Matcha dan Green Tea, Serupa Tapi Tak Sama
Popularitas minuman berbahan teh terus meningkat karena banyak orang mulai mencari pilihan minuman yang dianggap lebih sehat untuk dikonsumsi sehari-hari.
Di tengah tren tersebut muncul pertanyaan, apakah matcha dan green tea sama? Ini perbedaannya yang perlu dipahami sebelum mengonsumsinya secara rutin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Green tea dan matcha menjadi dua jenis teh yang cukup populer berkat cita rasa khas serta kandungan antioksidannya.
Sekilas, keduanya tampak serupa karena sama-sama memiliki warna hijau dan berasal dari tanaman teh yang sama. Namun, karakteristik matcha dan green tea ternyata tidak sepenuhnya identik.
Oleh karena itu, memahami beda matcha dan green tea dapat membantu Anda menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi sehari-hari.
Apakah matcha dan green tea sama? Ini perbedaannya
Lantas, jika demikian, apakah matcha dan green tea sama? Jawabannya, tidak sepenuhnya saja.
Dikutip dari Medical News Today, matcha dan green tea berasal dari tanaman yang sama yaitu Camellia sinensis. Meski demikian, keduanya memiliki perbedaan sebagai berikut.
1. Proses pengolahan yang berbeda
Perbedaan utama matcha dan green tea terletak pada proses produksinya. Pada green tea, daun teh dipanen lalu segera dipanaskan untuk mencegah oksidasi.
Setelah itu, daun dikeringkan dan diseduh menggunakan air panas saat akan dikonsumsi. Sementara itu, tanaman matcha ditanam dalam kondisi teduh selama beberapa minggu sebelum panen.
Metode ini membantu meningkatkan produksi senyawa tertentu seperti klorofil dan L-theanine. Setelah dipanen, daun dikeringkan, bagian batang serta tulang daun dipisahkan, lalu daun digiling hingga menjadi bubuk hijau halus.
Karena bentuknya berupa bubuk, matcha dikonsumsi dengan melarutkan seluruh daun teh ke dalam air panas, bukan hanya hasil seduhannya.
2. Rasa dan tampilan yang tidak sama
Green tea umumnya memiliki rasa yang ringan, segar, sedikit pahit, serta aroma yang menyerupai rumput atau sayuran hijau. Warna seduhannya cenderung kuning kehijauan hingga hijau muda.
Sebaliknya, matcha memiliki warna hijau yang lebih cerah dan pekat. Rasanya juga lebih kuat dengan kombinasi rasa manis, pahit, dan umami yang khas.
Bagi sebagian orang, rasa matcha terasa lebih intens dibandingkan green tea. Karena itu, matcha sering dicampur dengan susu untuk menghasilkan minuman seperti matcha latte.
Lihat Juga : |
3. Kandungan kafein matcha lebih tinggi
Jika membahas beda matcha dan green tea, kadar kafein menjadi salah satu faktor yang paling menonjol. Green tea mengandung sekitar 11-25 miligram (mg) kafein per gram, sedangkan matcha mengandung sekitar 19-44 mg per gram.
Sementara itu, Everyday Health menyebutkan bahwa 100 g matcha (bubuk) dapat mengandung hingga sekitar 70 mg kafein, lebih tinggi dibandingkan green tea seduh biasa.
Tingginya kandungan kafein pada matcha disebabkan oleh seluruh daun teh yang terekstrak ke dalam bentuk bubuk. Akibatnya, kandungan kafein dan senyawa aktif lainnya lebih tinggi.
Simak selengkapnya di halaman berikutnya..
Add
as a preferred source on Google




