Dampak Anak Terlalu Dikekang, Bisa Terbawa hingga Dewasa
Orang tua tentu ingin yang terbaik bagi anak. Keinginan untuk melindungi, mendisiplinkan, dan mengarahkan anak agar tumbuh menjadi pribadi yang sukses sering kali membuat sebagian orang tua menerapkan aturan yang ketat di rumah.
Namun, ketika kontrol yang diberikan terlalu besar dan ruang bagi anak untuk berpendapat, bereksplorasi, atau mengekspresikan perasaan menjadi sangat terbatas, dampaknya bisa bertahan hingga anak beranjak dewasa.
Dalam psikologi perkembangan, pola asuh yang terlalu ketat atau mengekang dikenal sebagai authoritarian parenting. Pola asuh ini ditandai dengan kontrol yang tinggi, tuntutan yang besar, tetapi minim kehangatan emosional dan komunikasi dua arah.
Melansir Freudly, psikolog perkembangan Diana Baumrind mengelompokkan pola asuh ini sebagai gaya pengasuhan yang mengutamakan kepatuhan mutlak. Anak dituntut mengikuti aturan tanpa banyak ruang untuk bertanya atau berdiskusi.
Padahal, para ahli menegaskan bahwa disiplin bukanlah hal yang buruk. Struktur dan aturan justru penting untuk membantu anak tumbuh dengan sehat. Masalah muncul ketika kontrol lebih dominan dibandingkan dukungan emosional dan rasa aman yang dibutuhkan anak.
Lalu, apa saja dampak yang bisa muncul jika anak terlalu dikekang? Berikut penjelasannya, melansir Medicinet:
1. Kepercayaan diri rendah
Anak yang tumbuh di bawah pengawasan dan kritik yang berlebihan cenderung meragukan kemampuan dirinya sendiri. Mereka terbiasa mengandalkan penilaian orang tua sehingga kesulitan mempercayai keputusan yang dibuat sendiri.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa anak dari orang tua yang sangat otoriter memiliki tingkat harga diri yang lebih rendah dibandingkan anak yang dibesarkan dengan pola asuh yang lebih hangat dan suportif.
Saat dewasa, kondisi ini dapat muncul dalam bentuk rasa tidak percaya diri, takut mencoba hal baru, atau selalu membutuhkan validasi dari orang lain.
2. Takut melakukan kesalahan
Banyak anak yang dibesarkan dengan aturan sangat ketat tumbuh menjadi pribadi yang perfeksionis. Mereka merasa kesalahan adalah sesuatu yang harus dihindari karena sering dikaitkan dengan hukuman atau kritik.
Akibatnya, kesalahan kecil pun bisa memicu kecemasan berlebihan. Mereka menjadi sangat berhati-hati, takut gagal, dan khawatir mengecewakan orang lain.
Baca kelanjutannya dampak anak terlalu dikekang di halaman berikutnya..