7 Ciri Orang Punya Empati Tinggi, Bukan Cuma Mudah Kasihan
Empati sering kali diartikan sebagai sifat mudah iba atau gampang merasa kasihan kepada orang lain. Padahal, makna empati jauh lebih luas dari sekadar rasa simpati.
Pernahkah Anda bertemu seseorang yang selalu tahu kapan harus mendengarkan, memahami perasaan orang lain, atau menawarkan bantuan tanpa diminta? Kemampuan seperti inilah yang dikenal sebagai empati.
Mengutip Assessment in Mindfulness Research, empati merupakan kemampuan memahami sudut pandang orang lain, mengenali emosi mereka, merasakan kepedulian, hingga terdorong untuk memberikan dukungan.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa orang dengan tingkat empati tinggi memiliki karakteristik yang relatif konsisten. Berikut beberapa tandanya:
1. Tidak terburu-buru menghakimi
Salah satu komponen utama empati adalah perspective taking, yaitu kemampuan melihat suatu situasi dari sudut pandang orang lain.
Konsep ini menjadi salah satu aspek dalam Interpersonal Reactivity Index (IRI), alat ukur empati yang banyak digunakan dalam penelitian psikologi. Karena itu, orang yang memiliki empati tinggi cenderung berusaha memahami alasan di balik sikap atau perilaku seseorang sebelum memberikan penilaian.
2. Peka membaca emosi orang lain
Empati bukan hanya soal mendengarkan cerita, tetapi juga mampu menangkap sinyal emosional yang sering kali tidak diungkapkan secara verbal.
Mengutip Australian Journal of Psychology, empati berkaitan dengan kemampuan mengenali emosi orang lain. Mereka umumnya lebih peka terhadap perubahan ekspresi wajah, nada bicara, bahasa tubuh, maupun suasana hati.
3. Peduli, bukan sekadar memahami
Memahami masalah orang lain belum tentu berarti memiliki kepedulian. Dalam Interpersonal Reactivity Index (IRI), aspek ini dikenal sebagai empathic concern, yaitu rasa hangat, simpati, dan kepedulian terhadap orang yang sedang mengalami kesulitan.
Penelitian mengenai kepribadian Big Five juga menunjukkan bahwa sifat agreeableness-seperti hangat, kooperatif, dan penuh perhatian, berkaitan erat dengan bentuk empati ini.
4. Senang membantu lewat hal-hal sederhana
Empati kerap berjalan beriringan dengan perilaku prososial, seperti membantu, berbagi, atau memberikan dukungan kepada orang lain.
Sejumlah penelitian yang dipublikasikan di PubMed menunjukkan bahwa empati berkaitan dengan meningkatnya kecenderungan seseorang melakukan tindakan prososial. Bentuknya bisa sederhana, mulai dari mendengarkan keluh kesah, menanyakan kabar, hingga menawarkan bantuan kecil.
5. Membuat orang lain merasa didengar
Orang dengan empati tinggi sering dipersepsikan sebagai pendengar yang hangat dan suportif. Mereka mampu membuat lawan bicara merasa dipahami.
Alih-alih terburu-buru memberikan nasihat, mereka lebih memilih mendengarkan dengan penuh perhatian tanpa sering memotong pembicaraan.
6. Ikut merasakan, tetapi tidak ikut tenggelam
Dalam psikologi, terdapat perbedaan antara empathic concern dan personal distress. Empathic concern mendorong seseorang untuk peduli dan membantu orang lain, sedangkan personal distress lebih mengacu pada rasa tidak nyaman yang dirasakan diri sendiri saat menyaksikan penderitaan orang lain.
Artinya, empati yang sehat membuat seseorang mampu memahami dan merasakan emosi orang lain tanpa ikut larut di dalamnya. Dengan begitu, ia tetap bisa memberikan bantuan secara efektif.
7. Hangat dan mudah bekerja sama
Orang dengan tingkat agreeableness yang tinggi umumnya memiliki kemampuan empati yang lebih baik, terutama dalam memahami sudut pandang dan perasaan orang lain.
Mereka biasanya lebih mudah diajak bekerja sama, menghargai perasaan orang lain, serta berusaha menjaga hubungan sosial tetap harmonis. Sifat-sifat tersebut membuat mereka lebih mampu membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitarnya.
(anm/tis)