Makan Kangkung Bikin Ngantuk? Ini Fakta di Balik Mitosnya
Kangkung menjadi salah satu jenis sayuran yang akrab di meja makan masyarakat Indonesia. Selain mudah diolah dan harganya terjangkau, kangkung juga kerap menjadi menu favorit di berbagai hidangan rumahan maupun warung makan.
Namun, di balik popularitasnya, muncul anggapan yang cukup melekat, makan kangkung bisa bikin ngantuk.
Tak sedikit orang yang bahkan menghindari menyantap sayuran hijau ini di waktu tertentu karena takut tubuh menjadi lemas dan mengantuk. Benarkah demikian?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai sayuran hijau, kangkung menyimpan beragam zat gizi yang penting bagi tubuh. Di dalamnya terkandung serat, zat besi, kalsium, fosfor, protein, vitamin A, vitamin C, serta senyawa antioksidan.
Jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, kangkung bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, melindungi fungsi hati, melancarkan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, melawan radikal bebas, membantu mengontrol gula darah, hingga menurunkan tekanan darah tinggi.
Apakah kangkung bikin ngantuk?
Anggapan bahwa kangkung menyebabkan kantuk memang masih banyak dipercaya. Lantas, apakah klaim tersebut fakta atau sekadar mitos?
Mengutip buku PANGANPEDIA: Penjelasan Sains dari Fenomena Pangan Sehari-Hari karya Hesti Ayuningtyas Pangastuti dkk, rasa mengantuk setelah makan kangkung sebenarnya berkaitan dengan efek sedatif ringan yang membuat tubuh menjadi lebih tenang dan rileks.
Efek sedatif adalah kondisi ketika sistem saraf pusat mengalami penekanan ringan sehingga respons terhadap rangsangan luar menurun. Dampaknya, tubuh terasa lebih rileks dan kegelisahan berkurang. Kondisi inilah yang kerap disalahartikan sebagai rasa ngantuk.
Efek menenangkan tersebut berasal dari beberapa senyawa alami dalam kangkung, seperti alkaloid, flavonoid, dan steroid. Senyawa ini berperan dalam menciptakan sensasi rileks setelah dikonsumsi.
Jika dikonsumsi secara wajar, efek sedatif kangkung justru bisa memberi manfaat, terutama bagi orang yang mengalami gangguan tidur ringan atau kecemasan berlebih.
Perlu dicatat, rasa ngantuk setelah makan tidak selalu disebabkan oleh kangkung. Makanan pendamping juga berperan besar, terutama jika mengandung indeks glikemik tinggi atau karbohidrat sederhana dalam jumlah besar.
Selain itu, gaya hidup turut memengaruhi. Kebiasaan makan berlebihan, kurang tidur, serta minim aktivitas fisik dapat memicu rasa kantuk setelah makan.
Namun, Anda perlu waspada jika rasa ngantuk sering muncul usai makan. Kondisi ini bisa menjadi sinyal gangguan kesehatan tertentu, seperti diabetes, anemia, atau hipotiroidisme.
Cara mencegah ngantuk setelah makan
Untuk mengurangi rasa ngantuk setelah makan, konsumsilah makanan sehat dengan porsi seimbang. Batasi asupan gula, karbohidrat sederhana, gorengan, serta makanan tinggi lemak.
Pola tidur yang cukup dan aktivitas fisik rutin juga berperan penting menjaga tubuh tetap bertenaga.
Jadi, anggapan bahwa makan kangkung bikin ngantuk sejatinya hanyalah mitos. Rasa kantuk yang muncul lebih berkaitan dengan efek rileks alami dan pola makan secara keseluruhan, bukan karena kangkung semata.
(ahd/tis)[Gambas:Video CNN]

