Donorkan Organnya, Pria Asal Inggris Punya Tiga Penis yang Langka

CNN Indonesia
Jumat, 19 Jun 2026 10:30 WIB
Ilustrasi. Ahli menemukan keberadaan tiga penis dalam tubuh seorang pria asal Inggris. (iStock/Diy13)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pria 78 tahun asal Inggris mendonasikan organ-organ tubuhnya setelah meninggal dunia. Namun, dokter menemukan tubuh pria tersebut memiliki tiga penis.

Laporan kasus yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Case Reports ini menemukan, selain penis eksternal utama yang umum, pria ini juga memiliki dua struktur penis berukuran lebih kecil di dalam kulit kantung skrotum.

Hanya penis utama yang terlihat keluar, layaknya yang dimiliki banyak pria. Namun, ketiga penis itu tetap memiliki struktur bulat dan ruang jaringan spons yang akan terisi darah untuk mendorong ereksi.

Dokter kemudian mengukur ketiga penis tersebut. Penis utama berukuran sekitar 7,7 sentimeter (cm) dengan lebar sekitar 2,4 cm. Penis kedua berukuran 3,8 cm dan lebar 1,3 cm. Sementara penis yang ketiga berukuran panjang 3,7 cm dan lebar 1,2 cm.

Penelitian lebih lanjut memperlihatkan bahwa tubuh pria tersebut hanya memiliki satu uretra, tabung yang berfungsi untuk mengeluarkan urine. Uretra hanya ditemukan pada penis utama, tapi tidak pada penis dua lainnya.

"Dalam kasus ini, mungkin terjadi triplikasi tuberker genital," tulis para peneliti. Kondisi tiga penis sendiri dikenal dengan istilah triphallia.

Kepemilikan lebih dari satu penis pada pria sendiri sebenarnya jarang terjadi. Mengutip Live Science, angkanya hanya sekitar 1 dari 5-6 juta kelahiran. Sebagian besar kasus pun lebih mengarah pada diphallia alias dua penis.

Pria asal Inggris ini menjadi penemuan pertama kasus tiga penis pada mayat. Kasus ini juga menjadi contoh kedua triphallia yang telah didokumentasikan dalam literatur ilmiah.

Dalam kebanyakan kasus, kepemilikan lebih dari satu penis dikaitkan dengan masalah medis seperti disfungsi seksual, masalah kesuburan, dan infeksi saluran kemih.

Jika penis tambahan memicu rasa tidak nyaman dan komplikasi medis, maka solusinya adalah pembedahan untuk menghilangkannya.

[Gambas:Video CNN]

(asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK