Jangan Tunggu Serangan, Lakukan Skrining buat Deteksi Penyakit Jantung

CNN Indonesia
Rabu, 11 Feb 2026 20:00 WIB
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Eka Hospital Cibubur, Yislam Aljaidi saat memaparkan tentang pentingnya skrining kesehatan jantung. (Arsip Eka Hospital)
Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan jantung bisa datang secara tiba-tiba. Padahal, kondisi ini jadi salah satu penyebab kematian nomor satu di dunia.

Untuk mendeteksinya, Anda perlu tahu tanda-tanda serangan jantung yang umum terjadi. Skrining jantung secara rutin juga perlu dilakukan untuk mengetahui risikonya.

Serangan jantung adalah kondisi saat aliran darah menuju jantung berkurang drastis atau berhenti sama sekali. Kondisi ini terjadi akibat adanya sumbatan di pembuluh darah.

Sumbatan terbentuk karena plak yang berasal dari lemak dan kolesterol menumpuk selama menahun di dinding pembuluh darah. Akibatnya, gumpalan darah pun terbentuk hingga menyumbat pembuluh darah menuju jantung.

"Penyumbatan pembuluh darah jantung dapat terjadi sebagian (sehingga mengurangi aliran darah) ataupun sepenuhnya (menghentikan aliran darah sama sekali)," ujar dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Eka Hospital Cibubur, Yislam Aljaidi, dalam keterangan resmi, Rabu (11/2).

Saat aliran darah yang mengandung oksigen berkurang, otot jantung akan mulai mengalami kerusakan hingga mati.

Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami serangan jantung, seperti berikut:

- pria berusia di atas 45 tahun dan wanita berusia di atas 55 tahun;
- merokok;
- memiliki tekanan darah tinggi;
- memiliki kolesterol tinggi;
- obesitas;
- diabetes;
- memiliki riwayat serangan jantung dalam keluarga;
- jarang berolahraga;
- pola makan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam;
- stres berkepanjangan.

Tanda serangan jantung

Risiko serangan jantung sendiri umumnya meningkat pada orang yang mengalami aterosklerosis atau plak di pembuluh darah. Sayangnya, aterosklerosis jarang menimbulkan gejala yang nyata.

Hanya saja, kamu bisa memperhatikan beberapa tanda serangan jantung yang umumnya muncul. Berikut di antaranya:

- nyeri dada seperti ditekan atau diberi beban berat;
- rasa nyeri menjalar ke area bahu, lengan, punggung, leher, hingga rahang;
- keringat dingin;
- kelelahan ekstrem;
- rasa nyeri di ulu hati;
- pusing atau pingsan;
- mual;
- sesak napas.

Gejala nyeri punggung pada kasus serangan jantung juga kerap disalah artikan sebagai pegal linu hingga terlambat ditangani. Kamu perlu waspada jika nyeri tidak hilang atau membaik.

Skrining jantung penting untuk deteksi dini

Sebelum berkembang menjadi penyakit jantung koroner, sebenarnya tubuh telah memberikan beberapa tanda, seperti hipertensi atau kadar kolesterol tinggi.

Sayangnya, kondisi ini sering kali tidak memberikan gejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak orang terlambat mengetahuinya.

Oleh karena itu, skrining jantung menjadi penting dalam deteksi dini dan mencegah serangan. Berikut beberapa jenis skrining jantung yang direkomendasikan.

1. Pemeriksaan darah

Ilustrasi. Pemeriksaan darah bisa jadi salah satu cara skrining jantung. (iStock/Md Saiful Islam Khan)

Kondisi darah sangat berhubungan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Beberapa pemeriksaan darah yang dapat dilakukan di antaranya kadar kolesterol, kadar gula darah, tes darah lengkap, fungsi ginjal, dan fungsi hati.

2. Elektrokardiogram (EKG)

EKG dapat merekam aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan ini dapat memperlihatkan ada atau tidaknya gangguan irama jantung.

3. Echo jantung

Echocardiogram alias USG dilakukan untuk mendapatkan gambaran ukuran dan bentuk jantung. Pemeriksaan ini juga dapat melihat kondisi katup jantung dan aliran darah di jantung.

4. CT scan jantung

CT scan dapat memperlihatkan gambaran kondisi jantung secara lebih detail, seperti kondisi pembuluh darah besar dan jaringan yang mengelilinginya.

Selain itu, MRI jantung juga bisa menghasilkan kondisi yang lebih jelas.

5. Calcium score jantung

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak endapan kalsium di pembuluh darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa risiko penyakit jantung koroner yang jadi penyebab utama serangan jantung.

"Setiap jenis pemeriksaan dalam skrining jantung mungkin membutuhkan frekuensi yang berbeda-beda, tergantung dari usia dan faktor risiko yang Anda miliki," ujar Yislam.

Untuk mengetahuinya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung, utamanya jika memiliki faktor risiko serangan jantung.

(asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK