Ukuran Kecerdasan Tak Cuma IQ dan EQ, Tapi Juga AQ, Apa Itu?
Selain intelligence quotient (IQ) dan emotional quotient (EQ) atau kecerdasan emosional, ternyata ada ukuran kecerdasan lain, yakni agility quotient (AQ).
Banyak yang mengenal AQ sebagai adversity quotient yang dikembangkan oleh Paul G. Stoltz. Ini merupakan ukuran kecerdasan seseorang dalam menghadapi, bertahan, dan mengatasi tantangan hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun Liz Tran, penulis buku AQ: A New Kind of Intelligence for a World That's Always Changing (2026) memperkenalkan agility quotient. Menurutnya, dunia yang terus berubah menuntut kehadiran AQ.
Apa itu AQ dan 4 arketipe yang menggambarkannya
"AQ yang saya definisikan sebagai kemampuan untuk menangani perubahan, ketidakpastian, dan hal-hal yang tidak diketahui," tulis Tran untuk CNBC Make It pada Sabtu (7/2).
Pelatih eksekutif untuk para CEO ini juga membagikan empat arketipe yang bisa menggambarkan jenis AQ yang Anda miliki.
Dengan mengidentifikasi arketipe atau model kecerdasan ini, Anda bisa memahami keterampilan yang dimiliki untuk menangani stres dan mengatasi krisis. Ini dia daftarnya:
1. Tipe sang ahli bedah saraf
Orang yang termasuk tipe ini, tahu kebiasaan apa saja yang cocok untuk diri sendiri dan tetap menjalankannya. Selain itu, mereka akan mengambil risiko yang terukur jika sudah memiliki rencana matang.
Kelebihan tipe ahli bedah saraf, yakni jika sudah berkomitmen pada sesuatu, mereka tidak akan menyerah sampai berhasil. Kelemahannya, sifat perfeksionis yang dimilikinya bisa membuatnya takut akan kegagalan.
Tipe ini lebih banyak melihat dunia dengan kacamata skeptisisme ketimbang optimisme, sehingga lebih sering menolak perubahan ketimbang menerimanya.
2. Tipe sang novelis
Orang yang termasuk dalam tipe ini, senang mencoba kebiasaan baru dan berusaha mengulik lagi apa yang berhasil bagi mereka. Ketika bekerja, mereka membutuhkan banyak ruang dan kebebasan.
Karena termotivasi oleh kebebasan, tipe sang novelis tidak takut menyimpang dari masa lalu. Mereka berkembang pesat dalam situasi yang memungkinkan untuk mengubah arah, sehingga mampu menulis kisah mereka sendiri.
Sang novelis selalu memiliki tujuan hidup yang berani dan berwawasan luas. Di sisi lain, mereka lebih memilih untuk beralih arah ketimbang bertahan sampai akhir ketika dihadapkan situasi sulit.
3. Tipe sang pemadam kebakaran
Orang yang memiliki AQ tipe sang pemadam kebakaran, biasanya justru makin tenang dan fokus ketika situasi makin kacau. Tipe ini akan mengambil risiko ketika memiliki kemampuan untuk menghadapi konsekuensinya.
Tipe sang pemadam kebakaran sangat ahli dalam memperbaiki apa yang dianggap mustahil oleh orang lain. Hal ini karena memiliki sikap optimis dan pembawaan yang tenang.
Kekurangannya, karena mereka mahir dalam situasi darurat, mereka cenderung tak punya banyak waktu untuk berpikir secara terencana dan strategis untuk masa depannya.
4. Tipe sang astronot
Terakhir, orang yang memiliki AQ tipe sang astronot percaya imajinasi lebih penting ketimbang pengetahuan. Mereka menganggap risiko sebagai hal penting bagi inovasi dan kemajuan.
Hal ini karena minat dan rasa ingin tahu mereka yang kuat, sehingga menenggelamkan rasa takut apa pun. Adapun kelebihan tipe ini, yakni cepat beradaptasi dan berubah arah, lebih gesit ketimbang arketipe lainnya.
Karena motivasinya adalah hasrat, tipe sang astronot bisa begitu larut dalam hasrat, sehingga mengabaikan sejumlah hal detail yang dianggap membosankan. Mereka mungkin bisa membuat kemajuan besar secara mental, tetapi tak selalu selalu tercermin di dunia nyata.
Tran mengatakan, berbagai arketipe AQ ini dimaksudkan sebagai peta, bukan gambaran persis akan kenyataan. Jadi, sekalipun deskripsi arketipe di atas tidak ada yang cocok dengan Anda, jangan terlalu memikirkannya.
(rti) Add
as a preferred source on Google
