7 Kebiasaan yang Bisa Turunkan Kadar Testosteron, Pria Harus Waspada

CNN Indonesia
Selasa, 16 Jun 2026 18:30 WIB
Ilustrasi konsumsi minuman beralkohol.
Ilustrasi. Konsumsi minuman beralkohol, salah satu kebiasaan yang menurunkan hormon testosteron. (iStock/krisanapong detraphiphat)

3. Jarang berolahraga

Aktivitas fisik yang minim dapat berdampak negatif terhadap kesehatan hormonal. Latihan kekuatan dan olahraga intensitas tinggi diketahui membantu mendukung produksi testosteron secara alami.

Sebaliknya, gaya hidup sedentari atau terlalu banyak duduk dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko obesitas yang juga berhubungan dengan penurunan kadar testosteron.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

4. Mengonsumsi makanan tidak sehat secara berlebihan

Pola makan tinggi gula, makanan ultra proses, dan kalori berlebih dapat memicu kenaikan berat badan serta gangguan metabolisme. Kondisi ini berpotensi memengaruhi produksi testosteron dalam tubuh.

Sebaliknya, asupan nutrisi yang seimbang, termasuk protein, vitamin D, dan zinc, berperan penting dalam menjaga kesehatan hormon.

5. Konsumsi alkohol berlebihan

Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan termasuk kebiasaan yang bisa menurunkan hormon testosteron yang cukup sering ditemukan. Alkohol dapat mengganggu fungsi organ yang berperan dalam produksi hormon dan dalam jangka panjang berpotensi menurunkan kadar testosteron.

Selain itu, kebiasaan minum alkohol berlebihan juga dapat berdampak pada kualitas tidur dan kesehatan metabolisme yang turut memengaruhi keseimbangan hormon.

6. Penyalahgunaan obat atau zat tertentu

Penggunaan steroid anabolik tanpa pengawasan medis dapat menghambat produksi testosteron alami tubuh. Selain itu, beberapa jenis obat seperti opioid dan kortikosteroid juga diketahui dapat memengaruhi kadar testosteron jika digunakan dalam jangka panjang.

Karena itu, penggunaan obat sebaiknya selalu mengikuti anjuran tenaga kesehatan untuk meminimalkan risiko gangguan hormonal.

7. Membiarkan kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan atau obesitas termasuk salah satu faktor penyebab kadar testoteron turun. Jaringan lemak berlebih dapat memengaruhi proses hormonal dalam tubuh sehingga produksi testosteron menjadi kurang optimal.

Selain itu, obesitas juga sering dikaitkan dengan gangguan metabolisme seperti diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik yang dapat memperburuk penurunan hormon testosteron.

Oleh karena itu, menjaga berat badan ideal melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur menjadi langkah penting untuk mendukung kesehatan hormonal.

Hindari beberapa kebiasaan yang bisa menurunkan hormon testosteron di atas. Imbangi juga dengan gaya hidup sehat seperti mengonsumsi gizi seimbang, istirahat cukup, dan rutin berolahraga.

(gas/asr) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2