Tren Baru GenZ, Rutin Konsumsi Vitamin dan Suplemen
Kesadaran untuk menjaga kesehatan kini semakin kuat di kalangan generasi muda. Salah satu tanda yang terlihat adalah meningkatnya konsumsi vitamin dan suplemen kesehatan, terutama di kalangan Generasi Z.
Tren ini ikut mendorong pertumbuhan industri nutrisi dan wellness di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Generasi Z dinilai menjadi salah satu motor utama perubahan pola konsumsi kesehatan di masyarakat.
Berdasarkan proyeksi lembaga riset pasar Statista, pendapatan pasar vitamin dan mineral di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 645 juta dolar AS pada 2025. Pasar ini juga diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sekitar 6,57 persen.
Lihat Juga : |
Director & General Manager Herbalife Indonesia Oktrianto Wahyu Jatmiko mengatakan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang kesehatan membuat produk nutrisi kini semakin dipandang sebagai kebutuhan, bukan sekadar pelengkap.
"Konsumen Indonesia semakin memiliki pemahaman yang baik mengenai kesehatan, dan hal ini memengaruhi pilihan mereka dalam makanan, vitamin, dan suplemen. Seiring kesehatan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan konsumsi, kami tetap optimistis terhadap pertumbuhan industri ini ke depan," ujar Oktrianto mengutip Antara.
Fenomena ini juga terlihat dalam hasil Asia Pacific Responsible Supplementation Survey 2025 yang dilakukan Herbalife pada Juni 2025. Survei yang melibatkan 9.000 responden di 11 pasar Asia Pasifik tersebut menunjukkan bahwa kesadaran terhadap kesehatan preventif semakin meningkat.
Di Indonesia, sebanyak 92 persen responden menilai layanan kesehatan preventif penting bagi kesejahteraan mereka. Selain itu, sekitar 88 persen konsumen tercatat rutin mengonsumsi suplemen kesehatan sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran.
Dari sisi demografi, Generasi Z menjadi kelompok yang paling aktif mengikuti tren konsumsi nutrisi, baik dari segi volume maupun adopsi gaya hidup sehat. Sementara itu, nilai pengeluaran terbesar masih berasal dari kelompok usia produktif yang memiliki daya beli lebih tinggi.
Data Badan Pusat Statistik memperkirakan populasi Generasi Z di Indonesia akan mencapai sekitar 74,93 juta jiwa atau sekitar 27,94 persen dari total penduduk pada 2025. Bersama generasi milenial, kelompok ini menjadi pendorong utama tren konsumsi nutrisi melalui kanal digital, seiring tingginya penggunaan internet dan media sosial.
Perkembangan teknologi juga turut memengaruhi cara produk nutrisi dipasarkan. Platform digital kini memperluas akses informasi sekaligus memudahkan interaksi antara konsumen dan pelaku usaha.
Menurut Oktrianto, model penjualan langsung masih tetap relevan di tengah berkembangnya digital commerce dan social commerce. Teknologi justru memperkuat pendekatan tersebut dengan memperluas jangkauan pemasaran.
Ia menambahkan, banyak anggota independen kini berperan sebagai wirausaha digital yang memanfaatkan media sosial, aplikasi pesan, serta komunitas daring untuk mengedukasi konsumen tentang kesehatan.
"Bagi kami, tantangannya adalah memastikan produk serta inisiatif edukasi tetap relevan dengan aspirasi kesehatan dan preferensi gaya hidup Generasi Z dan milenial, sekaligus responsif terhadap kebutuhan keluarga serta segmen usia produktif yang menjadi basis pasar yang signifikan," kata dia.
(tis/tis)