Mudik saat Puasa, Ini 5 Cara Cegah Dehidrasi di Tengah Cuaca Panas
Perjalanan mudik yang panjang, ditambah cuaca panas dan kondisi berpuasa, bisa membuat tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi.
Kondisi ini perlu diwaspadai karena kekurangan cairan dapat menyebabkan kelelahan, pusing, hingga penurunan konsentrasi saat berkendara.
Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan, dehidrasi terjadi ketika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak dibandingkan cairan yang masuk.
Kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan elektrolit seperti kalium dan natrium yang berperan penting menjaga fungsi tubuh.
Saat berpuasa di negara tropis seperti Indonesia, durasi puasa bisa mencapai sekitar 13-14 jam. Jika pola minum tidak diperhatikan dengan baik, tubuh lebih rentan mengalami kekurangan cairan, terutama saat melakukan perjalanan jauh seperti mudik.
Agar tetap terhidrasi selama perjalanan mudik saat puasa, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.
1. Atur pola minum air putih
Kemenkes merekomendasikan orang dewasa memenuhi kebutuhan cairan sekitar 2 liter air per hari atau setara 8 gelas air putih.
Selama puasa, kebutuhan tersebut bisa dibagi dengan pola 2-4-2, yaitu:
- 2 gelas saat sahur
- 4 gelas saat berbuka hingga setelah makan malam
- 2 gelas sebelum tidur atau menjelang sahur
Cara lain adalah dengan minum bertahap, misalnya satu gelas setelah bangun tidur, setelah sahur, saat berbuka, setelah makan malam, hingga sebelum tidur.
2. Pilih menu sahur yang membantu menjaga hidrasi
Selain minum air putih, pemilihan makanan saat sahur juga berperan penting menjaga keseimbangan cairan tubuh.Beberapa makanan dapat membantu tubuh mempertahankan cairan lebih lama selama berpuasa.
Misalnya kurma. Buah ini tidak hanya menjadi makanan sunnah saat berbuka, tetapi juga baik dikonsumsi saat sahur. Buah ini mengandung glukosa alami dan vitamin K yang membantu tubuh menyimpan cairan.
Kemudian yoghurt, yang dikenal sebagai probiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan. Selain itu, yogurt juga dapat membantu menenangkan lambung dan mengurangi risiko keasaman yang dapat memicu dehidrasi.
Selain itu, kamu bisa mengonsumsi buah dan sayuran tinggi air. Buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi dapat membantu menjaga hidrasi tubuh, seperti semangka, melon, mentimun, jeruk, stroberi, tomat, dan selada.Selain membantu hidrasi, makanan ini juga memberi rasa kenyang lebih lama.
3. Tambahkan elektrolit alami pada air
Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan. Namun jika bosan dengan rasa tawar, Anda bisa menambahkan elektrolit alami.
Misalnya dengan menambahkan irisan lemon,daun mint, dan sedikit garam laut. Cara ini dapat membantu meningkatkan hidrasi tubuh.
4. Hindari makanan yang membuat cepat haus
Selain memilih makanan yang tepat, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi saat sahur.Sebaiknya menghindari makanan terlalu asin karena dapat membuat tubuh cepat merasa haus.
Minuman berkafein seperti kopi dan teh, serta minuman bersoda atau terlalu manis juga dapat memicu kehilangan cairan lebih cepat.Jenis makanan dan minuman tersebut dapat meningkatkan kehilangan cairan tubuh.
5. Kenali tanda-tanda dehidrasi
Saat menjalani perjalanan mudik sambil berpuasa, penting untuk mengenali gejala dehidrasi.Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- rasa haus berlebihan
- mulut kering
- urine berwarna gelap
- pusing atau sakit kepala
- mudah lelah
- penurunan konsentrasi
Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera mengganti cairan tubuh saat waktu berbuka dan mengurangi aktivitas berat.
Dengan menjaga pola minum dan memilih menu sahur yang tepat, tubuh dapat tetap terhidrasi dengan baik selama berpuasa, termasuk saat menjalani perjalanan mudik yang panjang di tengah cuaca panas.
(anm/fef)