Karakter Anak Ternyata Dibentuk Pola Pengasuhan Orang Tua Sejak Dini

CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 16:00 WIB
Ilustrasi. Anak yang aktif dimulai dari tumbuh kembang yang baik berkat peran orang tua dan lingkungan sekitar. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tantangan menjadi orang tua kini semakin kompleks. Anak-anak tumbuh di lingkungan yang sarat informasi dan memiliki akses luas terhadap berbagai hal baru.

Kondisi ini membuka banyak peluang bagi proses belajar, tetapi juga menuntut orang tua untuk lebih aktif membangun kedekatan emosional sekaligus memberikan pendampingan yang tepat.

Pengasuhan saat ini tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan fisik anak. Orang tua juga dituntut menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh dukungan agar anak dapat tumbuh percaya diri, mengenali potensinya, serta membangun karakter yang kuat sejak usia dini.

Perhatian terhadap kesehatan emosional anak pun semakin penting. Berdasarkan hasil pemeriksaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan, sekitar 10 persen atau sekitar 700 ribu dari 7 juta anak yang menjalani pemeriksaan terdeteksi mengalami gejala kecemasan dan depresi.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya diukur dari kesehatan fisik, tetapi juga kondisi mental dan emosional yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga.

Dokter Spesialis Anak (Pediatri), Tumpal Andreas mengatakan bahwa perkembangan anak yang optimal membutuhkan lebih dari sekadar kondisi fisik yang sehat.

"Mengoptimalkan perkembangan anak bukan hanya tentang memastikan kondisi fisiknya sehat, melainkan juga tentang memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahap pertumbuhannya. Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk bermain, bergerak, mencoba, dan belajar dari lingkungannya. Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat berkembang lebih percaya diri dan menemukan potensinya sejak dini," ujarnya dalam keterangannya saat menghadiri kegiatan Konicare Happy Kids Academy 2026 di Mini Atrium Gandaria City, Jakarta.

Menurut Tumpal, stimulasi yang diberikan sesuai usia membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir, motorik, hingga keterampilan sosial. Kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan juga menjadi bekal penting bagi anak dalam membangun karakter yang mandiri dan berani menghadapi tantangan.

Namun, stimulasi saja tidak cukup. Hubungan emosional yang hangat antara orang tua dan anak juga menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter.

Psikolog Ajeng Raviando menilai anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa diterima dan dihargai. Rasa aman tersebut akan menjadi modal bagi anak untuk tumbuh percaya diri.

"Anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa diterima dan didukung. Ketika hubungan antara anak dan orang tua terbangun melalui interaksi yang positif, anak akan lebih mudah mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian untuk mencoba hal baru," kata Ajeng.

Ia menambahkan bahwa bonding tidak hanya diukur dari lamanya waktu yang dihabiskan bersama anak, tetapi dari kualitas interaksi yang terjalin setiap hari.

"Bonding bukan hanya tentang durasi waktu yang dihabiskan bersama, melainkan tentang bagaimana kualitas hubungan yang terbentuk. Pendampingan tersebut tentu berawal dari orang tua yang mampu menjalankan perannya dengan baik. Karena itu, happy kids berawal dari happy parents," lanjutnya.

Peran orang tua dimulai sejak masa kehamilan

Pembentukan karakter anak sesungguhnya telah dimulai bahkan sebelum anak lahir. Kondisi fisik maupun emosional ibu selama kehamilan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesiapan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Erfenes menjelaskan bahwa kesehatan ibu merupakan investasi penting bagi masa depan anak.

"Investasi kesehatan ibu dan bayi perlu dimulai sejak awal, karena kondisi ibu yang sehat secara fisik dan emosional menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Dukungan dan keterlibatan aktif ayah sejak pra-kehamilan hingga pasca melahirkan turut berperan dalam membantu ibu menjalani setiap tahap dengan lebih optimal, mengurangi stres, mendukung keberhasilan ASI eksklusif, mencegah risiko komplikasi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sejak dini," jelasnya.

Keterlibatan ayah sejak awal dinilai mampu memperkuat kualitas pengasuhan dalam keluarga. Dengan dukungan yang baik, orang tua dapat membangun suasana yang lebih positif bagi perkembangan emosional maupun sosial anak.

Setelah anak lahir, orang tua juga perlu memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi sesuai usianya. Kesempatan mencoba hal-hal baru, bermain, berekspresi, hingga mengambil keputusan sederhana menjadi bagian penting dalam membentuk karakter sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

Senior Brand Manager Konicare Silvyati K. Putri juga mengatakan, anak hebat bukan semata-mata mereka yang selalu menjadi juara. Pasalnya, lingkungan sekitar termasuk orang tua dan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak hingga dewasa.

"Kami percaya dukungan bagi tumbuh kembang anak dapat dibangun dari berbagai hal sederhana, mulai dari perawatan sehari-hari, edukasi, hingga interaksi positif antara orang tua dan anak. Bagi kami, anak hebat bukan berarti harus selalu menjadi juara, melainkan anak yang berani mencoba, berani memilih, berani berekspresi, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dengan hati yang happy," katanya.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK