Panduan Lengkap Liburan ke Malaysia 2026, Favorit Wisatawan Indonesia
Malaysia masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dari berbagai negara, terutama Indonesia, pada 2026. Faktor jarak yang dekat, akses penerbangan yang mudah, kesamaan budaya, hingga ragam destinasi wisata menjadikan negara jiran ini pilihan ideal untuk liburan singkat maupun perjalanan keluarga berdurasi lebih panjang.
Letaknya yang hanya berjarak beberapa jam penerbangan dari kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan membuat Malaysia menjadi destinasi internasional yang praktis dan efisien.
Ditambah lagi, kesamaan budaya Melayu, bahasa yang relatif mudah dipahami, serta cita rasa kuliner yang akrab di lidah membuat wisatawan Indonesia dapat beradaptasi dengan cepat.
Kemudahan bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia hingga 30 hari juga menjadi nilai tambah. Wisatawan bisa merencanakan liburan tanpa proses administrasi yang rumit, baik untuk short getaway akhir pekan maupun liburan keluarga yang lebih santai.
Ragam Destinasi Unggulan Malaysia
1. Kuala Lumpur: Kota Modern dengan Sentuhan Budaya
Sebagai ibu kota, Kuala Lumpur menawarkan perpaduan antara arsitektur modern dan warisan budaya. Menara Kembar Petronas setinggi 451,9 meter masih menjadi ikon kota, dengan skybridge di lantai 41 dan 42 yang menyuguhkan panorama kota dari ketinggian. Area KLCC Park di sekitarnya menjadi ruang hijau favorit di tengah hiruk-pikuk urban.
Untuk pengalaman budaya, kawasan Petaling Street di Chinatown dan Central Market menawarkan kerajinan lokal, tekstil, hingga street food khas.
Tidak jauh dari pusat kota, Batu Caves menjadi destinasi religi dan wisata populer dengan 272 anak tangga berwarna-warni yang kini identik dengan spot foto Instagram.
2. Destinasi Pantai dan Pulau Tropis
Langkawi tetap menjadi primadona, khususnya bagi wisatawan Indonesia yang bepergian bersama keluarga. Pulau bebas pajak ini menawarkan resort kelas atas, pantai yang bersih, serta Langkawi Cable Car yang membawa pengunjung ke Gunung Mat Cincang setinggi 708 meter. Sky Bridge di puncaknya menyajikan pemandangan Laut Andaman yang spektakuler.
Kepulauan Perhentian-Perhentian Besar dan Perhentian Kecil-juga menjadi favorit pencinta snorkeling dan diving berkat air laut yang jernih dan terumbu karang yang terjaga. Pilihan akomodasinya beragam, dari hostel backpacker hingga resort butik.
Pulau Redang dan Pulau Tioman cocok bagi wisatawan yang mencari suasana lebih tenang. Tioman, yang dapat diakses melalui Mersing, memiliki beberapa pantai populer seperti Salang, Air Batang (ABC), dan Juara, masing-masing dengan karakter unik.
3. Kota Bersejarah Berstatus UNESCO
Melaka resmi menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2008. Kota ini menyimpan jejak kolonial Portugis, Belanda, dan Inggris yang masih terawat, seperti Stadthuys, reruntuhan benteng A Famosa, serta Jonker Street yang hidup saat malam hari.
Menyusuri Sungai Melaka dengan kapal wisata memberikan sudut pandang berbeda terhadap sejarah kota.
Sementara George Town di Penang menawarkan kombinasi arsitektur kolonial, budaya multietnis, dan seni jalanan. Mural-mural di Armenian Street menjadikan kawasan ini galeri terbuka yang ikonik, berpadu dengan klenteng, kuil Hindu, dan bangunan kolonial yang berdiri berdampingan.
Kuliner Malaysia, Perpaduan Multikultural yang Wajib Dicoba
Kuliner Malaysia mencerminkan perpaduan budaya Melayu, Tionghoa, India, dan komunitas lokal lainnya. Meski beberapa menu terasa familiar bagi orang Indonesia, cita rasanya memiliki ciri khas tersendiri.
Nasi Lemak misalnya. Hidangan nasional Malaysia tidak resmi ini terdiri dari nasi santan, sambal, ikan teri, kacang, dan telur rebus, tersedia dari warung kaki lima hingga kafe modern.
Ada juga Char Kway Teow, mi lebar yang ditumis dengan udang dan sosis Cina, menjadi ikon kuliner Penang. Lalu Roti Canai dan Mee Goreng Mamak juga merepresentasikan pengaruh India Muslim dalam kuliner Malaysia.
Untuk pecinta rasa asam segar, Asam Laksa Penang dengan kuah ikan berbasis asam jawa menjadi menu wajib coba.
Selain itu, Satay Kajang juga terkenal dengan saus kacangnya yang kental dan kaya rasa. Sementara itu, Hainanese Chicken Rice menunjukkan adaptasi masakan Tionghoa yang sudah menyatu dengan selera lokal.
Informasi Praktis Perjalanan 2026
1. Transportasi
Sistem transportasi publik Malaysia terus berkembang. Di Kuala Lumpur, jaringan MRT, LRT, dan KTM Komuter saling terintegrasi, memudahkan mobilitas antarwilayah. Kartu Touch 'n Go dapat digunakan di hampir semua moda transportasi.
Untuk perjalanan antarkota, kereta KTMB menghubungkan Kuala Lumpur dengan Ipoh, Penang, dan wilayah selatan. Maskapai seperti AirAsia, Batik Air Malaysia, dan Malaysia Airlines menyediakan penerbangan domestik dengan frekuensi tinggi.
2. Cuaca dan Musim
Malaysia beriklim tropis dengan suhu rata-rata 25-33°C sepanjang tahun. Musim hujan di pantai timur (November-Februari) dapat memengaruhi akses ke pulau-pulau seperti Perhentian dan Redang. Sementara itu, wilayah barat seperti Langkawi dan Penang relatif bisa dikunjungi sepanjang tahun, meski hujan singkat kerap turun di sore hari.
3. Konektivitas Digital
Akses internet yang stabil kini menjadi kebutuhan utama wisatawan, mulai dari navigasi, pemesanan transportasi online, hingga komunikasi. Penggunaan SIM fisik sering kali memakan waktu karena registrasi dan pergantian kartu.
Karena itu BazTel Malaysia eSIM hadir sebagai solusi praktis bagi wisatawan Indonesia. Aktivasi dilakukan sebelum keberangkatan, sehingga koneksi langsung tersedia setibanya di bandara seperti KLIA.
eSIM ini mendukung aplikasi penting seperti Google Maps, WhatsApp, Grab, dan platform pemesanan hotel, sekaligus menghindari biaya roaming internasional.
4. Metode Pembayaran
Mata uang Malaysia adalah Ringgit (MYR), dengan nilai tukar sekitar MYR 1 setara Rp3.400-Rp3.500 (tergantung kurs). Kartu kredit dan dompet digital seperti Touch 'n Go eWallet dan GrabPay diterima luas di kota besar, namun uang tunai tetap diperlukan di pasar malam dan pedagang kecil.
Alasan 2026 Jadi Waktu Tepat Berkunjung
Sektor pariwisata Malaysia terus berbenah melalui pengembangan infrastruktur dan digitalisasi layanan. Bandara internasional yang lebih efisien, sistem imigrasi otomatis, serta meningkatnya layanan digital untuk wisatawan membuat pengalaman perjalanan semakin nyaman.
Inisiatif Malaysia Digital juga mendorong penggunaan QR menu restoran, check-in hotel tanpa kontak, hingga sistem pembayaran non-tunai yang semakin luas-selaras dengan ekspektasi wisatawan Indonesia yang mengutamakan kemudahan dan efisiensi.
Malaysia menawarkan fleksibilitas untuk berbagai gaya liburan, mulai dari perjalanan keluarga, bulan madu, hingga solo traveling. Kombinasi jarak dekat, bebas visa, kedekatan budaya, dan fasilitas wisata yang matang menjadikannya destinasi ideal di tahun 2026.
Dengan persiapan yang tepat, mulai dari memahami cuaca, transportasi, hingga memastikan konektivitas digital melalui layanan seperti BazTel Malaysia eSIM, perjalanan ke Malaysia dapat menjadi pengalaman yang tidak hanya nyaman, tetapi juga berkesan.
(adv/adv)