindakan bedah minimal invasif dengan presisi tinggi, visualisasi tiga dimensi berdefinisi tinggi, serta kontrol gerakan yang lebih stabil.
Teknologi ini memberikan banyak manfaat bagi pasien, mulai dari sayatan yang lebih kecil, nyeri pascaoperasi yang minimal, risiko komplikasi lebih rendah, hingga pemulihan yang lebih cepat dan waktu rawat inap yang lebih singkat. Secara global, Da Vinci Xi banyak digunakan untuk bedah urologi, digestif, ginekologi, dan berbagai prosedur bedah kompleks lainnya.
Rina menyampaikan, pembukaan Eka Hospital MT Haryono merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lengkap, canggih, dan mudah diakses.
"Kehadiran robot bedah Da Vinci Xi di Eka Hospital MT Haryono mencerminkan komitmen kami menghadirkan layanan setara internasional di dalam negeri," ujarnya.
(tis/tis)