Bagaimana Memvalidasi Perasaan Anak? Ini 6 Tips yang Perlu Diketahui
4. Tunjukkan bahwa perasaan anak valid
Setelah memahami emosi anak, langkah berikutnya adalah mencerminkan kembali perasaan tersebut tanpa memberikan penilaian. Tujuannya bukan untuk membenarkan semua tindakan anak, tetapi menunjukkan bahwa orang tua memahami sudut pandangnya.
Beberapa contoh kalimat validasi yang dapat digunakan antara lain:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- "Kedengarannya kamu sedang mengalami hari yang sulit."
- "Wajar kalau kamu merasa kecewa dengan situasi itu."
- "Aku bisa memahami kenapa kamu merasa sedih."
Kalimat tersebut membuat anak merasa diterima dan tidak perlu menyembunyikan emosinya.
5. Lihat situasi dari sudut pandang anak
Setiap anak memiliki pengalaman, karakter, dan cara berpikir yang berbeda. Orang tua tidak harus selalu setuju dengan pemikiran anak untuk dapat memahami perasaannya.
Cobalah melihat situasi berdasarkan pengalaman anak. Hal yang terlihat sederhana bagi orang dewasa bisa menjadi masalah besar bagi anak karena mereka masih belajar memahami dunia dan mengelola emosi.
Dengan mengambil perspektif anak, orang tua dapat membangun empati dan mengurangi kemungkinan terjadinya konflik.
6. Tunjukkan bahwa perasaan anak diperhatikan
Langkah terakhir adalah menunjukkan dukungan melalui perkataan dan tindakan. Setelah mendengarkan cerita anak, tanyakan apa yang mereka butuhkan.
Orang tua dapat bertanya, "Apa yang bisa Mama/Papa lakukan untuk membantu?" atau "Kamu ingin didengarkan saja atau ingin mencari solusi bersama?".
Bentuk dukungan setiap anak juga berbeda. Ada anak yang merasa nyaman dengan pelukan, ada yang lebih menghargai waktu bersama, atau sekadar mendapatkan perhatian kecil seperti catatan penyemangat dari orang tua.
Nah, itulah cara bagaimana memvalidasi perasaan anak yang perlu diketahui orang tua. Perlu diingat bahwa memvalidasi emosi anak membutuhkan proses dan latihan.
Orang tua tidak harus selalu memberikan respons yang sempurna, tetapi berusaha untuk mendengarkan, memahami, dan menunjukkan kepedulian sudah menjadi langkah penting dalam membangun hubungan yang lebih kuat dengan anak.
(gas/asr) Add
as a preferred source on Google

