Jadi Alternatif Kopi, Apakah Matcha Mengandung Kafein?
Matcha sering dipilih sebagai alternatif kopi karena rasa yang lebih lembut dan tidak buat jantung berdebar. Namun, sebenarnya matcha mengandung kafein atau tidak, seperti halnya kopi?
Matcha dikenal memiliki citra rasa yang khas dan mampu membantu meningkatkan fokus. Namun di sisi lain, terdapat anggapan bahwa matcha mengandung kadar kafein yang cukup tinggi.
Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan bahwa kandungan kafein dalam matcha bisa lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa.
Lalu, apakah matcha mengandung kafein yang tinggi? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apakah matcha mengandung kafein?
Dilansir dari Healthline, matcha nyatanya memiliki kandungan kafein alami. Matcha berasal dari daun teh hijau yang digiling menjadi bubuk halus dan umumnya dibudidayakan di Jepang.
Sedangkan kafein merupakan senyawa alami yang ditemukan dalam teh, kopi, dan cokelat. Zat ini bekerja sebagai stimulan yang merangsang sistem saraf pusat sehingga membuat tubuh terasa lebih segar, fokus, dan waspada.
Karena alasan tersebut, banyak orang memilih minuman berkafein seperti matcha untuk membantu meningkatkan energi saat beraktivitas.
Selain memberikan efek menyegarkan, konsumsi kafein dalam jumlah yang sesuai juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan kafein secara teratur dapat membantu menurunkan risiko beberapa penyakit, seperti asma, diabetes tipe 2, batu ginjal, dan beberapa jenis kanker.
Meski demikian, konsumsi berlebihan tetap perlu dihindari karena dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Kandungan kafein dalam matcha dapat bervariasi tergantung pada jenis daun teh, jumlah bubuk yang digunakan, serta lama penyeduhan.
Sementara itu, ditambahkan dari Medical News Today, secara umum, matcha mengandung sekitar 19 hingga 44 miligram kafein per gram bubuk.
Dalam satu porsi standar yang menggunakan 2 hingga 4 gram matcha atau sekitar setengah hingga satu sendok teh, kandungan kafeinnya dapat mencapai 38 hingga 176 miligram.
Sedangkan secangkir teh hijau umumnya hanya mengandung sekitar 30 miligram kafein.
Perbedaan ini terjadi karena saat mengonsumsi matcha, seluruh bubuk daun teh ikut diminum sehingga kandungan nutrisi dan kafeinnya lebih terkonsentrasi dibandingkan teh hijau yang hanya diseduh.
Meski demikian, jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, matcha dapat menjadi pilihan minuman yang membantu meningkatkan energi sekaligus memberikan manfaat dari kandungan antioksidannya yang tinggi.
Efek samping konsumsi kafein berlebihan
Meskipun bermanfaat, tidak semua orang memiliki toleransi yang sama terhadap kafein. Beberapa orang mungkin mengalami efek samping setelah mengonsumsi minuman berkafein, termasuk matcha.
Beberapa tanda tubuh menerima terlalu banyak kafein antara lain:
- Merasa gelisah atau cemas
- Jantung berdebar lebih cepat
- Mual
- Sakit kepala
- Sulit tidur
Secara umum, para ahli menyarankan agar orang dewasa tidak mengonsumsi lebih dari 400 miligram kafein per hari. Namun, batas toleransi setiap orang bisa berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan dan sensitivitas tubuh masing-masing.
Jika mengalami gejala akibat konsumsi kafein berlebihan, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan, berjalan santai, atau melakukan teknik pernapasan untuk membantu tubuh lebih rileks.
Demikian penjelasan apakah matcha mengandung kafein? Jawabannya adalah ya, matcha memiliki kandungan kafein.
(gas/fef)